AERA SENA

AERA SENA
25.poligami



“kenapa makan disini ,gak diluar”ucap hisyam mendekati aera


“emang gak boleh”judes aera


“boleh tumben aja kamu makan disini”ucap hisyam


“abis ini aku ingin bicara empat mata ya sama kamu”ucap hisyam serius


“ya kan biasanya bicara diruangan ini kan emang empat mata bang,emang ada mata siapa lagi diruangan ini selain kita”ucap aera kesal dengan hisyam


Hisyam hanya diam karna yang dikatakan aera memang benar karna gak ada orang slain mereka diruangan itu


Setelah aera meletakkan piring dan mengosok giginya aera duduk didekat hisyam


“mm jadi apa yang mau abang omongin”ucap aera


“untuk apa kamu uang sebnayak itu tanya hisyam mentap aera serius


“uang apa?”tanya aera


“uang yang kamu minta diruang tamu tadi”ucap hisyam


“oowh itu,gak ada buat ditabung doang”jawab aera asal


“apakah jika saya memberika uang yang kamu minta ,kamu akan mengizinkan saya untuk menikahi nisa”ucap hisyam menatap aera


Entah mengapa kata hisyam barusan berhasil membuat rasa perih dihati aera


Aera menatap mata coklat itu yang juga mentapnya”


“memang abang mau menikah sama dia?”tanya aera manatap mata coklat itu menunggu jawabanya


“kalau kamu memberi izin”ucap hisyam


“memang abang masih ada uang sebanyak itu”ucap aera bertanya lagi pada hisyam


“kau meragukan suamimu ini aera?”ucap hisyam


Aera hanya diam tak menjawab lagi


“jadi bagaimana,apakah kamu akan mengizikan poligami itu”ucap hisyam


“aera”ucap hisyam yang menyadarkan aera dari lamunannya


“eh iya”ucap aera


“apakah kamu menizinkanya”tanya hisyam lagi


“ngizinin apa”tanya aera


“poligami”ucap hisyam


“tapi ceraikan aku”ucap aera berdiri dari tempatnya meniggalkan hisyam


Hisyam yang menyadari itu segera menyusul aera


“kamu marah “tanya hisyam berjongkok dihadapan aera yang merebahkan dirinya


“aera jawab saya ,apakah kamu marah”tanya hisyam lagi namun aera hanya diam tak mengeluarkan sepatah katapun


“ra “ucap hisyam menarik aera hingga keposisi duduk


“kamu marah”tanya hisyam lagi menatap kedua mata itu


“apakah kamu tak peka ha,apakah kamu tak bisa membedakan orang marah atau tidak”ucap aera


Sebenarnya gak salah hisyam juga ,kan aera emang gitu datar aja bawaannya gak tau apakah marah atau apa


“apakah kamu benar-benar mengizinkan aku poligami”ucap hisyam memastikan sekali lagi


“apakah itu membuatmu senang mempertanyakan itu berkali-kali “ucap aera dengantatapan yang tak bersahabat


Hisyam mengelengakan kepalaya


“jadi kamu tak mengizinkanku untuk poligami?”tanya hisyam


“aku tak akan berbagi apa yang jadi milikku dengan orang lain,kecuali orang itu ingin bernasib buruk”ucap aera


Hisyam tersenyum mendengar kata-kata itu


“apakah saya ada di hati kamu”tanya hisyam


“aku tak tau,tapi aku kesal mendengar mama mneyuruhku mengizinkanmu menikah lagi”jelas aera


“aku bukan istri nabi bang,aku hanya wanita akhir zaman,dan untuk poligami silahkan lakukan tapi ceraikan aku dulu”ucap aera


Hisyam tersenyum setidaknya sedikit namanya ada dihati aera walau iya belum yakin


“apakah istri seorang yong rea hisyam ketika marah mukanya akan memerah seperti ini”ucap hisyam memegang kedua pipi aera


“apa kamu masih marah sama abang”tanya hisyam namun aera hanya diam


“ambil wudhu dlu gih,biar amarahnya sedikit reda”ucap hisyam lembut


“bagaimana apakah sudah reda”ucap hisyam lagi saat aera telah selesai berwudhu


“boleh kah saya memeluk kamu”ucap hisyam bertanya terlebih dahulu ia tak ingin mengambil resiko


Aera hanya mengangguk