AERA SENA

AERA SENA
19…..



Sebenarnya ia ingin langsung pulang tapi dalam perjalanan deiji menelponnya ada yang harus ditanda tangani


“malam ma”ucap hisyam mencium tangan mamanya yang duduk disofa ruang tamu


“kamu udah makan nak”tanya mama bela


“belum ma”ucap hisyam


“yaudah mama temanin makan ya”ucap mama bela


“aku makan ntar aja ma,mau mandi dulu dan mau sholat isa juga”ucap hisyam bergegas kekamarnya


“kamu mencari ini”ucap hisyam melihat aera mencari sesuatu


Aera mendekat kearah hisyam hendak mengambil obat yang ada ditangan hisyam namun tangan aera lebih dulu ditangkap oleh hisyam dan menariknya duduk ke sofa


“jelasin ini obat apa”ucap hisyam menatap aera


“vitamin bg”ucap aera berusaha menjangkau obat yang ditangan hisyam


“vitamin jenis apa”ucap hisyam


“bg siniin obatnya”ucap aera


“kenapa kamu minum obat penenang ini ra”lirik hisyam menatap aera dengan tatapan yang sulit diartikan


Degg


Aera kaget dengan yang barusan yang dikatakan oleh


“untuk apa ra”tanya hisyam lagi


“apa untuk melupakan kejadian lima tahun lalu”ucap hisyam


Rasanya jantung aera kali ini seperti berlari kiloan meter apa yang hisyam tau tentang lima tahun lalu,apa hisyam mengetahui bahwa dirinya tak suci lagi


“jelasin sama aku kenapa”ucap hisyam


Aera hanya diam dengan tatapan kosong yang iya takutkan akhirnya diketahui oleh suaminya


“jelasin sama aku ra,ada apa ini,kenapa kamu minum obat ini”ucap hisyam yang kehabisan kata-kata karna aera hanya diam tak


menjawab banyak pertanyaan yang hisyam ajukan


“aera sena ,jawab saya”ucap hisyam yang meniggikan suaranya karna marah pada aera


Aera kaget mendengar suara hisyam ini kedua kalinya hisyam membentaknya


“ak aku”ucap aera ia ingin berbicara tapi rasanya tenggorokanya tercekat


“jawab aera”ucap hisyam melempar botol obat tersebut hingga berserakan dilantai


“apa yang harus aku jawab bg”ucap aera yang mulai mengelurakan suaranya


“kalau abg udah tau semuanya”ucap aera berusha menahan air matanya


“saya tidak tau apapun,jelasin sama saya kenapa kamu berujung dengan obat penenang itu”ucap hisyam


“apa aku harus mengingat semua hal buruk itu,apa aku harus menjelaskan bahwa lima tahun lalu mahkota yang kujaga telah direngut oleh laki-laki brengsek itu,apa aku harus mejelaskan betepa hancurnya hidupku lima tahun belakangan ,apa aku harus menjelaskan itu,apa itu yang ingin kamu dengar,itu itu alasan nya aku harus berakhir ke psikiater setiap ingatan itu memenuhi otakku,apa kau merasa jijik pada ku,apa kau akan meninggalkan wanita kotor ini,aku kotor “teriak aera yang kini menahan isak tangisnya dadanya begitu sesak menahan sakit itu bertahun-tahun ,ia merasa jijik saaat menatap pantulan dirinya dicermin


Tangis aera pecah setelah mengeluarkan semua itu ,tubuhnya bergetar menahan isak tangis tersebut


Hisyam yang mendengar semua yang keluar dari mulut aera kaget apakah sampai detik ini aera tak tau kebenarannya ,apa suster itu tak menyampaikan apa yang disampaikan hisyam saat itu.


Hisyam berusaha mendekat kearah aera untuk merangkul tubuh rapuh itu


“jangan sentuh aku,aku kotor “teriak aera histeris


Namun hisyam memaksa memluk tubuh yang bergetar karna isak tangisnya walau aera sudah memberontak untuk dilepaskan hisyam tetap memeluknya dan mengusap rambut panjang itu tampa sepatah katapun