AERA SENA

AERA SENA
68.Masih hitam putih?



Saat Hisyam menyusuri jalan ke seven megic ia melihat keramaian dengan adanya mobil polisi pemadan dan ambulan


Hisyam yang melihat dati kejauhan mempercepat laju mobilnya hingga mendekat


Ia berusaha berfikir positif dan masih menghubungi no aera tapi tatap masih tidak aktif


Hisyam berusaha mendekat untuk memastikan bahwa itu bukan aeranya


“Pak maaf anda tak boleh mendekat”ucap petugas yang memberi garis polisi


“Pak saya harus memastikan itu siapa”ucap Hisyam


“Maaf pak ,tak bisa”ucap petugas tersebut


“Pak boleh saya melihat rekaman cctv sebelum kecelakaan tanya Hisyam yang masih berusaha berfikir positif


“Silahkan bapak ke sebelah sana”ucap petugas tersebut memberi petunjuk


Dengan langkah tegap Satria mendekat dan meminta untuk melihat cctv


“Pak coba perbesar plat mobilnya”pinta Hisyam


Dan petugas tersebut memperbesar plat mobil seperti yang diminta Hisyam


“Gak Gak mungkin,”ucap Hisyam memundurkan langkahnya dan langsung berlari mendekati daerah kecelakaan


“Pak silahkan diluar garis”ucap petugas yang menyuruh Satria keluar


“Pak mana korbannya,mana istri saya “teriak Hisyam yang matanya memerah menahan tangis


“Korban sudah dibawa kerumah sakit pak,silahkan bapak cek kesana”


Tampa pikir panjang Hisyam langsung memutar mobilnya dan melaju dengan kecepatan penuh tampa memikir kan apa pun


“Gak Gak ini bukan aeraku,mungkin mobilnya mirip”batin Hisyam meyakinkan dirinya


Setalah menempuh selama satu jam akhirnya Hisyam sampai di rumah sakit yang dibilang polisi tadi


“Mbak korban kecelakaan yang dibawa kerumah sakit ini,berada diruangan mana ya mba”ucap Hisyam yang masih berusaha mengontrol dirinya


Deiji yang baru saja mendarat di bandara los angeles karna diminta datang oleh Hisyam untuk membantu pekerjaannya sementara waktu


Namun ia mendapat kabar dari Bodyguard yang menjemputnya bahwa Hisyam pergi untuk memastikan korban kecelakaan


“Sekarang Hisyam berada dimana “tany deiji dalam perjalanan


“Kita kesana sekarang”ucap deiji yang ikut khawatir


“Sus ini maksudnya apa”tanya Hisyam yang dibawa ke sebuah ruangan yang bertuliskan


“kamar mayat”


“Iyah pak korban yang mengalami kecelakaan tadi tak bisa diselamatkan karma ada pendarahan dibagian otak,Dan luka bakar yang sangat parah”terus terang suster tersebut


“Gak ini bukan aera,jadi jangan khawatir “ucap Hisyam dengan senyum getirnya


Perlahan Hisyam mengikuti suster tersebut menuju jenazah yang mengalami kecelakaan tersebut


Saat dibuka air mata hisyam menetes begitu saja


“Gak Gak ini bukan aera”ucap hisyam memundurkan satu langkahnya


“Wajah korban sulit dikenali pak,karna luka bakar yang ia alami”ucap suster tersebut


“Oh iya ini barang -barang korban pak”ucap suster menyerahkan pada korban


Tangan hisyam bergetar menerima sebuah tas yang mirip dipakai oleh aera sebelum pergi


Perlahan hisyam membuka tas tersebut memastikan apa tanga da didalam nya


Semua barang tersebut benar adalah milik aera


”Gak Gak mungkin”ucap hisyam menjatuhkan tas yang ia pegang


Hingga Bodyguard yang berada disana berusaha menenangkan hisyam


“Dimana istri saya ,ini bukan istri saya”teriak hisyam histeris pada suster tersebut


Hingga deiji yang baru datang langsung menghampiri hisyam dan berusaha menenangkan hisyam


“Deiji,ini bukan aera kan”ucap Hisyam yang sudah tak mengusai dirinya lagi


“Bahkan wajahnya saja tak bisa dikenali,ini bukan aeraku”ucap Hisyam yang benar benar tak terkendali


“Syam tenanglah”ucap deiji


“Bagaimana saya bisa tenang ha,jika mereka bilang ini aera saya,aera saya masih hidup,dia tak mungkin meninggalkan saya,dia sudah janji Gak bakal tinggalin saya”ucap Hisyam


Ini benar-benar kejutan besar bagi dirinya,apalagi wajah korban yang tak dapat dikenali,membuat Hisyam bersikeras mengatakan bahwa itu bukan aeranya