AERA SENA

AERA SENA
60.emosi Hisyam



“Ke apartemen saya”ucap Hisyam setelah memasuki mobil


Dengan posisi ia yang masih mengendong aera ia hanya diam tampa sepatah katapun hingga deiji yang pertama kali melihat seperti ini merinding sendiri


Aera berusaha menghapus darah yang masih mengalir dari hidungnya


Aera berusaha pindah dari pangkuan Hisyam namun tangan Hisyam sangat kuat mencengkam dirinya


Aera berusaha memberontak hingga kepalanya terbentur ke pintu mobil dan pingsan


“Syam Gak kerumah sakit”ucap deiji yang melihat kondisi aera


Namun Hisyam hanya dia Tak mengeluarkan suara terpaksa deiji ke tempat awal yang diperintahkan hisyam


Sampai disana Hisyam mengangkat aera yang masih pingsan dan diikuti oleh deiji dibelakangnya


Tepat di depan pintu sudah menunggu seorang dokter


“Obati saja lukanya dan segara pergi”ucap Hisyam dingin


Tampa suara dokter tersebut mengobati luka aera dan memberi resep obat pada Hisyam



Setelah deiji memberikan obat yang diminta Hisyam ia segera disuruh pergi oleh Hisyam


“Siapkan penerbangan ke Amerika jam 4 subuh”ucap Hisyam tiba-tiba


“Baik”ucap deiji dan ia langsung pergi


Sekarang tinggal Hanya Hisyam dan aera yang masih pinsan akibat kepalanya yang berbentuk kuat


Tepat jam 3 pagi aera bagun dengan kepala yang masih sangat pusing dan orang pertama yang ia lihat adalah Hisyam dengan tatapan yang sangat tajam


Aera menatap mata itu cukup lama hingga di seperkian detiknya ia berlari kekamar mandi dan memuntahkan isi perutnya


Cukup lama ia di kamar mandi tampa disusul oleh Hisyam sedikitpun


“Sepertinya asam lambungku kambuh”batin aera dan ia kelaur kamar mandi


“Kita akan melakukan penerbangan ke Amerika setangah jam lagi”ucap Hisyam tiba-tiba


Hal itu berhasil membuat aera kaget


“Ngak”ucap aera


“Kamu tak bisa menolak apa yang saya inginkan”ucap Hisyam dingin


Dan saat perdebatan mereka Hisyam langsung menarik aera karna deiji yang sudah berada di depan pintu


“Aku Gak mau ke Amerika”ucap aera berusaha protes pada Hisyam


Namun Hisyam hanya diam dengan pandangan datar


Dan barang-barang aera sudah diurus oleh deiji


Deiji hanya bisa menatap aera yang protes tak ingin ke Amerika


Di sepanjang penerbangan hisyam hanya diam saat aera protes dengan keputusan aera


Dan akhirnya aera juga memutuskan diam karna tak ada gunanya protes karna Hisyam hanya diam tak berkutik sedikitpun


Tepat jam 9 malam mereka sampai di bandara los angeles internasional dan sudah ada yang menjemput aera dan Hisyam


Aera ditarik oleh Hisyam untuk mengikutinya


Sampai disebuah apartemen yang sangat mengah aera dan Hisyam memasuki ruangan yang sangat luas


Dan sekarang disini aera dan Hisyam duduk disebuah kursi yang berhadapan


“Sudah berapa orang”ucap Hisyam menatap aera dengan tatapan dingin


Namun aera hanya diam tak berminat menjawab


“Jawab saya”ucap Hisyam dingin


“3”


“Apa salah mereka”


Aera menatap mata yang menatapnya dan tersenyum devil


“Jelaskan pada saya apa alasannya “tanya Hisyam


“Aku tak perlu menjelaskan”ucap aera


“Kamu perlu”


“Tidak “ucap aera


“Apa karna tiga orang itu menyakiti kamu tampa sepengetahuan saya”ucap Hisyam


“So kemana anda selama ini”ucap aera dingin


“Bukan iini caranya,kamu bukan Tuhan yang berhak menghilangkan nyawa siapapun”teriak Hisyam dan membaut aera kaget


“Saya hanya perantara”ucap aera


Yang membaut emosi yang Hisyam tahan dari kameren meledak hari ini


Bak orang yang ingin memakan orang Hisyam menatap aera ia benar-benar tak habis pikir dengan aera seorang wanita seperti aera yang menolong nyawa orang lain tampa memikirkan dirinya sendiri juga mampu menghilangkan nyawa orang lain dengan keji


“Kamu tak akan paham”


“Apa yang tak saya pahami aera sena”ucap Hisyam