
“Di dia adalah ayah kalian”ucap Yuna yang menunjuk kearah Hisyam
Young rae dan sara melihat kearah tunjuk yuna,bingung itulah yang ada diraut wajah mereka
“Bunda”ucap sara dan young rae meminta penjelasan dari yuna
“Ceritanya panjang sayang ,sehingga kita terpisah dari ayah,kalian udah janji”ucap yuna menghapus air matanya
Dua anak tersebut hanya diam masih tak percaya tak berapa lama sara melihat tangan Hisyam yang bergerak
“Bunda tangan om itu bergerak”ucap sara
Yuna yang juga melihat segera memanggil dokter
“Dok apa semuanya baik-baik saja”ucap yuna saat dokter selesai memeriksa Hisyam
“Mungkin sebentar lagi pasien akan siuman buk”ucapnya berlalu pergi
“Terimakasih dokter”
Setelah beberapa menit dokter pergi Hisyam mulai mengerjapkan matanya
“Bunda omnya udah siuman “ucap young rae
“Ayah sayang”ucap Yuna yang langsung menghampiri Hisyam
“Sara mana,sara baik-baik aja kan”ucap Hisyam ingin mendapat jawaban dari Yuna
“Sara baik-baik saja”ucap Yuna
“Kamu bagaimana”
Hisyam hanya diam dan tersenyum
“Aku baik-baik saja”
“Ayah”cicit sara dengan sangat pelan tapi masih didengar oleh Hisyam dan Yuna
Hisyam yang mendengar tersebut langsung mencari sumber suara
“Ayah apa yang sakit”ucap sara
Hisyam yang mendengar untuk pertama kalinya dipanggil ayah langsung meneteskan air matanya
“Ayah terimakasih telah menolong sara”ucap young rae yang juga mendekat
Hisyam benar-benar tak bisa menahan air matanya ia hanya membalas pertanyaan kedua anaknya dengan sebuah anggukan
“Ayo minum dulu”ucap Yuna membantu Hisyam
Hisyam meraih tangan sara yang berdiri didekatnya
“Apa ini sakit”tanya Hisyam yang melihat goresan ditangan sara
“Sedikit ,tapi lebih parah luka ayah”ucap sara
“Ayah baik-baik saja”
“Aturannya sara yang ngucapin terima kasih sama ayah,udah nolongin sara”
“Iya ayah juga mau bilang terima kasih karna udah mau memanggil ayah dengan sebutan ayah”ucap Hisyam
Setelah berbincang cukup banyak Yuna pun buka suara
“Sayang kalian pulang dulu ya sama uncle udah larut “ucap Yuna
“Sara mau temani ayah disini aja bunda”
“Sayang rumah sakit Gak baik buat anak-anak”
“Bunda yang akan jagain ayah,besok kalian kesini lagi”
“Baik bunda”ucap sok embat menuruti permintaan bundanya
Setelah kepergian sara dan young rae ruangan itu hening bagai tak ada orang didalam ya ,cukup lama hingga Hisyam buka suara
“Yuna”ucap Hisyam menoleh ke arah Yuna
Yuna yang menatap ponselnya mengalihkan pandangannya kearah Hisyam
“Apa aku masih kesempatan itu”ucap hisyam
“Kesempatan apa”tanya Yuna
“Kesempatan untuk menjadi ayah mereka”
“Bukankah mereka sudah memanggilmu ayah”ucap Yuna
“Tapi aku ingin hidup bersama kamu dan mereka”
Yuna terdiam dan menatap Hisyam sangat lama
Hisyam hanya tersenyum melihat Yuna yang diam
“Nanti tolong jaga mereka dengan baik ya,terimakasih telah memberitahu mereka bahwa aku adalah ayahnya”
“Besok bisakah kita pergi ketaman ber empat?”tanya Hisyam
“Sebuhkan saja lukamu “
“Aku sudah sembuh ,ini hanya luka kecil”ucap Hisyam
“Apa kamu akan tidur disitu”ucap Hisyam
“Tidak aku akan pulang,nanti andika akan kesini menjagamu”ucap Yuna tampa menatap Hisyam
“Teryata juteknya masih sama”ucap Hisyam masih setia menatap Yuna
“Tidurlah ,jika kau ingin ke taman besok”ucap Yuna
“Baik bunda”goda Hisyam
“Ih”ucap Yuna menaikan sedikit bibirnya