
Pagi sekali Hisyam bagun karna ada yang membunyikan bel apartemen
“Hallo den”ucap seseorang yang tak lain adalah orang yang bekerja pada Hisyam saat apartemen ini di tinggali Hisyam
“Masuk bik”ucap Hisyam mempersilahkan masuk
“Bik saya udah pesan beberapa bahan mungkin sebentar lagi datang”ucap Hisyam
“Bik masak sup ya hari ini”ucap Hisyam dan meninggalkan bik Mina sendirian di ruangan itu
Aera ia sudah bagun dan berdiri menghadap kaca yang memperlihatkan negara Amerika tersebut
Aera yang masih memakai pakaian nya tadi malam bergegas membersihkan dirinya karna terasa sangat lengket
Ia menatap dirinya didepan kaca wajahnya masih memerah bekas tamparan Hisyam dan beberapa luka memar masih terlihat jelas
Ia tak tau dimana ponsel dan semua identitasnya
“Non”ucap seseorang yang membuyarkan lamunan aera yang berdiri sendirian dikamar
Aera membalikkan badanya dan menatap orang itu bingung
“Den Hisyam menunggu dibawah non”ucap bik Mina dan pergi
“Makanlah”ucap Hisyam tampa menatap aera
Aera juga hanya diam dan duduk di kursi yang kosong
Aera mengambil sedikit nasi dan sup yang dimasak bik Mina namun ketika ia memasukkan kemulutnya ia menjatuhkan sendoknya dan meninggalkan meja makan begitu saja hingga kuah sup panas itu mengenai tangan Hisyam
Bik Mina yang sedang membereskan dapur kaget dengan dentingan sendok yang sangat keras
Dan aera yang memuntahkan isi perutnya
Saat aera kembali kemeja makan ia menatap Hisyam dan makanan itu
“Duduk “ucap Hisyam dingin
Namun aera hanya diam
“Duduk dan makan makananmu aera sena”ucap Hisyam mengulangi kalimatnya
“Aku”ucap aera yang kalimatnya dipotong oleh Hisyam
“Habiskan makananmu”
Dan ketika ia menyuap makanya ia memuntahkan itu semua tetap didepan Hisyam
Bik manapun kaget dan menghampiri aera
“Maafkan bibir non,jika non Gak suka jangan dipaksain “ucap bik Mina menyelesaikan segelas air putih
Namun aera lagi-lagi lari kekamar mandi dan membersihkan mulutnya
Hisyam sama sekali tak menolong aera yang muntah karna sup pagi ini ia hanya diam dan menyaksikan itu semua
“Non ini”ucap bik Mina menyerahkan segelas teh hangat pada aera
“Non mau makan apa biar bibik masakin”
“Ngak bik aku Gak mau apa-apa”
Aera naik keatas dan merebahkan dirinya,pusing itulah yang ia rasakan
Tepat pukul 2 siang aera keluar kamar dan menuju pintu utama namun pintu tersebut terkunci dan tak bisa dibuka
Bibik yang tadi sudah tak ada lagi didalam rumah
“Bang mana ponsel aku”ucap aera yang melihat Hisyam hendak keatas
Namun Hisyam tak menjawab sama sekali ucapan aera
“Bang”ucap aera yang menyusul Hisyam
“Saya tidak tau”ucap Hisyam singkat
“Lalu mana semua kartu identitas aku”ucap Hisyam
“Dan itu kamu tak akan mendapatkan ya “
“Aku ingin pulang aku harus bekerja”
“Saya sudah mengirimkan pengunduran diri kamu kerumah sakit itu”ucap Hisyam yang membuat aera kaget
“Abang Gak bisa gitu dong,aku dulu berjuang mati matian untuk pekerjaan itu”ucap aera tak terima
“Kenapa saya Gak bisa,rumah sakit itu milik saya”ucap Hisyam menatap aera
Aera berusaha menahan diri dengan mata yang memerah
“Mana ponsel aku”ucap aera lagi
Namun Hisyam lagi-lagi diam
“Aku mau pulang”ucap aera
“Kita tak akan pernah pulang,kita akan tinggal disini”ucap Hisyam
“Aku Gak mau,aku mau pulang”
“Kamu Gak akan bisa keluar tampa izin saya dari apartemen ini,dan semua identitas kamu,tak akan kamu dapatkan”
Aera mengambil hp Hisyam yang terdapat diatas meja dan mencoba membukanya namun ia tak dapat membuka karna kata sandi yang diganti Hisyam
Namun saat ia mencoba membukanya tiba-tiba ada no yang menelpon dan diangkat oleh aera
“Hallo deiji dimana ponsel saya”ucap aera
Hisyam berusaha merebut ponsel dari aera
Sehingga deiji yang disebrang telpon bingung mendegar kegaduhan tersebut
Karna kesal aera melempar hp hisym dan mengenai kaca kamar ,kacanya tak tergores sedikitpun karna memang di desain khusus tapi hp Hisyam hancur dan langsung mati