
Semua mata tertuju pada sumber suara
“Eh mas suami,sini-sini sarapan dulu”ucap aera mempersilahkan Hisyam duduk ditempat yang ia duduki tadi
Semua mata kini menuju pada aera yang menyuruh Hisyam duduk ditempat yang tak pernah Hisyam duduki
Hisyam duduk dengan santai dan menyuruh semua orang duduk kecuali aera
“Den “ucap mbok mayang menatap Hisyam
“Ngak papa mbok hari ini Hisyam dan aera akan sarapan bersama kalian ,Gak enak juga mbok makan berdua trus sama ni orang”ucap Hisyam melirik aera
“Ooh jadi kamu Gak enak makan sama aku,Okeh fine awas ya minta temanin makan ntar”ucap aera
Hisyam menarik aera hingga duduk di pangkuannya
“Kamu makin hari makin banyak ngomel ya”ucap Hisyam
“Karna kursi lain Gak ada jadi kamu makan duduk disini aja ,kalau Gak liat aja nanti dikamar“bisik Hisyam dengan tersenyum aneh
Mereka semu makan dengan berbagi cerita baik Hisyam dengan yang lain
“Ih Abang”ucap aera yang berdiri dari duduknya
“Ini tu benar benar Gak nyaman bangat duduk disini”ucap aera
“Awas Abang aera mau ambil kursi aja”ucap aera berjalan kesudut ruangan mengambil satu kursi lagi
Hisyam membiarkan saja aera pergi karna mungkin memang tak nyaman
“Awww”ucap aera berjongkok memegang perutnya
Semau orang disana menghentikan makannya mendengar rintihan aera
“Ra”ucap Hisyam yang langsung mendekati aera
“Yang mana sakit”tanya Hisyam khawatir
“Ini gara-gara Abang,kenapa Gak Abang aja yang ngalah ambil kursi lain”ucapnya kesal karna Hisyam bukannya melarangnya mengambil kursi tapi malah enak aja ngelamjutin makan nya
Hisyam kaget dan baru sadar bahwa aera belum sepenuhnya pulih
“Maaf “ucap Hisyam
Dan Hisyam membantu aera berdiri dan menyuruhnya duduk dan ia yang menarik kursi
“Non minum dulu air hangatnya”ucap mbok mayang menyerahkan air hangat pada aera
“Makasih mbok”
Saat semua orang telah meninggalkan meja makan dan kembali ke aktivitas masing-masing aera masih duduk padahal sudah selesai makan
“Ra kamu kenapa masih duduk,Ayok ke depan”ajak Hisyam
“Bang “ucapa aera tak melanjutkan kata-katanya
“Ayok “ucap Hisyam menarik tangan aera tapi ia tak juga berdiri
“Ada apa”ucap Hisyam
“Perut aku kok sakit lagi ya Bang”ucap nya karna beberapa hari ini memang sakit tapi ia tak memperdulikan rasa sakitnya
“Kita kedokter ya”bujuk Hisyam
”tapi aku Gak mau”
“Kali ini aja”
Aera tetap dengan keras kepalanya
Yaudah aku kompres aja ya,ucap Hisyam yang langsung mengendong aera
Saat diruang tamu mereka berpapasan dengan dela yang baru datang bersama arkhan
“Kakak kenapa”tanya arkhan yang langsung mendekati aera
“Ngk papa lagi pengen digendong aja”ucap aera tersenyum
“Tumben ra nempel bangat sama mas suami”sindir dela
Aera hanya membalasnya dengan senyuman
“Bang turunin aku diruang tamu aja,nanti arkhan kekeh tinggal disini kalau tau aku sakit”bisik aera pada Hisyam
Jika arkhan tinggal disini pasti Hisyam tak akan pergi bekerja dia begitu cemburu pada arkhan padahal aera sudah menjelaskan berulang kali
“Kalian datang bareng”tanya aera
“Nggak lah ya kali sama Adek lu yang kayak kulkas gini,”ucap dela
Arkhan hanya melirik males bagi arkhan dela begitu berisik dengan suara cempreng nya
“Ntar jodoh lu baru tau rasa”
“Ya Ngak dek”ucap aera menyenggol arkhan