AERA SENA

AERA SENA
80.siuman



“Saya sudah memanggil dokter mungkin sebentar lagi sampai”ucap Yuna


“Bunda apa om ini sakit”tanya sara


“Nuna,kenapa nuna banyak tanya sekali tentang orang ini,dia membuat bunda kita merasa takut tadi”ucap young rae ketus


Sara langsung diam ketika mendapat jawaban dari sang adik


“Maaf,kenapa dia memanggil saya dengan aera,sebenarnya siapa aera ?”tanya Yuna bingung


Deiji menatap Yuna dan Hisyam


“Dia almarhum istrinya Hisyam”


“Dan dia sangat mirip dengan anda “ucap deiji


“Kapan beliau meninggal”tanya Yuna penasaran


“Dia meninggal 2 tahun yang lalu,di Amerika karna sebuah kecelakaan”ucap deiji


“Pasti berat sekali baginya”ucap Yuna


Tak lama kemudian dokter datang dan memeriksa Hisyam


“Dok ada apa dengan teman saya”


“Dia mengalami shock berat dan kelelahan “ucap sang dokter


“Tak ada yang perlu di khawatirkan ,”ucap dokter tersebut memberikan sebuah resep obat pada deiji untuk ditebus di apotek


“Bunda apa kita tak jadi memasak”ucap young rae


“Iyah sayang tapi tunggu om ini sadar dulu ya”ucap Yuna


“Itu terlalu lama bunda,aku sudah lapar”ucap you rae


Yuna menghembuskan nafasnya kasar,


“Baiklah,kalian bermainlah disana dulu,nanti bunda panggil setelah selesai”ucap Yuna


“No,kami akan membantu bunda”ucap young rae berjalan kedapur


“Okeh tapi jangan sentuh pisau dan kompor”


“Nee”ucap mereka serentak


Nee dalam bahasa Korea adalah iya


Deiji memperhatikan tiga orang itu sibuk didapur,ia dapat melihat karna dapur dan ruang tamu terhubung tampa penghalang


“Mereka hanya mirip ,aera adalah sosok yang judes dan tak ahli memasak,tapi wanita itu sangat lembut dan ahli dalam memasak”batin deiji


“Sara tarok yang ini di atas meja nak”ucap Yuna


Di lain tempat Hisyam mulai membuka matanya kepalanya sangat berat


“Syam”ucap deiji yang menyadari Hisyam mulai bergerak


“Aera”kata pertama yang kelaur dalam mulut Hisyam


“Apa yang lu rasakan ,apa kita kerumah sakit saja”ucap deiji


“Aera mana aera deiji “ucap Hisyam


“Syam dia bukan aera,dia Yuna orang lain bukan sosok aera yang kita kenal,dia juga sudah memiliki keluarga dan anak”ucap deiji lembut


“Tolong syam terimalah keadaan”


Tiba-tiba seorang gadis kecil membawakan segelas air putih pada hisyam


“Apa om masih sakit”tanyanya berdiri didepan hisyam


“Ini bunda suruh ngasih minum”ucap sara menyerahkan segelas air putih


Sara meletakkan tangan munggilnya dipipi hisyam


“Tidak panas tapi kenapa om pingsan”celotehnya


Hisyam menyentuh tangan munggil itu


“Om Gak sakit lagi,kamu siapa namanya”


“Kim sara,nama aku Kim sara”ucapnya tersenyum


“Jika om sudah baik-baik saja silahkan pulang dan keluar dari apartemen kami”ucap young rae judes


Hisyam menatap anak laki-laki itu dan tersenyum


“Apakah boleh om disini sebentar lagi”ucap hsiyam


“Tidak”


“Sayang Gak boleh gitu,Gak sopan sama orang yang lebih tua”ucap Yuna tiba-tiba menegur young rae


“Apa kalian ingin bergabung makan bersama kami,kami sudah memasak”ucap Yuna menawari hisyam dan deiji


“No bunda “protes hisyam


“Ayok om”ajak sara dan menarik tangan hisyam


“Nuna”ucap young rae tak suka


Namun tak ada yang mendengarkan Ypulng rae