
“Darah” ucap Yuna dengan tangan bergetar
“Arkhan”teriak zila yang membuat mereka berada tak jauh dari mobil kaget dan langsung menghampiri Yuna
“Ada apa kak”ucap arkhan yang nafasnya tak beraturan
“Rumah sakit,kita kerumah sakit ,abang mimisan dan Gak sadar lagi”ucap Yuna panik dan pucat
“Mama ikut ya nak”ucap mama bela yang langsung duduk disebelah Hisyam
Akrhan pun masuk kedalam mobil dan langsung melajukan mobil tersebut kerumah sakit terdekat
Dan disusul oleh deiji,andika dan twins
“Bang,”ucap Yuna berusaha membagunkan Hisyam,”namun tetap tak ada jawaban
“Abang,jangan gini”ucap Yuna yang tak dapat menahan air matanya nya lagi
“Nak tenang dulu,Hisyam kuat kok,kita harus berdoa dan berfikir positif”ucap mama bela
Saat sampai dirumah sakit Hisyam langsung dilarikan ke ugd dan dipasang banyak alat-alat pada tubuhnya
Yuna benar-benar seperti orang frustasi ,ia hanya menangis dan tak peduli dengan sekitarnya
Dokter menangani Hisyam sebisa mungkin
Saat monitor terpasang disana terlihat detak jantung Hisyam yang sangat lemah
“Dok detak jantung pasien sangat lemah”ucap suster yang ikut menangani hisyam
“Siapkan alat pacu jantung”
Suster pun mempersiapkan kan alat yang diminta doktor tersebut
1,2,3
Takk
Dada Hisyam terangkat namun jantungnya masih tetap sama
1,2,3
Takk
Dan hal yang sama terjadi
“Dok jantungnya mangkin melemah”
1,2,3
Takk
Lagi,lagi dada Hisyam terangkat
Tapi kai ini bukan detak jantung yang normal tapi alat monitor sudah berbunyi
Bibbbbbbbnn
Garis lurus
“Dok”ucap suster tersebut
Dokter tersebut hanya bisa mengelengkan kepalanya
Semua orang sudah pucat menunggu kondisi Hisyam terutama Yuna yang tatapan nya kosong dan air matanya terus mengalir
Saat dokter membuka pintu semua orang terutama Yuna bergegas menanyakan kondisi Hisyam
“Dok suami saya gimana”
“Dok anak saya gimana”ucap mama bela yang juga menanyakan kondisi hisyam
“Maaf mba,buk kami sudah berusaha semaksimal mungkin tapi saat dibawa kesini jantung pasien hampir tak berdetak”ucap dokter tersebut
“Maksud dokter apa”teriak Yuna
“Maaf mba kami gagal menyelamatkan suami mbak”
“Ngak Ngak “teriak Yuna yang langsung menerus keruangan tersebut
“Siapa yang menyuruh kalian membuka peralatannya”teriak Yuna yang melihat suster melepas satu persatu peralatan yang melekat di tubuh Hisyam
“Ngak ,jangan lepas,suaminya saya masih ada,jangan “ucap Yuna mendorong para suster yang melepaskan alat-alat tersebut
“Kak”ucap arkhan yang ikut masuk dan memeluk Yuna untuk menenangkan Yuna
“Arkhan Hisyam masih ada kok,tadi dia janji sama kakak,tolong bilangin ke susternya jangan lepas peralatannya”
“Arkhan”ucap Yuna memohon
Mama bela hanya mampu menangis memandangi Hisyam yang sudah pucat
“Akrhan ronta”Yuna berusaha lepas dari dekapan arkhan
“Lepas,peralatannya harus dipasang ,mereka Gak bisa ngelepas gitu aja,”
“Kak tenanglah”
“Saya masih mampu bayar rumah sakit ini untuk suami saya,pasang”teriak Yuna
“Kak,tenanglah”ucap arkhan yang mengguncangkan tubuh Yuna
“Arkhan ,”ucap Yuna lirih dan kehilangan kesadarannya
“Bunda,”teriakan twins yang dari tadi menangis karna keadaan Hisyam ditambah lagi melihat bunda mereka yang histeris
“Sayang,tenang ya,bunda baik-baik saja kok”ucap andika berusaha mendekap mereka
“Uncle ,ayah”ucap sara terisak
“Uncle tadi ayah baik-baik aja kok”ucap youra
“Saya kalian harus ikhlas ya,ini takdir Allah”
“Tapi kita baru bentar ketemu ayah”ucap twins
Andika tak mampu lagi mengucapkan apapun ia hanya memeluk twins berusaha menyalurkan kekuatan untuk musibah ini