
“Ih dari tadi tu aku udah nahan sakit,kamu malah nambah sakit”ucap Hisyam mengusap bahunya
“Salah siapa”ucap Yuna tampa memperdulikan kalimat awal Hisyam
“Udah belum “ucap Hisyam
“Udah ,kamu boleh balik badan”ucap Yuna yang sudah memakai pakaian lengkap
“Abang keluar aja dulu disini panaskan ,tu Abang sampai keringatan”ucap Yuna
“Mm iya nungguin kamu aja”ucap Hisyam yang mulai berjongkok
Saat Yuna sedang menyisir rambutnya tiba-tiba Hisyam memeluknya dan menyenderkan kepalanya di bahu Yuna
“Ih Abang aku lagi nyisir rambut”ucap Yuna
Namun saat melihat ke cermin ia melihat wajah Hisyam yang pucat dan berkeringat
“Abang”ucap Yuna yang langsung membalikkan badannya
“Kamu bawa obatnya kesini Gak “tanya Hisyam
Yuna segera memeriksa tas tempat ia membawa obat Hisyam dan untungnya ada air juga yang sudah tersedia
Yuan menghapus keringat yang bercucuran di kening Hisyam
“Kita keluar ya istirahat di mobil aja disini pengap”ucap Yuna
“Nanti yang lain khawatir”ucap Hisyam
“Gak kok”ucap Yuna yang mulai memapah Hisyam
“Andika ,nanti bawain tas yang didalam ya ,”teriak Yuna dan dianguki oleh andika
“Kak mau kemana”
“Ke mobil dulu ,kepala Abang sedikit pusing,sampe in ke yang lain kalau kakak nemanin Abang istirahat dimobil ya”ucap yuna
“Ooh Okeh,Abang yakin gakpapa,atau kita pulang aja”ucap andika memastikan kondisi Hisyam
“Ngak papa kok,Cuman butuh istirahat sebentar”ucap Hisyam
Setelah sampai di mobil Hisyam menyenderkan kepalanya di paha Yuna
“Abang yakin gakpapa,atau kita kerumah sakit aja”ucap Yuna memijit kepala Hisyam
“Gak papa kok “ucap Hisyam yang memejamkan matanya
“Eh ngapain duduk tidur aja dulu”ucap Yuna
“Pengen liat kamu dulu”ucap Hisyam yang duduk menghadap Yuna
“Mm cantiknya bunda dari anak-anakku”ucap Hisyam mengelus pipi Yuna
“Ih apaan sih”ucap Yuna yang wajahnya sudah memerah
“Kamu janji ya kalau aku kenapa-kenapa kamu Gak nangis”
“Ih apaan sih ngomongnya,siapa juga yang bakal nangis ,”ucap Yuna tertawa
“Kamu jadi tidur Gak nih,kalau Gak aku keluar ya “ucap Yuna
“Iyah “ucap Hisyam yang mengeser tubuhnya dan merebahkan ke bahu Yuna
“Nanti leher Abang sakit tidur kayak gini”ucap Yuna
Karna posisi Hisyam tidur dibahu Yuna sambil melingkarkan tanganya di pinggang Yuna dan tangan yang satunya mengenggam tangan Yuna,tidak ada penolakan dari Yuna
Dan setelah sekian lama mereka tak sedekat ini akhirnya mereka kembali dekat
“Bang udah tidur”ucap Yuna yang tak bisa melihat kearah Hisyam karna Hisyam menyenderkan kepalanya tepat dileher Yuna
“Mm”hanya itu yang keluar dari mulut Hisyam
“Kamu kok lama bangat datangnya sih”ucap Yuna tiba-tiba
Namun tak ada jawaban dari Hisyam kecuali kata maaf yang keluar dari mulutnya dan ia semangkin mengeratkan pelukanya
“Ih Bang peluknya jangan kayak gini , aku yang susah nafas karna kamu meluk kuat gini”
Namun tak dihiraukan oleh Hisyam
“Bang tidurnya rebahan di paha aja ya”
2 menit
3 menit
5 menit
10 menit namun tetap Tak ada jawaban dari Hisyam hingga Yuna merasakan sesuatu yang basah mengalir di bahunya
Namun saat aera menyentuh itu iya sangat kaget