AERA SENA

AERA SENA
53.kaburnya nathan



Hisyam hanya diam ia benar-benar tak bisa mengendalikan perasaannya saat mendengar nama arkhan


Jam sudah menunjukan jam 1 dini hari tapi baik Hisyam dan aera masih membuka matanya


Mereka sibuk memainkan ponsel masing-masing tampa sepatah katapun


Namun tiba-tiba aera merebut ponsel hisyam


Yang membaut hisyam menoleh kearahnya


“Ngak boleh”tanya aera melihat tatapan Hisyam


Hisyam hanya diam tak menjawab


“Bang ini”ucap aera menyerahkan ponsel hisyam yang juga mati seperti ponselnya


“Ayok tidur lagi”ajak Hisyam


“Duluan aja Bang aku mau bikin mie instan”ucap aera berdiri dan berjalan perlahan keluar pintu


Sampai didapur Hisyam membantu aera yang akan memasak mie instan


“Abang Gak ikut makan “tanya aera yang melihat Hisyam hanya menemani aera makan


“Ngak kamu aja”ucap Hisyam


Aera memegang jari kelingking Hisyam dari awal duduk sampai ia selesai makan


Bahkan saat ia menuju kamar dan akan tidur aera masih saja memegangi jari keling Hisyam tak biasanya


“Ada apa”tanya Hisyam


Aera menaikan alisnya


“Ini ucap Hisyam mengangkat tanganya dan memperlihatkan aera yang masih memegang jarinya


“Ngak boleh”ucap aera yang langsung melepas tanganya


“Ngak gitu”ucap Hisyam


Namun aera sudah memunggi Hisyam


“Kok sensitif amat”ucap Hisyam mengelus-ngeluh punggung aera


Saat pagi menjelang Hisyam ketiduran dan tak tau sejak kapan aera meninggalkannya


“Mbok tadi aera pergi jam berapa”ucap Hisyam yang menuruni tangga dan berpapasan


“Ngak den mbok Ngak liat non aera”ucap mbok mayang


“Oke mbok”ucap Hisyam


Ia mendudukkan diri di sofa dan mencoba menelpon aera tapi tak diangkat


Karna bosan ia memilih menyalakan televisi dan menonton secara acak hingga ia terhenti disatu siaran melihat berita


“Seorang dokter yang telah diklarifikasi membunuh beberapa orang hari ini berhasil kabur saat tengah dalam perjalanan ke pengadilan”


“Nathan kabur?”Gumam hisyam


Hisyam langsung menghubungi aera namun tak kunjung di jawab oleh aera


“Ini anak kemana sih”gumam hisyam


“Dela”ucapnya lagi


Ia memutuskan menghubungi dela mungkin ia bisa mendapat kabar tentang aera dari dela


“Halo del,aera dirumah sakit”ucap hisyam khawatir


“Owh iya “ucap dela


“Lalu kenapa ia tak menjawab telpon saya”


“Dia sedang melakukan operasi,mungkin sebentar lagi selesai”ucap dela


“Oowh baiklah”ucap hisyam mematikan telponnya


Setidaknya ia tau bahwa aera berada di rumah sakit jadi ia merasa lega


Setelah 2 jam lebih hisyam memutuskan menelpon aera lagi tapi tak kunjung diangkat dan ketika hisyam mencoba menelpon lagi telponnya langsung tak aktif


Hisyam melihat jam di pergelangan tangannya “jam 2 siang ,mungkin dia masih ada kerjaan mangkanya telponnya dimatikan,positif hisyam”gumamnya


Ia mencoba mengalihkan pikirannya dengan melakukan pekerjaan yang masuk ke emailnya


Setelah 2 jam berkutik dengan leptopnya ia masih saja memikirkan aera


“Bagaimana jika nathan datang menemui aera”gumamnya dengan tatapan kosong


“Tapi kan aera berada ditempat yang rame”


Hisyam memutuskan menyusul aera kerumah sakit dari pada ia rusuh dengan pemikirannya


“Lebih baik memastikan langsung”ucapnya langsung keluar dan menuruni tangga


Saat sampai dirumah sakit ia mencoba menelpon aera lagi telponnya aktif tapi tak diangkat


“Maaf “ucap seseorang yang memakai pakaian serba hitam saat bertabrakan dengan hisyam


Hisyam juga ikut minta maaf pada orang tersebut


Tapi ketika ia menyadari suara orang tadi agak familier baginya ia tak melihat orang tersebut entah kemana cepat sekali hilangnya