
Hisyam hanya diam ia benar-benar tak bisa mengendalikan perasaannya saat mendengar nama arkhan
Jam sudah menunjukan jam 1 dini hari tapi baik Hisyam dan aera masih membuka matanya
Mereka sibuk memainkan ponsel masing-masing tampa sepatah katapun
Namun tiba-tiba aera merebut ponsel hisyam
Yang membaut hisyam menoleh kearahnya
“Ngak boleh”tanya aera melihat tatapan Hisyam
Hisyam hanya diam tak menjawab
“Bang ini”ucap aera menyerahkan ponsel hisyam yang juga mati seperti ponselnya
“Ayok tidur lagi”ajak Hisyam
“Duluan aja Bang aku mau bikin mie instan”ucap aera berdiri dan berjalan perlahan keluar pintu
Sampai didapur Hisyam membantu aera yang akan memasak mie instan
“Abang Gak ikut makan “tanya aera yang melihat Hisyam hanya menemani aera makan
“Ngak kamu aja”ucap Hisyam
Aera memegang jari kelingking Hisyam dari awal duduk sampai ia selesai makan
Bahkan saat ia menuju kamar dan akan tidur aera masih saja memegangi jari keling Hisyam tak biasanya
“Ada apa”tanya Hisyam
Aera menaikan alisnya
“Ini ucap Hisyam mengangkat tanganya dan memperlihatkan aera yang masih memegang jarinya
“Ngak boleh”ucap aera yang langsung melepas tanganya
“Ngak gitu”ucap Hisyam
Namun aera sudah memunggi Hisyam
“Kok sensitif amat”ucap Hisyam mengelus-ngeluh punggung aera
Saat pagi menjelang Hisyam ketiduran dan tak tau sejak kapan aera meninggalkannya
“Mbok tadi aera pergi jam berapa”ucap Hisyam yang menuruni tangga dan berpapasan
“Ngak den mbok Ngak liat non aera”ucap mbok mayang
“Oke mbok”ucap Hisyam
Ia mendudukkan diri di sofa dan mencoba menelpon aera tapi tak diangkat
Karna bosan ia memilih menyalakan televisi dan menonton secara acak hingga ia terhenti disatu siaran melihat berita
“Seorang dokter yang telah diklarifikasi membunuh beberapa orang hari ini berhasil kabur saat tengah dalam perjalanan ke pengadilan”
“Nathan kabur?”Gumam hisyam
Hisyam langsung menghubungi aera namun tak kunjung di jawab oleh aera
“Ini anak kemana sih”gumam hisyam
“Dela”ucapnya lagi
Ia memutuskan menghubungi dela mungkin ia bisa mendapat kabar tentang aera dari dela
“Halo del,aera dirumah sakit”ucap hisyam khawatir
“Owh iya “ucap dela
“Lalu kenapa ia tak menjawab telpon saya”
“Dia sedang melakukan operasi,mungkin sebentar lagi selesai”ucap dela
“Oowh baiklah”ucap hisyam mematikan telponnya
Setidaknya ia tau bahwa aera berada di rumah sakit jadi ia merasa lega
Setelah 2 jam lebih hisyam memutuskan menelpon aera lagi tapi tak kunjung diangkat dan ketika hisyam mencoba menelpon lagi telponnya langsung tak aktif
Hisyam melihat jam di pergelangan tangannya “jam 2 siang ,mungkin dia masih ada kerjaan mangkanya telponnya dimatikan,positif hisyam”gumamnya
Ia mencoba mengalihkan pikirannya dengan melakukan pekerjaan yang masuk ke emailnya
Setelah 2 jam berkutik dengan leptopnya ia masih saja memikirkan aera
“Bagaimana jika nathan datang menemui aera”gumamnya dengan tatapan kosong
“Tapi kan aera berada ditempat yang rame”
Hisyam memutuskan menyusul aera kerumah sakit dari pada ia rusuh dengan pemikirannya
“Lebih baik memastikan langsung”ucapnya langsung keluar dan menuruni tangga
Saat sampai dirumah sakit ia mencoba menelpon aera lagi telponnya aktif tapi tak diangkat
“Maaf “ucap seseorang yang memakai pakaian serba hitam saat bertabrakan dengan hisyam
Hisyam juga ikut minta maaf pada orang tersebut
Tapi ketika ia menyadari suara orang tadi agak familier baginya ia tak melihat orang tersebut entah kemana cepat sekali hilangnya