
Saat mobil berhenti Hisyam sudah lari keluar hingga membuat deiji juga keluar karna heran dengan Hisyam
“Aera”ucap Hisyam memeluk seorang wanita
Hingga wanita yang dipeluk juga ikut kaget
“Maaf apa anda salah orang “
“Aera kamu masih hidup,aera ini benaran kamu”ucapnya dengan mata memerah menahan air mata
Deiji yang kaget pun hanya diam karna wanita ini benar-benar mirip dengan sosok aera
“Maaf jaga batasan anda”ucap mendorong tubuh Hisyam
“Aera ini aku Hisyam”ucapnya memegang tangan wanita itu
“Saya bukan aera tapi saya Yuna”ucapnya menepis tangan Hisyam
“Ra ini aku ,aku yakin kamu aera bukan Yuna Yuna yang kamu bilang ucap Hisyam kekeh
“Lihat” ucap Yuna mengeluarkan kartu identitasnya
“Kim Yuna”ucap Hisyam
“Ngak Ngak kamu pasti memalsukan identitas kamu kan”ucap Hisyam bersikeras mengatakan Yuna adalah aera
“Jangan menarik-narik tangan bunda kami”ucap young rae dengan teriakannya saat bundanya sudah mulai risih dengan orang yang memeluk bundanya tampa permisi
Hisyam menengok ke sumber suara
“Bunda”ucap Hisyam kaget
“Ya bunda,saya sudah menikah dan mempunyai anak,jadi saya bukan orang yang anda kenal”ucap Yuna ketus
“Ayok sayang”ucap Yuna ketika taksi yang ia tunggu sudah datang
Hisyam masih diam dengan tatapan kosong mendapat kejutan hari ini
“Syam”ucap deiji menyadarkan lamunan Hisyam
“Mungkin dia hanya orang yang mirip dengan aera,dia sudah memiliki keluarga dan anak syam”ucap deiji menenangkan Hisyam yang masih sok
“Toh dia sudah menunjukkan buktinya “
“Ngak,dia pasti aera gue”ucap Hisyam yang masih kekeh
“Bunda are you oke”ucap young rae
“Yes I am oke dear”ucap bunda nya tersenyum
“Bunda itu om yang aku tabrak waktu di bandara”
“Apa bunda mengenalnya”
“Bandara “ucap Yuna
“Tidak sayang bunda tak mengenalnya ,mungkin ada seseorang yang ia kenal mirip dengan bunda”ucap Yuna menjelaskan pada sara
“Kita putar arah deiji,ikuti taksi tadi”ucap Hisyam dengan wajah datar
Tampa bantahan deiji langsung memutar mobil dan mengejar taksi tadi sebelum hilang
Karna mobil yang pelan deiji berhasil mengikuti mobil itu sampai ke sebuah apartemen
“Syam lu mau apa”ucap deiji mencegah Hisyam turun ia takut Hisyam melakukan hal aneh
“Tunggu aja sebentar ,gue baik-baik aja kok”ucap Hisyam langsung turun
Deiji yang tak yakin memilih mengikuti Hisyam
“Lantai 5 ucap Hisyam melihat lift yang dinaiki Yuna bersama sara dan young rae
Dengan segera Hisyam lari ke lantai lima mengunakan tangga darurat
“Gila”ucap deiji yang menyusul Hisyam
Yuna kaget melihat Hisyam yang keluar bersamaan dengan lift yang terbuka
Dengan nafas ngos ngosan dan penuh keringat Hisyam mendekat kearah Yuna
“Saya,”ucap Hisyam berusaha mengatur nafasnya
“Saya ingin”
Yuna yang bingung dengan Hisyam hanya melewati dan berjalan cepat
“Saya “ucap Hisyam yang tak bisa melanjutkan nafasnya dan jatuh pingsan
“Bunda”ucap sara berhenti
“Om itu “tunjuknya yang melihat Hisyam tumbang dilantai
Hisyam benar-benar dehidrasi dengan berlari dari lantai satu ke lantai lima tampa memikirkan kondisi tubuhnya
“Ya Allah,”ucap Yuna mendekati Hisyam
Walau ia merasa terancam ia masih memiliki hati untuk menolong sesama
“Syam”teriak deiji yang baru sampai
“Syam,”ucap deiji menepuk-nepuk pipi Hisyam tapi tak ada respon dari Hisyam
“Mbak,ini teman saya kenapa”tanya deiji
“Tadi omnya mau ngomong,trus tiba-tiba pingsan”ucap sara
“Mas bawa ke apartemen saya aja dulu”ucap Yuna
Dengan susah payah deiji membopong tubuh Hisyam ke apartemen milik Yuna
Jangan lupa like dan vote