AERA SENA

AERA SENA
86.



Hisyam terdiam kenapa banyak orang yang sangat mirip yang ia temui


“Om silahkan minum”ucap sara menyerahkan sebuah susu pisang pada Hisyam


“Terimakasih”ucap Hisyam tersenyum


“Wahh om,om apa om jalan-jalan kesini”ucap sara


“Iya om jalan-jalan”ucap Hisyam


“Uncle sekarang bukan uncle yang paling tampan tapi ini lebih tampan dari uncle”ucap sara


“Yaa bagaimana princes uncle lebih membela orang lain dari pada uncle”


“Uncle ngambek ya sama inces”ucap yoojun melipat tanganya


“Sorry uncle,sara sayang uncle”ucap sara mendekat kearah yoojun dan memeluknya


“Jadi siapa yang paling tampan “tanya yoojun


“Uncle yang paling kiyowo “ucap sara tertawa


Hisyam hanya melihat interaksi dua orang itu


Dia benar-benar memiliki karakter yang bertabrakan dengan arkhan yang ia kenal


“Arkhan I back”teriak seseorang yang melangkahkan kakinya masuk


“Gue bawain makanan ,tadi Abis dari tempat eoni”ucap orang itu tampa memeperhatikan sekitarnya


“Arkhan lu di suruh eonni nanti berisin masalah di aprtemen lama”ucap orang tersebut


Nafas Hisyam naik turun mendengar suara yang familier itu


Hisyam membalikkan badannya dan menatap sumber suara


“Bg Hisyam “ucapnya ter bata bata


Mata Hisyam memerah menahan emosi karna dibohongi habis habisan oleh arkhan hingga iya mempercayai bahwa akrhan adalah yoojun


“Young rae ,sara masuk kamar dulu ya,uncle mau bicara urusan orang dewasa”ucap andika menyuruh kedua anak itu masuk kamar


Hisyam menarik kerah baju arkhan dan memukulnya membabi buta


“Kenapa kamu membohongi saya”teriak Hisyam dan mendekat kearah akrhan dan hendak memukul arkhan lagi tapi ditahan oleh andika


“Bg “ucap andika memegang Hisyam


Namun Hisyam juga memukul andika hingga ia terpental


“Apakah Yuna itu aera”ucap Hisyam menatap andika


Andika hanya diam tampa menjawab


“Jawab saya”teriak Hisyam


Namun tangan tersebut ditempis oleh Hisyam dan kembali memukul arkhan


Hingga terjadi lah perkelahian antara Hisyam dan arkhan ,andika sudah semaksimal mungkin memisahkan namun ia tak mampu memisahkan dua orang tersebut


Hingga suara teriakan seorang wanita mengalihkan perkelahian tersebut


“Saya bisa melaporkan anda kepolisi karna sudah membuat keributan dirumah saya”ucap Yuna menunjuk kearah Hisyam


Mata Hisyam memerah mantap wanita yang sedang menunjuknya


Ia tak tahu kata apa yang harus ia ungkapkan,ia tak tahu kenapa aeranya melakukan ini semua padanya


“Aera apakah begitu bencinya kamu sama Abang hingga menyiksa Abang seperti ini”ucap Hisyam menatap manik mata yang menatapnya tajam


Kudua orang tersebut hanya menunduk


“Aku sudah mengetahui semuanya”ucap Hisyam mendekat kearah Yuna


“Kenapa Ra kenapa kamu melakukan ini semua”


“Pergi keluar”ucap arkhan menarik tangan Hisyam


“Lepas “teriak Hisyam dan mendorong Arkhan


“Kenapa kalian membohonggi saya”teriak Hisyam


“Kamu tahu betapa menderita saya ketika mengetahui kehilangan kamu”teriak Hisyam pada Yuna


“Kamu tahu berapa tahun yang saya butuhkan untuk bisa berjalan keluar rumah”


“Kamu tahu berapa tahun saya harus minum obat dan selalu berkonsultasi ke sikolog”


“Kenapa kamu melakukan semuanya”


“Kamu tahu gilanya saya tak bisa menerima kenyataan “


“Kenapa kamu membohonggi saya”teriak Hisyam dengan air mata yang sudah mengalir deras di matanya


“Kamu lebih kejam dari psikopat aera”


“Lebih baik kamu membunuh saya seperti yang kamu lakukan pada nathan,dari pada kamu memperlakukan saya seperti ini”ucap Hisyam memegang pergelangan tangan Yuna


Yuna menepis tangan Hisyam hingga terlepas dari genggaman Hisyam


Yuna menatap mata yang menatapnya tajam


“Anda ingin tahu alasan nya”ucap Yuna


“Arkhan perlihatkan jawaban yang dia inginkan”ucap Yuna masih menatap tajam Hisyam


Arkhan membawa sebuah leptop dan memutar sebuah vidio yang memperlihatkan seseorang sedang merusak rem sebuah mobil


“Anda pasti mengenal mobil itu”ucap Yuna