
“Sudahlah jangan menangis”
“Mari melakukan banyak kebahagian bersama putra putri kita”
Yuna mengelengkan kepalanya
“Kamu pasti sembuh,ayo lakukan operasi”ucap Yuna mengengam tangan Hisyam
“Jangan mempersingkat waktuku”ucapnya sambil mengelus kepala Yuna
“Aku hanya ingin jalan-jalan ber emapat dengan kalian,aku hanya ingin merasakan kebahagian untuk terakhir kalinya”
Hisyam menghapus air mata Yuna
“Terimakasih telah melahirkan mereka”
…..
Satu minggu kemudian hisym sudah keluar dari rumah sakit,tapi dia harus melakukan banyak istirahat
“Bunda,ayah tinggal dirumah kitakan”ucap sara
“Iya dong kan ayah pengen main sama princes ayah ,dan jagoan ayah”ucap Hisyam mencium sara dan youra
“Jadi kapan kita piknik lagi yah”
“Mm minggu depan bagaimana”ucap Hisyam
“Setuju”ucap youra dan sara bersamaan
Youra bukan lagi menjadi anak yang irit bicara dia lebih banyak bicara saat bersama Hisyam
Sesampai dirumah Yuna langsung menyuruh Hisyam untuk istirahat karna tak ingin Hisyam kenapa-kenapa
“Apa mama sudah tahu”ucap Yuna
Hisyam hanya membalas dengan anggukan
“Apa tak masalah jika mama tak menemanimu”
“Kan ada kalian “ucap Hisyam
“Mm,istirahat lah,aku akan membagunkan Mu setelah makanan selesai”ucap Yuna setelah menarik selimut untuk Hisyam
“Tak bisakah kamu tersenyum”ucap Hisyam menahan tangan Yuna yang akan beranjak
Yuna menatap Hisyam yang juga menatapnya
dia berusaha tersenyum dan beralih pergi untuk menyiapkan makanan
Sebenarnya mamanya sudah berada di Korea ,tapi ia melarang untuk kesini karna hanya akan membuat Yuna terluka
2 jam telah berlalu tapi Hisyam tak bisa memejamkan matanya dan memilih keluar untuk mencari Yuna
“Aku akan bantu”ucap Hisyam mengangkat makanan kemeja
“Kok cepat bangat bangunnya”
“Gak bisa tidur”ucap Hisyam
“Kalau gitu kamu duduk aja”ucap Yuna mendorong Hisyam ke meja makan
Setelah semuanya tertata rapi Yuna beralih ke kamar sara karna mereka pasti disana
“Yeey makan”ucap sara berlari
Sara juga memanggil deiji yang dari tadi duduk di ruang tamu
“Ayah tau Gak kalau masakan bunda itu enak bangat”ucap sara
“Benar yah”ucap youra
“Benarkah kalau gitu ayah akan makan banyak”ucap Hisyam tersenyum
“Mari makan”
Tak terasa siang telah berganti malam dan semua orang telah memasuki kamar mereka tapi berbeda dengan dua orang yang masih duduk di bangku taman menikmati secangkir teh
“Jadi kamu belajar masak dimana”ucap Hisyam menatap Yuna
“Gak bajar,udah bisa dari dulu”ucap Yuna
“Trus kenapa kamu dulu Gak pernah masak buat aku”
“Sibuk”ucap Yuna
“Tapi masakan kamu enak”ucap Hisyam tersenyum
Mmm
Hisyam merebahkan kepalanya diatas paha yuna yang membuat yuna kaget tapi yuna tak menolaknya
“Nanti tolong jaga anak-anak ya”
“Dan kamu juga harus sehat Gak boleh terlalu sibuk”ucap Hisyam tampa menatap Yuna
“Bisa Gak kamu Gak bicara yang aneh-aneh “
ucap Yuna yang reflek mendorong Hisyam hingga jatuh
“Aww”ucap Hisyam yang jatuh kerumput
“Kamu bisa Gak sih ,Gak usah overthiking mulu,bisa Gak sih kamu pikir kalau masih ada peluang untuk sehat ,kenapa yang ada dipikirkan kamu itu hanya akan meninggalkan kami”ucap Yuna yang memulai terisak dengan tangis nya
Hisyam memilih memeluk Yuna tampa mengeluarkan separuh katapun
“Maaf”ucap Hisyam