AERA SENA

AERA SENA
26.kantor Hisyam



“sudah ya,jangan marah lama-lama gak baik”ucap hisyam mengusap punggung aera


“tenang saja ,abang tak akan melakukan itu,abang masih ingat pesan papa kok”ucap hisyam melepas pelukkannya


Aera hanya diam mendengar semua yang dikatakan hisyam


Saat keduanya merebahkan diri aera membuka suaranya karna ada beberapa yang berputar-putar dikepalanya


“abang tau gak,tadi ada pasien anak kecil yang harus melaksanakan operasi ,tapi keluarganya gak ada uang untuk melakukan operasi itu”ucap aera dan hisyam masih menyimak setiap kata yang keluar dari mulut aera terlihat raut sedih dari wajah aera saat berbicara


“jadi aku pakai uang yang dikartu black card abang buat bayarin operasi dan perawatannya,apa abang marah uang abang aera pakai”tanya aera menatap hsiyam


Hisyam tersenyum papanya gak salah pilih,istrinya ini memiliki hati yang sangat baik


“uang itu milik kamu ra,bukan abang,jadi mau kamu pakai buat apa pun itu terserah kamu”ucap hisyam


“tapi kan”ucap aera namun kata katanya tak berlanjut karna distop oleh hisyam


“dengar ya selagi itu baik menurut kamu,abang pasti dukung semua keputusan kamu”ucap hsyam


“trus ya bang tadi ada anak kecil korban tabrak lari kasian bangat”ucap aera


Dan tanpa sadar mereka terlelap setelah berbagi cerita keseharian mereka


Dua minggu telah berlalu dan mama bela masih berusaha mendekatkan nisa dan hisyam dari berbagai cara yang sudah dilakukan


Seperti hari ini nisa datang kekantor hisyam membawakan hisyam masakan buatanya


“assalamualaikum kak”ucap nisa memasuki ruangan hisyam


Deiji melirik wanita yang beberapa kali datang keruangan hisyam


“kak aku bawa bekal makan siang buat kakak”ucap nisa tersenyum


“bawa makanan kamu keluar dan silahkan pergi dari ruangan ini,karna saya sangat sibuk”ucap hisyam tanpa menatap ke arah lawan bicara


Namun nisa seakan tahan banting walau diperlakukan tak baik oleh hisyam iya seakan sudah kebal dan tak berhenti mengambil hati hisyam


Deiji yang melihat itu seakan jengkel karna wanita ini terlalu percaya diri mendekati hisyam


“apakah kamu tak mendengar ucapan saya,saya sibuk silahkan keluar ,dan saya tak akan memakan apa yang kamu bawa karna saya hanya akan memakan makanan yang dibuat oleh istri saya”ucap hisyam kesal degan sikap nisa


“apa yang kamu mau dari saya”ucap hisyam menatap nisa


“aku ingin apa yang diinginkan tante bela”ucap nisa tanpa malu mengeluarkan kata-kata yang tak mencermin jilbab syari yang iya kenakan


Hisyam tersenyum sinis menatap nisa begitupun dengan deiji


“apakah kamu tak takut dicap pelakor oleh banyak orang”ucap hisyam


“aku bukan pelakor kak,aku hanya menuruti permintaan tante bela”ucap nisa tanpa malu


Percakapan hisyam dan nisa terhenti karna ada ketukan pintu dari luar


“masuk “ucap hisyam memberitahukan orang yang diluar untuk masuk


Hisyam kaget dengan orang yang baru memasuki ruangan tersebut


“ra”ucap hisyam kaget melihat aera


Ia takut aera salah paham dengan keberadaan hisyam


“kok muka kalian tegang amat”ucap aera mendekati hsiyam


Hsiyam hanya diam tak menjawab


Namun mata aera tertuju pada satu orang yang duduk disofa ruangan itu


“siang kak,”sapa nisa pada aera dengan tersenyum


“saya masih 22 tahun dan anda lebih tua dari saya jadi panggil aera saja”ucap aera


“ra aku bisa jelasin”ucap hisyam takut salah paham