
“Hisyam”teriak mama bela sehingga membuat mang diman dan mbok mayang yang diluar bergegas kedalam rumah setelah mendengar teriakan mama bela
“Astagfirullah “ucap mbok mayang yang melihat Satria dibawah tangga dengan darah yang mengalir dari kepalanya
“Mang ayo kerumah sakit “ucap mama bela
Hisyam diangkat oleh satpam dan mangdiman menuju mobil
“Ya Allah nak”ucap mama bela menagis melihat darah yang semangkin banyak mengalir di kepala Hisyam
“Mang cepatan mang”ucap mama bela
Sampai dirumah sakit pihak rumah sakit segera mengangkat dan meletakkan Hisyam di brankar dan segera membawanya ke ugd
“Buk yang sabar ya buk,insaallah den Hisyam baik-baik saja”ucap mbok mayang menengkan mama bela
“Mbok Hisyam mbok”ucap mama bela yang benar-benar lelah melihat kondisi Hisyam
Semangkin hari bukan membaik tapi semangkin memburuk
Putranya itu terlihat sangat kurus sekarang
“Dok bagaimana keadaan anak saya”ucap mama bela yang melihat dokter yang menangani Hisyam
“Anak ibu hanya menagalami luka ringan ,beliau juga sudah sadar”
“Tapi”
“Tapi apa dok”ucap mama bela khawatir
“Saya sarankan anak ibu dibawa konsultasi sama psikolog buk”ucap dokter itu hati-hati
Mama bela hanya diam tak menjawab ia langsung masuk ke ruangan hisyam untuk melihat kondisi putranya
“Apa yang sakit nak”ucap mama bela
Hisyam hanya diam dengan tatapan kosong,air matanya mengalir begitu saja
“Sayang ada apa”ucap mama bela melihat anaknya yang tiba-tiba menangis
“Kenap sesakit ini rasanya ma”ucap Hisyam
“Kenapa sakit sekali”ucap Hisyam memukul dadanya
“Kenapa sakit ma”
“Jangan siksa terus badan kamu nak”ucap mama bela menghentikan Hisyam yang memeukul dadanya
“Kenapa sakit sekali rasanya ma,kenapa sakit sekali kehilangan aera”
“Mama paham nak ,bagaimana rasany kehilangan orang yang kita cintai,tapi kamu Gak boleh gini terus kamu harus bangkit ,kamu harus kuat”
“Kalau kamu gini terus ,mama gimana syam,apa kamu Gak kasian sama mama”ucap mama bela memegang tangan putranya
“Mama hanya punya kamu syam jangan begini nak,aera juga Gak ingin kamu gini”
“Mama mohon kamu harus kuat”
Hisyam terdiam dengan omongan mamanya
”iklasin aera nak,biar aera tenang”
…
4 bulan sudah berlalu hisyam sudah sedikit membaik tapi ia seperti kutub utara yang irit bicara
“Nak hari ini ada jadwal ke psikolog kamu Gak lupakan”ucap mama bela mengingatkan hisyam
Ya hisyam sedikit pulih dengan konsultasi 2 kali sebulan dan dengan bantuan beberapa resep obat
“Iya ma”ucap hisyam
“Apa kamu yakin hari ini mau kekantor”
Hisyam hanya mengangguk sambil mengancingkan lengan kemejanya
Hisyam mencium tangan mamanya dan melangkahkan kakinya keluar rumah
“Pagi pak”ucap karyawan yang berpapasan dengan hisyam
Hisyam hanya mengangguk dengan wajah datar tampa tersenyum sedikitpun
Berbeda sekali dengan hisyam yang dulu
“Pagi pak”ucap deiji yang melihat hisyam datang kekantor setelah cukup lama
Hisyam hanya mengangguk dan langsung menduduki kursi kebesarannya
“Ini jadwal hari ini”ucap deiji menyerahkan map yang dipegangnya pada hisyam
Hisyam membaca dengan seksama dan tak ada mimik wajah yang tergambar dari wajah hisyam
“Apa meetingnya diluar kantor?”ucap hisyam
Deiji Hany mengangguk menjawab pertanyaan hisyam
“Ayo berangkat sekarang “ucap hisyam yang melangkah kan kakinya keluar dati ruangannya