AERA SENA

AERA SENA
94.



1 bulan kemudian


Setelah kejadian waktu itu Hisyam tak pernah lagi datang dan menemui yuna


“Setelah dia tahu bahwa si twins anaknya ,kenapa dia tak pernah menemui anaknya”omel yuna yang akan keluar rumah untuk berangkat kerja


Andika yang tak sengaja mendengar itupun tersenyum


“Anaknya yang mau atau ibunya yang ingin ketemu”celetuk andika pada kakaknya


Yuna menghentikan langkahnya dan menatap tajam andika


Hehehe


“Si twins jangan lupa dijemput”ucap Yuna dan berlalu pergi


Dan dijawab dengan ancungan jempol oleh andika


Di sisi lain arkhan disibukkan oleh bisnis kecil yang ia lakukan


“Uncle”teriak sara saat andika datang


Anak perempuan dengan rambut panjang itu berlari kearah andika tampa memperdulikan you rae


“Sara”teriak andika yang melihat mobil melaju kearah sara yang berlari tampa melihat jalan


Brakk


Tubuh seseorang melayang keatas dan sara yang terlempar ke pinggir jalan


Andika yang melihat sara didorong dan terlempar ke pinggir jalan segera mendekati keponakannya dan memastikan keadaannya begitupun young rae berlari kearah sara


“Om sakit”ucap sara menagis karna lutut dan tangannya terluka


Andika segera mengendong sara dan memastikan keadaan orang yang telah menolong sara


Namun karna kerumunan andika kesulitan menembusnya dan memutuskan untuk membawa keponakannya ke mobil


“Sara tahan dulu ya,uncle mau nolongin orang yang nolongin kamu”


“Young rae jagain nuna ya”ucap andika dan mendapat anggukan dari young rae


Andika memaksa menembus kerumunan itu untuk memastikan orang itu baik-baik saja


Andika kaget saat melihat banyak darah yang keluar dari kepala orang itu


Andika yang tak bisa melihat wajah orang itu karna posisinya membelakangi andika


Saat andika mendekat dan melihat wajahnya nafas andika naik turun karna yang tergeletak adalah Hisyam


“Tolong”teriak andika


“Tolong angkat ke mobil saya”teriak andika minta tolong,karna darah yang mengalir dari kepala Hisyam semangkin banyak


“Tapi ambulans sedang dijalan”ucap seseorang


“Jika menunggu ambulans kakak saya Gak akan tertolong”teriak andika


Tampa menunggu lama beberapa orang membantu mengangkat tubuh Hisyam dan memasukkan kedalam mobil


Andika langsung melajukan mobilnya ke rumah sakit terdekat


Sara yang melihat siapa yang menolongnya pun semangkin menangis karna melihat kondisi Hisyam yang berlumuran darah


“Nuna jangan nangis trus,kita akan kerumah sakit nanti uncle nyetirny Gak fokus”ucap young rae berusaha menguatkan nunanya


Dilain sisi Yuna yang sedang meeting dengan para karyawannya menerima telpon dari andika


“Kak sara kecelakaan aku akan serlok rumah sakitnya”ucap andika dan belum sempat Yuna menjawab telpon pun terputus


“Buk”ucap para karyawan yang memegang tubuh Yuna yang hampir jatuh


Tampa memperdulikan keadaan sekitar Yuna mengambil kunci mobil dan berlari ke arah mobilnya


Yuna berlari dengan air mata yang sudah membasahi wajahnya


Ia juga tak peduli orang yang menatapnya berlari sambil menangis


Baginya memastikan keadaan malaikat kecilnya adalah yang sangat ingin ia lihat sekarang


Sampai dirumah sakit beberapa perawat berlari sambil mendorong brangkar kearah andika untuk membawa Hisyam agar ditangani dokter


Tak berapa lama Yuna juga sampai dirumah sakit dan segera berlari kearah ruangan tempat sara diobati


“Sayang”ucap yuna memeluk putrinya


“Kamu gakpapa”ucap Yuna menghapus air matanya yang melihat kaki putrinya diperban


“Kata dokter sara hanya mengalami luka ringan kak”ucap arkhan yang lebih dulu datang dari Yuna


“Andika dimana”ucap Yuna yang tak melihat andika disana


“Andika sedang menunggu orang yang telah menolong sara kak”


Bersambung…..


Jangan lup vote komen and like👌🏻👌🏻👌🏻👌🏻