
Saat Hisyam memasuki ruangan tersebut Aera masih menekuk kepalanya
“Ayok kita pulang”ucap Hisyam
Aera mengangkat kepalanya
“Apa mataku merah”tanya aera
“Sedikit “ucap Hisyam
“Aaa aku tak mau kelaur nanti mereka menertawaiku karna habis menangis”ucap aera yang merengek pada Hisyam
Hisyam benar-benar kaget dengan sikap aera hari ini
“Mereka tak akan menertawaimu”ucap Hisyam
“Ngak mau Ngak mau”ucap aera
Hisyam menarik nafas kasar
“Sini in jas kamu”ucap hisym meminta jas yang berada disamping aera
Hisyam menyelimuti aera dengan jasnya sendiri lalu hisyam dengan sigap mengangkat aera
“Eh Abang malu diliatin orang”ucap aera yang kemabali protes
“Katanya malu karna matanya merah,jadi kalau kayak gini Gak akan keliatan matanya sama orang,tadi Abang juga bilang kamu sakit”ucap hisyam
Sebelum aera protes lagi Hisyam segera berjalan kelaur sehingga aera membenamkan kepalanya ke dada hisyam dan menguatkan pengangannya
Tiga orang itu menatap sekilas hisyam yang mengendong aera dan kembali fokus pada pembicaraan mereka
Saat melewati beberapa karyawan banyak yang berbisik-bisik melihat hisyam yang mengendong aera
Hisyam segera menjalankan mobilnya setelah meraka memasuki mobilnya dan aera hanya diam tak mengeluarkan suara sesekali hisyam melirik aera yang bersikap kekanak-kanakan hari ini
Sampai dirumah aera segera menemui mbok mayang minta dibuatin bubur ayam
Dan ia menyusul hisyam yang lebih dulu kekamar
“Bang pinjam hp”ucap aera tiba-tiba
“Itu “ucap hisyam melirik telpon yang ia taro diatas meja
Hisyam hanya fokus membuka bajunya dan tak peduli juga apa yang aera lakukan pada ponselnya
“Bang coba pake ini”ucap aera menyerahkan baju kaos berwarna hitam pada hisyam
Hisyam memakainya tanpa banyak protes
“Wah tampan”ucap aera melihat penampilan hisyam
Aera memutar bola matanya mendengar jawaban hisyam
“Bang sini deh”ucap aera menarik tangan Hisyam
“Temanin tidur”ucap aera yang memegang jari kelingking Hisyam
Entah kenapa aera dua hari ini tak bisa tidur kalau tidak memegang jari kelingking Hisyam
Hisyam menurut saja atas permintaan aera karna jujur ia begitu senang ketika aera banyak berinteraksi denganya
Tak berapa lama aera langsung tertidur pulas seperti anak kecil
“Permisi”ucap seseorang mengetuk pintu kamar Hisyam
Ia langsung bangkit untuk membuka pintu
“Ini den pesanan non aera”ucap mbok mayang membawa bubur Ayam
“Aera minta ini tadi mbok”tanya Hisyam
“Iyah den”
“Tapi aera tidur mbok”ucap Hisyam
“Oowh yaudah nanti aja pas bangun mbok kasih”ucap mbok mayang membawa kembali bubur ayam aera
Hisyam menelpon Angga untuk menanyakan hasil rencananya
“Oowh gitu,baiklah nanti kabari gue ketika ponsel pemiliknya hidup”ucap Hisyam dan mematikan telponnya
“Ia memilih kelaur kamar dan berenang karna sudah lama ia tak berenang”
Tapi baru sebentar ia berenang ia sudah mendengar teriakan aera dari lantai 2 memanggil namanya
“Den non aera nyariin aden,dia juga Gak mau kesini”ucap mbok mayang yang mendekati Hisyam dikolam renang
Hisyam menganti celanya dulu sebelum keatas karna tak mungkin ia basah-basah keatas
Saat sampai dikamar ia mendapat tatapan tajam dari aera
“Kenapa Abang ninggalin aku ha”
“Kenapa Abang biar in aku sendiri disini”
“Kenapa Abang ninggalin aku”ucap aera bertubi-tubi pada Hisyam
“Iyah tadi karna kamu tidur Abang mutisin berenang dibawah ,karna bosan kamu juga tidur”ucap hisyam
“Oowh jadi Abang bosen nemanin aku”ucap aera yang matanya sudah berkaca-kaca