AERA SENA

AERA SENA
33.alergi aneh itu lagi



“Emang saya salah apa ha kamu pukul pake bantal bertubi-tubi gitu”tanya Hisyam


Dan itu semua membuat kekesalan aera pada Hisyam meningkat berkali-kali lipat,sehingga aera kembali menghujani Hisyam dengan memukul bantal kepada Hisyam ,Hisyam tak menghindar juga tak membalasnya namun iya menahan bantal yang digunakan aera


Saat aera berusaha menarik bantal tersebut Hisyam melepaskannya begitu saja dan alhasil aera jatuh sendiri kelantai bersama bantal yang iya pegang


“Senjata makan tuan”ucap hisyam iya ingin sekali tertawa tapi iya menahannya


“Kenapa muka kamu merah bangat “ tanya hisyam melihat wajah aera yang merah namun hisyam tak melihat bahwa seluruh permukaan kulit aera memerah


Aera tak tau dirinya kenapa tapi rasanya iya ingin menangis saat menatap hisyam yang mencemoohnya


Mata aera berkaca-kaca menatap seorang hisyam


“Eh”ucap hisyam kaget melihat mata aera yang berkaca -kaca seperti akan menangis


“Abang tadi Gak bermaksud kok ngelepasin bantalnya”ucap hisyam mendekati aera


Namun air mata aera sudah mengalir di pipinya entah mengapa iya ingin menangis sambil berteriak tapi iya tak tau apa yang membuatnya menagis sepeti ini,tapi iya juga sangat kesal pada hisyam


Saat aera berdiri dan melangkahkan kakinya menuju toilet hisyam menahan tangannya,ia tak akan membiarkan aera menagis di toilet


“Kamu kalau pengen nangis disini aja,ngapain ketoilet segala “ucap hisyam


Aera yang berusaha menahan tangisnya pun pecah ,iya sampai terisak menangis namun hisyam hanya menatapnya tanpa berusaha menghentikan tangis itu atau sedikit membuat suasana hati aera membaik


Aera melipat kedua lututnya dan menangis sambil menyembunyikan kepalanya di kedua lututnya


Namu aera mengelengkan kepalanya tanda tidak


“Jika tidak lalu apa yang membuatmu menangis ,apa karna bantal tadi ,saya rasa tidak ,itu tak akan membuat kamu menangis,karna ditampar mama saja kamu tak menagis sedikitpun “ucap hisyam dengan enteng tanpa memikirkan perasaan aera


“Sudahlah lihatlah kaki dan tangan kamu juga ikut merah”ucap Hisyam melihat kaki dan tangan aera yang juga merah


Hisyam ingin menenangkan aera dan membuat tangisnya reda tapi menginggat aera yang dengan senang hati memeluk dua manusia tadi membuat hati Hisyam kesal kenapa pada dirinya aera menimbulkan reaksi yang berlebihan


Hisyam membuang nafasnya kasar karna ini sudah 10 menit aera menangis tapi belum ada tanda-tanda tangis itu berhenti


Hisyam memegang tangan aera untuk mengangkat kepalanya untuk menghadap padanya namun aera menarik tangannya membuat kekesalan Hisyam bertambah


Hisyam membuka pintu kamar dan meninggalkan aera sendiri didalam kamar tersebut ia tak ingin kekesalannya akan melukai hati aera


Setalah cukup lama aera baru menyadari alergi anehnya itu kambuh ,ini yang menbuat suasana hati nya buruk dan kulitny terasa sakit dipegang orang lain


Aera berjalan keluar kamar untuk menuju ruang tamu mengambil obat ,karna iya menaruh semua obat disana


Ia seperti orang bodoh yang menangis tanpa henti dan ditambah Hisyam yang meninggal kanya


Hisyam yang baru masuk merebut obat yang dipegang oleh aera


“Obat apa lagi ini”ucap Hisyam yang langsung emosi karna iya pikir itu adalah obat yang dikonsumsi oleh aera beberapa bulan lalu


Aera kembali kekamar untuk mengambil hpnya dan menulis sesuatu karna tengorokan ya sangat sakit