
“Nggak tau”ucap aera
“Kamu yakin”tanya Hisyam sekali lagi
Aera hanya mengangguk tak menjawab
“Tapi ini agak sakit,”ucap Hisyam memastikan lagi
“Iyah nanti ditahan kok”ucap aera
Entah aeranya yang terlalu polos atau Hisyam yang menanyakan pertanyaan tak patut ditanyakan
Hisyam mengajak aera berwudhu dan melakukan sholat dua rakaat sebelum ia melakukan hubungan halal itu dan aera menurutinya
Dan setelah itu Hisyam memperlakukan aera dengan lembut agar tak merasa sakit
Yang lainnya banyanggin. Sendiri ya gays Mimin Gak tau juga ngejelasinnya kalian bisa gunain imajinasi kalian sendiri
Jam 10 malam Hisyam terbangun dari kelelahannya setalah memberi nafkah batin pada istrinya
Ia menatap aera yang tertidur pulas Disampingnya ,Hisyam tersenyum dan kembali mencium kening aera
“Makasih ya cantiknya Abang”gumam Hisyam mengelus kepala aera ia mumutuskan beranjak dari tidurnya dan memilih mandi karna ia merasa badanya lengket sekali
Saat setelah selai mandi senyum di wajah Hisyam seakan. Tak pudar,ia terus saja tersenyum seperti orang yang mendapat lotre milyaran
Ia langsung ke bawah untuk menyiap kan makanan sebelum membangunkan aera karna pasti aera lapar
Saat ia kembali ke atas ia tak bertatapan dengan aera yang baru selesai menganti pakaian setelah mandi
“Kamu udah bagun,Ayok makan”ucap Hisyam tersenyum pada aera
Sara hanya diam menatap Hisyam
“Iyah Abang duluan aja,sebentar lagi aera susul”ucap sara yang masih diam ditempatnya
“Ayok”ucap Hisyam menarik tangan aera namun ditepis oleh aera
“Ada apa”tanya Hisyam bingung
Aera hanya diam
“Ayok”ucap Hisyam lagi
Dan lagi lagi tangan Hisyam ditepis aera
Hisyam menatap aera yang menunduk
apa ia melakukan kesalahan
“Apa aku ada melakukan kesalahan “tanya Hisyam
Aera mengelengkan kepalanya
“Aku ingin makan dikamar saja Bang,bisa minta tolong antarkan sama mbok mayang”ucap sara berjalan tertatih kearah sofa
Hisyam yang melihat aera berjalan paham kenapa tangannya ditepis ketika ia menarik tangan aera
Bukan mbok mayang yang membawa makanan tapi Hisyam
“Ayok minum dulu”ucap Hisyam memberikan segelas susu coklat pada aera
“Sejak kapan”tanya Hisyam
“Sejak dulu “
“Apa kamu juga Gak suka coklat”
“Iyah coklat batangan seperti Silverqueen “ucap sara memasukkan makanan kemulutnya
“Trus sukanya apa”tanya Hisyam
“Lolipop”ucap aera
“Baik besok Abang beliin lolipop”ucap Hisyam
“Gimana makanannya”
“Enak”ucap aera
“Iyah kokinya kan juga ganting gini”ucapnya menyunggingkan senyumnya
Aera tak menanggapi Hisyam ia hanya fokus pada makanan nya
“Besok ke pantai yuk”ajak Hisyam
“Aku ada kerjaan besok,lain kali aja”ucap aera
“Okeh”
Setelah selesai makan Hisyam mengantarkan semua piring kotor tersebut ke dapur dan mendudukkan dirinya disamping aera yang memainkan ponselnya
“Ra kamu tau Gak”ucap Hisyam
“Gak kan Abang Gak bilang”ucap sara memotong omongan Hisyam
“Ya mangkanya jangan main potong potong aja kalau orang ngomong,”ucap Hisyam mencubit pipi aera
“Kamu kok mangkin cabi”ucap Hisyam
Aera yang mendengar omongan Hisyam langsung membuka kamera ponselnya dan mengecek wajahnya
“Masak iya berat badan aku Gak naik loh”ucap sara melihat wajahnya dilayar ponselnya
“Ya apa salahnya berat badan naik,yang penting kamu sehat”
“Ya ntar gak cantik lagi”ucap aera
“Kamu lagi ngapain sih sibuk bangat”
“Lagi chatan sama arkhan”
Hisyam langsung diam dan melepaskan tanganya dari pinggang aera
“Dia Cuman nanya pelajaran,gak usah lebay gitu reaksinya Bang”ucap aera yang menyadari perubahan Hisyam
“Mmm”
“Gak usah terlalu berlebihan Bang,aku gak suka,aku tau idaman batasan aku”ucap aera menekan setiap kalimatnya karna Hisyam yang kadang terlalu berlebihan