AERA SENA

AERA SENA
88



“Assalamualaikum “ucap Hisyam mengetuk pintu rumah tersebut tak berapa lama terlihatlah sosok laki-laki di balik pintu


Melihat laki-laki yang mengetuk pintu orang tersebut segera menutup kembali pintunya namun ditahan oleh Hisyam


“Jika anda tak membukanya ,putri anda tak akan selamat “ucap Hisyam


Mendengar hal tersebut orang itu langsung membukanya dengan wajah yang pucat


“Apa anda mengenal saya,kenapa anda ketakutan melihat saya “ucap Hisyam setelah pintu itu dibukak kan


Orang tersebut hanya mengeleng tak mengeluarkan suara


“Saya hanya ingin bicara baik-baik”ucap Hisyam


“Apa anda melakukan kesalahan pada saya”tanya Hisyam


Namun orang tersebut hanya diam


“Saya sudah tahu anda yang membuat istri saya kecelakaan”ucap Hisyam yang membuat orang itu berkeringat


“Saya hanya ingin bertanya siapa dalang dari semuanya”ucap Hisyam


Namun orang itu hanya diam tak menjawab


Hisyam yang tersalut emosi memukul orang tersebut karna hanya diam


“Syam “teriak deiji menghentikan Hisyam


Setelah bernegosiasi cukup lama namun orang tersebut tetap diam tak menjawab sedikitpun


“Aaarhgghh”ucap Hisyam memukul dinding hingga tanganya mengeluarkan darah


Hisyam menekuk lututnya dan bersujud didepan orang tersebut ia mengangkat tangannya memohon pada orang yang sudah mencelakai istrinya


“Syam ,lu ngapain”ucap Arya dan deiji yang menyuruh Hisyam bangun


Namun Hisyam menepis tangan Arya dan deiji


“Saya tak akan melaporkan anda pada polisi,tapi saya butuh jawaban anda,ini menentukan hidup saya”ucap Hisyam


“Saya mohon,siapa yang menyuruh anda”ucap Hisyam memohon


“Apa orang itu mama saya”ucap Hisyam yang sangat berat mengucapkan kalimat itu


Ketiga temanya pun kaget mendengar kalimat yang kelaur sari mulut Hisyam


“Mendengar hal itu orang tersebut kaget,dan menyejajarkan tubuhnya dengan Hisyam


“Sa saya minta maaf”ucapnya memegang tangan Hisyam


“Saya terpaksa melakukannya karna anak saya yang sekarat waktu itu”ucap nya menangis


“Saya benar-benar minta maaf”ucapnya bersujud didepan Hisyam


Deiji kaget mendengarnya ,teryata kecelakaan aera adalah ulang seseorang


“Ibu anda”ucapnya terbata-bata


“Apa buktinya jika yang menyuruh itu ibu saya”


Hisyam yang tak percaya berusaha mencari kebenarannya sendiri


Orang tersebut berdiri dan mengambil sesuatu


“Ini ini ponsel yang saya pakai waktu diluar negari,disini ada semua panggilan dan pesan anda silahkan cek sendiri,tapi jangan laporkan saya ke polisi,anak saya masih butuh biaya”ucapnya memohon pada Hisyam


Dengan nafas naik turun Hisyam melangkah kan kakinya keluar rumah itu dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi


….


“Sayang”ucap mama bela yang melihat Hisyam memasuki rumah


“Ta tangan kamu kenapa”ucap mama bela melihat tangan anaknya terluka


“Arya lo cepatan nyetir nya ,ntar si Hisyam ke bablasan sama tante bela”ucap deiji


“Iya ni juga udah cepat ucap Arya”


Hisyam menepis tangan mama bela


“Apa ada yang mama tutupin dari Hisyam “ucap Hisyam menatap ibunya


Mama bela yang mendapat pertanyaan itu pun bingung


“Jawab Hisyam jujur ma,apa kecelakaan aera ada sangkut pautnya dengan mama”ucap hisyam


Mama bela kaget dengan pertanyaan yang diajukan Hisyam


“Maksud kamu apa”ucap mama bela


Hisyam melempar telpon yang diberikan orang tadi


“Jawab hisym jujur ma”


“Semua buktinya udah Hisyam dapatin “


“Apa yang mama lakuin ma”tanya Hisyam


“Mama Gak lakuin apapun Hisyam”ucap mama bela


“Mama”teriak Hisyam yang menggelegar di rumah tersebut


“Jangan bohongin Hisyam”teriak Hisyam yang matanya sudah memerah


“Kamu berteriak pada mama Hisyam”


“Kenapa ma,kenapa mama lakuin itu,aera salah apa ma”


“Apa yang aera lakuin pada mama sampai mama ingin nyawanya”ucap Hisyam melayangkan berbagai pertanyaan pada mama bela