
“Bawa kerumah sakit Bang “ucap andika yang baru mendekati aera
“Aku Gak mau kerumah sakit,dokter aja yang datang kerumah “ucap aera ia masih sadar walau tak bertenaga lagi karna menahan sakit di beberapa bagian tubuhnya
Dengan segera Hisyam mengangkat aera dan membawa nya masuk ke mobil yang terparkir tak jauh dari tempat tersebut
Arkhan juga ikut masuk tapi ia duduk didepan dan deiji yang menyetir
Sedangkan andika ia mengikuti mereka dengan motor
“Hisyam memeluk aera begitu erat,ia begitu telat datang hingga aera berakhir seperti ini
Tujuan mereka sekarang adalah rumah Hisyam,Hisyam sudah menghubungi temannya dan sekaligus dokter kepercayaannya
Dikediaman Hisyam sudah menunggu dokter Anna sekaligus teman Hisyam
Dengan langkah tegap Hisyam membawa aera kelantai dua yaitu kamar mereka yang diikuti oleh deiji arkhan dan andika
Dengan teliti aera diperiksa oleh Anna
“Tak ada yang serius,ia hanya mengalami luka memar dibeberapa bagian tubuhnya ”ucapa Anna
“Kau bilang istriku tak ada sakit yang serius ,kau tak lihat dia kesakitan “ucap Hisyam yang tak puas dengan jawaban Anna
Deiji berusaha menenangkan Hisyam
“Kau pikir memar yang didapat istriku tak serius ha,lihat kepalanya saja diperban”
“Abang kenapa suara Abang brisik sekali”lirih aera
“Dokter ini sudah mengatakan sesuai ilmu yang ia dapat”ucap aera
Lalu Anna menjelaskan lagi bagaimana cara pengobatan aera dan memeberiakan resep obat untuk penghilang rasa sakit dan Anna pun segera berpamitan
Akrhan dari tadi duduk disini aera tanpa mengucapkan sepatah katapun
“Jangan khawatir kakak gakpapa”ucap aera mengusap bahu arkhan
“Maaf aku datang terlambat kak”ucap arkhan
“It’s oke ,semua nya sudah baik-Baik saja kan”ucap aera
“Ini tidak baik kak,orang itu harus mendapatkan berkali-kali lipat yang kakak rasakan”ucap arkhan
“Tenang saja”ucap aera tersenyum
“Tidak disini aera”
“Kenapa Ngak boleh meraka adik aku”ucap aera
“Iyah dia adik kamu tapi meraka Gak boleh nginap disini,meraka harus tidur dikamar bawah”ucap Hisyam
“Lu mah Bang bikin kakak gue bingung aja,jelas-jelas dong kalau ngomong”ucap andika berdiri mendekati aera dan berpamitan ke lantai satu
Begitupun arkhan sekarang hanya tinggal aera dan Hisyam
Hisyam menatap aera dan tak ada kata yang terucap dari mulutnya
Saat aera ingin turun tempat tidur ia meringgis memegang perutnya
“Kenapa tanya” Hisyam panik
Hisyam mengangkat baju yang dikenakan aera ia begitu kaget dengan bekas sepatu yang masih jelas,
“Kenapa tadi kamu tak menjelaskan pada dokter ha”ucap Hisyam
“Abang Gak liat tadi semunya cowo didalam kamar ini,emang Abang mau aku nunjukin ini”
Hisyam membuang nafasnya kasar
Ia mengangkat aera kekamar mandi dan menunggunya diluar pintu
“Bisakah kamu sebelum melakukan hal seperti ini berfikir berkali-kali dulu”ucap Hisyam
“Aku sudah berfikir”ucap aera
“Tapi setidaknya kamu tak sendiri kesana Ra,kenap Gak tungguin aku datang dulu”
“Sekarang kayak gini ,aku gagal lagi lagi dan lagi”
“Liat kepala kamu,lengan kamu perut kamu”
“Semuanya luka,aku lebih sakit Ra liat kamu kayak gini”ucap Hisyam frustasi dengan keras kepala aera
Aera memegang tangan Hisyam
“Maaf Bang aera keras kepala,jangan nyalahin diri Abang,semua ke mau an aera,kalau aera telat mungkin dela bisa mengalami depresi lebih parah dari aera Bang,maaf in aera bikin Abang khawatir”ucap aera menunduk
“Sudahlah”ucap Hisyam memeluk aera dan mengelus punggungnya