AERA SENA

AERA SENA
32.kekesalan aera



“Apa saja yang kalian lakukan disini”ucap Hisyam


“Aku mau keluar mana kuncinya”ucap aera meminta kunci ke Hisyam


“Gak ada yang akan keluar dari ruangan ini”ucap Hisyam


“Jawab saya”ucap Hisyam


“Mana”ucap aera


Namun Hisyam menarik tangan aera hingga iya hampir jatuh jika Hisyam tak menangkap nya


“Abang apa-apaan sih”ucap aera dan tangannya reflek memukul tangan Hisyam


“Jawab saya”ucap Hisyam


“Apakah iya pernah menyentuh ini”ucap Hisyam mengangkat dagu aera dan matanya mengarah ke bibir aera


Aera menepis kasar tangan Hisyam yang memegang dagunya


“Jawab saya aera sena,apa saja yang kalian lakukan”ucap Hisyam yang tak bisa menahan rasa sesak didadanya


Aera kaget dengan suara tinggi Hisyam


“Apa yang harus aku jawab”ucap aera


“Ngapain kalian dikamar ini”ucap Hisyam dingin


“Apa yang ngapain ha,mereka datang kesini ketika aku Gak disini,mereka tidur disini kita rumah ini kosong,dan saat aku disini mereka tidak akan berani masuk kamar ini”ucap aera marah tak habis pikir dengan pemikiran Hisyam


“Bisakah kamu menajaga jarak dengan mereka ,oke mereka Adek angkat kamu,tapi tetap aja mereka Gak ada hubungan darah sama kamu,jadi mereka Gak berhak nyentuh kamu”ucap Hisyam


Aera hanya menatap Hisyam datar


“Jangan pernah meminta saya untuk menjauhi Adek-Adek saya,karna saya bertahan sampe sekarang karna dukungan mereka,”ucap aera


“Tapi kamu harus mematuhi perintah suami aera”ucap Hisyam


“Perintah yang seperti apa,perintah yang seperti ini”senyum aera sinis


“Jangan pernah menyuruh sesuatu yang Gak akan pernah bisa saya lakukan,saya tau batasan saya “ucap aera dingin


Aera hanya diam dengan tatapan yang susah diartikan saat menatap Hisyam iya juga tak menjawab omongan Hisyam


Aera memilih duduk didekat jendela kamarnya karna itu posisi paling nyaman saat aera berada dikamarnya sedangkan Hisyam iya dudu di tempat tidur mereka saling membelakangi satu sama lain


Telpon aera sudah beberapa kali berbunyi namun pemiliknya tak kunjung menjawab panggilan tersebut


Untuk kesekian kalinya dan aera memilih mematikan telponnya


Hisyam juga bingung harus bagaimana karna iya pikir aera marah dengan ucapannya tapi ia juga tak bisa menyembunyikan kalau iya cemburu


Hisyam hanya memperhatikan aera yang masuk kamar mandi dan keluar lalu merebahkan dirinya di tempat tidur tapi membelakangi Hisyam


“Kak”ucap seseorang mengetuk pintu kamar aera dan aera tau betul itu suara siapa


“Bang pinjam kunci”ucap aera pada Hisyam


Namun Hisyam bukan menjawab iya memilih merebahkan dirinya dan menutup matanya aera benar-benar kesal dengan sikap Hisyam


“Iya ada apa”teriak aera dari dalam kamar


“Ada sesuatu hal penting kak”ucap arkhan


Ya orang yang mengetuk pintu adalah arkhan


“Apakah itu sangat penting,kakak agak sibuk hati ini “teriak aera


“Baiklah aku akan menghendle nya sendiri”ucap arkhan dan suaranya tak terdengar lagi


Aera menatap Hisyam yang menatapnya


muka aera memerah menahan kesal pada Hisyam


Aera mendekati ranjang tempat Hisyam berbaring lalu iya mengambil bantal guling dan memukulkan bantal tersebut pada Hisyam


Hisyam yang mendapat perlakuan mendadak dari aera kaget dan hanya menerima pukulan itu,toh juga Gak sakit


“Udah “ucap Hisyam ketika aera sudah berhenti memukulinya


“Kamu dosa tau Gak mukulin saya ,saya Gak rido dipukul pake bantal sama kamu”ucap Hisyam datar menatap aera