
Beberapa minggu telah berlalu namun aera masih penasaran dengan yang ia lihat waktu itu ditambah beberapa kejadian aneh dan berita penemuan mayat di daerah kompleks rumah nya ,aera sangat ingin kesana namun Hisyam melarangnya agar tak kesana dulu
Tapi tetap saja aera yang keras kepala dan tak mau mendengarkan apa yang Satria katakan dan seperti sekarang ia sudah berada dirumah kosong tepat dibelakang rumahnya ,ia yakin pasti ada sesuatu disini
Perlahan ia melangkahkan kaki masuk dan teryata rumahnya tidak dikunci ,ia berjalan menelusuri rumah tersebut tapi tak ada yang aneh,tapi prasaan nya bilang ada sesuatu yang janggal dirumah ini
Aera dikagetkan dengan bunyi telpon yang tak lain adalah telpon dari Hisyam
Ia tak mengangkatnya dan segera keluar dari rumah tersebut kalau Satria tau ia bisa diomelin
“Aera angkat telepon saya”sebuah pesan masuk dari Hisyam
“Iya Hallo”ucap aera
“Kenapa kamu tak mengangkat telpon saya ,dimana kamu”tanya Satria
“Aku dirumah Bg”ucap aera
“Rumah mana”
“Rumah aku”
“Kamu benar-benar keras kepala ya,sudah saya bilang jangan kesana,masih kesana”ucap Hisyam yang mulai mengomeli aera
“Aku ngambil sesuatu Bg,ini udah mau pergi kok”ucap aera berbohong
“Ya kenapa kamu sendiri kesana ,kenapa Ngak ngajak saya atau siapa”
“Ya lain kali,yaudah Bang aku tutup dulu by”ucap aera mematikan telponnya
Seperti biasa Hisyam sangat kesal jika ia sedang marah lalu aera mematikan telponnya
“Awas aja kamu ya ,liat aja nanti dirumah”gumam satria menatap layar telponnya
Kalau saja tak ada pekerjaan sudah pasti Hisyam akan menyusul aera kerumah sakit dan mengomelinya
“Mau kerumah sakit ra”ucap seorang yang menghentikan mobilnya saat melihat aera
Aera kaget melihat siapa yang menyapanya
“Ayok pergi bareng”ucap nathan
“Kamu ngapain di daerah sini”tanya aera karna yang ia tau nathan tak tinggal disini
“Aku dari tempat tante”ucap nathan
Aera hanya diam dan menolak tawaran nathan
“Ayo”ucap nathan
Ya yang menjemput aera adalah arkhan ,tadi aera sempat mengirim pesan pada arkhan di sepanjang perjalanan ke rumah sakit aera menceritakan apa yang ia lihat beberapa hari lalu dan sama seperti Hisyam arkhan melarang aera untuk pergi kerumahnya seorang diri
Aera melambaikan tangannya pada arkhan yang melajukan motor nya setelah mengantar aera
“Siapa tu,”tanya dela yang mendekati aera
“Adek aku”ucap aera
“Sejak kapan kamu punya Adek “tanya dela
“Sudah lama,dia Adek angkat aku”ucap aera
“Boleh dong”ucap dela tertawa menggoda aera
“Boleh apa”tanya aera bingung
“Boleh jadi calon Adek ipar”ucapnya
Mereka tertawa bersama saat dela bilang Adek ipar
“Oh iya Ra,aku mau cerita sesuatu”ucap dela serius
“Apa”tanya aera
“Beberapa hari ini aku seperti diikuti oleh seseorang,”ucap dela
“Prasaan aja kali”ucap aera
“Nggak loh Ra,benaran udah 3 hari ini”ucap dela
“Serius”
“Iyah sumpah”ucap dela
“Kamu udah cerita ke keluarga kamu”tanya aera
“Belum aku takut keluarga aku khawatir”ucap dela
“Ya kamu harus hati-hati kalau kemana-mana,jangan pergi ke tempat yang sepi sendiri”ucap aera
“Dan kalau ada apa-apa hubungi aku”ucap aera
“Nggak salah orang teryata aku cerita”ucap dela tersenyum dan memeluk tangan aera
Aera Hanya tersenyum dan melanjutkan aktivitasnya untuk mengecek beberapa pasien