AERA SENA

AERA SENA
66



Hisyam yang melihat bagaimana hancurnya aera ,


“Kalau ada yang perlu disalahkan ,salahkan saja aku,aku penyebab semuanya”ucap Hisyam


“Pukul saja aku sepuasnya ,tapi jangan begini,aku sangat sakit,kalau kamu mau kita bisa membuatnya lagi,mungkin ini ujian dari allah”


“Jangan begini”


“Kenapa semuanya meninggalkanku”


“Aku disini ,aku tak akan pernah meninggalkan Mu,bagaimanapun keadaannya “


“Kenapa ayah ibu meninggalkan kU,aku kesulitan selama ini bertahan,kenapa anakku juga meninggalkan kU,aku sangat mengharapkannya selama ini,tapi dia juga meninggalkan kU,apa Tuhan menghukumku karna aku telah membunuh orang-orang yang menyakiti keluargaku”


“Apa Tuhan sedang menghukum kU”ucap aera tampa jeda


“Kenapa semuanya begini”


“Kenapa aku,harus kehilangan lagi”


Hisyam memeluk aera begitu erat,


“Maafkan aku”


Setalah beberapa jam paus nangis ,aera menatap mata hisyam yang memerah karna juga menagis


“Kenapa kau membawaku kesini”ucap aera


“Karna aku tak siap jika harus berpisah denganmu”


“Jika kita masih diindonesia,aku takut kamu ditangkap oleh temanku ,dan aku tak bisa berpisah denganmu “


“Mungkin aku sangat egois ,tapi aku sungguh tak bisa melihat kamu berakhir dipenjara”


“Apa temanmu tau aku yang pembunuh berantai itu”


Hisyam mengeleng


Dan aera tak ingin bertanya lebih lanjut lagi


Aera menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskan ya keluar


“Bolehkah hari ini aku jalan-jalan keluar”


Hisyam menatap aera dan mengangguk


“Tapi aku ingin pergi sendiri,jika aku harus di awasi lebih baik aku tetap disini”


“Tapi ini bukan Indonesia”l


“Ini tahun 2022 Bg,semua sudah serba modern,Abang mengkhawatirkan apa”ucap aera


“Tapi…


“Ya sudah aku tak jadi keluar”ucap aera berdiri dan berjalan kearah luar


“Okeh baiklah,tapi kamu tak boleh mematikan telpon yang kU berikan,dan kamu harus segara menjawab jika aku menelpon”ucap Hisyam


Aera membalikkan badanya dan mengangguk cepat


Aera menganti pakaiannya dengan yang lebih santai dan segara mengambil telpon yang diberikan Hisyam


Saat sudah sampai di pintu aera berbalik lagi yang membuat Hisyam bingung


Hisyam memberikan sebuah Black card pada aera


Setelah mengambilnya aera bergegas keluar dari apartemen tersebut


Aera mulai melajukan mobil yang ia kendarai


Baru beberapa menit telpon yang dikasih Hisyam berbunyi


“Ya Hallo”


“Ahh aku lagi nyetir Bg ,baru juga beberapa menit”


“Dah by”ucap aera mematikan telponnya


Yang menelpon ada Hisyam padahal baru beberapa menit


Ia pergi ke museum karna memang aera menyukai itu


Lalu ia pergi ke toko buku dan membeli beberapa buku


Setelah itu ia berhenti disebuah cafe untuk membeli makanan karna ia lapar setelah mengunjungi beberapa tempat


Saat ia sedang makan ia kesal sendiri karna Hisyam terus saja menelponnya


“Mm”ucap aera mengangkat telpon Hisyam


“Lagi dimana ,pulang jam berapa”


“Ni “ucap aera mengubah panggilan ke vidio call


“Ntar ya aku mau makan,”


“Iyah makan aja ,tapi jangan matiin telponnya “


Aera melanjutkan makannya dan tak memperdulikan Hisyam yang menatapnya


“Pulang jam berapa”


“Iyah bentar lagi pulang”ucap aera


“Kamu di cafe mana,aku kesana ya”ucap Hisyam


“Ngapain orang juga mau balik lagi “


“Iyah kamu tunggu disitu aja,Abang kesana”


“Gak usah ,ini udah selesai juga”


“Dah dulu bye”ucap aera tersenyum dan melambaikan tanganya”


“Eits tunggu dulu”


“Mmm”


“Kamu Gak akan ninggalin Abang kan “ucap Hisyam tiba-tiba


“Ngak ni mau pulang lagi”


“Yaudah bye “ucap aera mematikan telponnya