
“sudah gak silau lagi”ucap hisyam menarik selimut yang menutupi wajah aera
“bisakah kita bicara nanti ,aera ngantuk bangat bang”ucap aera yang memang terlihat sangat mengantuk
“aera gak papa kok”ucap aera dan menutup matanya
Hisyam menghela nafasnya ia khawatir tapi jika ia memaksa bicara sekarang mungkin akan semangkin rumit
Hisyam sudah menunggu tiga jam lebih tapi tanda-tanda area akan bagun belum ada sama sekali
“Kenapa tidurnya begitu lelap”gumam Hisyam menatap area yang tidur nya nyenyak sekali
Dan ponsel area dari tadi berbunyi menampilkan nama arkan namun Hisyam ingin menganggakat tapi iya takut aera marah
“Ra ada yang nelpon dari tadi,kayaknya penting”ucap Hisyam membangunkan aera
Namun aera hanya menggeliat dan tidur lagi
“Ra ada panggilan telpon dari arkhan”ucap Hisyam lagi
Mendengar nama arkhan aera langsung mengambil telponnya dan segera mengangkat telpon tersebut
Hisyam kaget dengan reaksi aera yang mendengar nama arkhan langsung bagun dan menelpon menjauh dari Hisyam
“Emang siapa sih arkhan sampe segitunya”gumam Hisyam yang melihat aera berbicara di balkon entah apa yang mereka bicarakan
“Arkhan siapa Ra”tanya Hisyam yang melihat aera berjalan kearah tempat tidur
“Adek angkat aku”ucap aera kembali merebahkan diri
“Adek angkat kok nelpon nya jauh gitu “ucap Hisyam
“Iyah karna privasi”ucap aera singkat
“Tapi aku suami kamu loh ,aku kan berhak tau segalanya”ucap Hisyam
“Bg bukan berarti kita suami istri semua hal harus diketahui ,ada beberapa privasi yang memang Gak untuk dipertanyakan”ucap aera menatap Hisyam
“Tapi itu laki-laki Ra yang nelpon kamu,aku berhak tau siapa dia”ucap Hisyam
“Aku kan udah bilang dia Adek angkat aku”ucap aera
“Ya apa yang kalian bicarakan”tanya Hisyam
“Besok ikut aku aja,aku malas jelasin”ucap aera kembali merebahkan dirinya
“Kamu tidur lagi?”tanya Hisyam
“Abang kok tiba-tiba cerewet gini,emang Gak boleh aku tidur?”ucap aera karna Hisyam sangat cerewet padanya
“Aku udah nunggu dari tadi loh la,duduk disana ngeliatin kamu “tunjuk Hisyam kearah sofa
“Ya siapa suruh Abang nungguin aku,orang tidur kok ditungguin aneh”ucap aera
“Ya aku pengen ngomong Ra”ucap Hisyam
“Sini dulu kompres pipinya ,pipinya bengkak”ucap Hisyam mengambil mangkok kecil yang berisi air dingin dan handuk kecil
“Nggak usah besok juga ilang”ucap aera menolak
“Bentar doang “ucap Hisyam yang memaksa mengompres pipi aera
“Sudah,aku mau tidur lagi”ucap aera
Hisyam menghela nafasnya dan menarik tangan aera keluar kamar namun langkah aera terhenti saat melihat mama bela yang ada di ruang tamu
Karna dari lantai atas langsung bisa melihat kearah ruang tamu
“Kenapa”tanya Hisyam
“Kita mau kemana”tanya aera
“Meja makan,kan kamu belum makan”ucap Hisyam
“Nggak mau”ucap aera melepaskan tangan Hisyam
“Kenapa”tanya Hisyam bingung
“Ada mama!”ucap aera melihat kearah mama bela yang duduk diruang tamu
“Ya trus kenapa,Gak papa kan ada Abang ,mama Gak akan lekukkan apapun kok”ucap Hisyam meyakinkan aera
“Tadi juga ada Abang kok”ucap aera meninggalkan Hisyam yang masih berdiri didepan tangga
Kata-kata aera barusan berhasil membuat Hisyam diam tak berkutik