AERA SENA

AERA SENA
63.rapunzel



Hisyam menatap aera tajam dan langsung meninggalkan aera,bukanya aera diam saja ditempatnya tapi ia malah menyusul Hisyam dan mengikutinya dengan terus meminta ponselnya


“Stop aera,ponsel kamu tak ada dengan saya”ucap Hisyam


“Abang bohong “


“Mana ponsel aku”ucap aera


“Berhenti menyemayamkan sesuatu yang tak ada pada saya”


Namun saat Hisyam akan pergi aera memegang pergelangan tangan Hisyam


“Aku Gak akan lepasin sebelum Abang kasih ponselnya”


Dan tanpa segaja Hisyam mendorong aera saat melepaskan cengkeram tangan aera


Aera yang jatuh dan terduduk hanya tersenyum sinis karna didorong oleh Hisyam


Ia berusaha berdiri dan pergi tampa menatap Hisyam


Hisyam kelut sendiri karna tak sengaja mendorong wanitanya


Tentu ia sakit ketika aera mengalami sakit


….


Sudah hampir satu bulan menetap di la ia bak rapunzel yang tak bisa kemanapun dan tak memegang alat komunikasi apapun dan Hisyam masih bicara ketika perlu saja dengan aera


Tersiksa sungguh ia sangat tersiksa dengan interaksi ini,tapi ia tak ada pilihan


Ia tak ingin kembali ke Indonesia dalam waktu dekat karna yang dilakukan aera adalah tindakan kriminal bukan ia melindungi tapi ia tak sanggup jika aera harus membayar tentang perbuatannya


Ia tahu ini salah tapi ia juga tak ingin aera harus berakhir di penjara lebih baik ia tersiksa dengan komunikasi singkat dengan aera dan sering adu mulut itu lebih baik menurutnya


Ia aera sudah seperti rapunzel nya Hisyam yang tak pernah Hisyam biarkan keluar dari apartemennya sejak sampai disini sampai sekarang ia tak pernah merasakan sinar matahari sema sekali


Seperti hari ini hati Hisyam benar-benar sakit melihat aera yang duduk menekuk lututnya dan menghadap kaca yang memepet lihatkan taman dibawah apartemen ini


Beberapa kali aera minta izin untuk ketaman bawah tapi Hisyam tak mengizinkan sama sekali walau aera bilang tak apa ditemani Bodyguard tapi tetap jawaban Hisyam tak boleh


“Pagi non “sapa bik Mina


Aera Hanya membalas dengan senyuman


“Non mau makan apa hari ini”ucap bik Mina


“Bik aku mau bantuin bibik aja “ucap aera berdiri dati duduknya


“Ngak akan bik,lagian aera juga bosan”


“Bik boleh Gak pinjam telpon”


“Bibik dilarang bawa ponsel non sama den Hisyam “


“Disini ada telpon kok non,tapi khusus ke si aden aja”


“Emang Gak bisa yang lain bik”


Dan hanya dibalas gelengan sama bik Mina


“Bik bibik Gak bisa nginap disini aja”


“Ngak Non bibik disini sampe siang atau sore aja non”


“Yaa sepi loh bik”


Aera membuka lemari pendingin dan mengambil sebuah telur dan mengorengnya


“Non itu sudah masak loh makan siangnya,masak si enon makan pake telur doang”


“Lagi pengen bik”ucap aera makan dengan lahap walau hanya dengan telur mata sapi yang ia buat


Bik Mina hanya geleng-geleng kepala saja


“Emang non Gak pengen keluar jalan-jalan gitu”tanya bik Mina


“Pengen bik bosan aera tapi liat aja didepan banyak bangat Bodyguard nya diluar “


“Yang sabar ya non”ucap bik Mina


Aera hanya mengangguk


“Bik Gak bisa ntar aja baliknya”


“Nggak non bibik juga ada urusan”


“Yaudah deh see you bik”ucap aera tersenyum melambaikan tangan


Sehilang bik Mina dibalik pintu aera kembali seperti orang yang tak terukir di wajahnya senyum


Hisyam yang sedari tadi memantau aera seketika hilang juga senyumnya ketika aera juga kehilangan senyum saat bik Mina pergi