AERA SENA

AERA SENA
12.beli bakso



Hisyam masih menatap aera degan tatapan yang menurut aera sangat menakutkan


“bisakah abang tak menatapku seperti itu,itu membuatku takut”terang aera baru kali ini aera meminta dan berbicara agak panjang


Hisyam yang sadar ketakutan istrinya karna amarahnya memilih meninggalkan aera yang masih ketakutan ditempat nya


Saat keuar kamar mandi ,emosinya sudah reda karna telah berwudhu


“bisa tapi kamu harus menuruti apa yang saya mau”ucap hisyam


aera langsung mengiyakan supaya tatapan itu menghilang darinya tampa memikirkan kedepannya


“baik,pertama kamu harus menceritakan apapun kegiatan kamu sepulang kerja pada saya,dan kamu juga harus berbicara dengan saya lebih banyak dari biasanya,satu lagi kamu harus menuruti saya”ucap hisyam mendekat


Aera segera mengguk walau iya tak tau apa iya bisa melakukan itu atau tidak


“Dan itu dimulai dari sekarang “ucap hisyam


“ha”ucap aera bingung


Hisyam menarik tangan aera untuk duduk disofa kamarnya


“Ayok cerita seharian kamu kemana aja”ucap hisyam menatap kearah aera


Aera bingung harus bagaimana


“ayok”ucap hisyam


Karna melihat ekspersi aera yang bingung hisyam pun memulai percakapan


“tadi setalah saya mengantar kamu,kamu kemana?”tanya hisyam


“aku pergi ke kontrakan”jawab aera


“lalu setelah itu”tanya hisyam


“aku keluar membeli makan di dekat kontrakan”ucap aera


“trus kenapa kamu pulang jam segini”ucap hisyam


“tadi jam 2 siang aku tidur ,aku sudah menghidupkan alaram tapi aku tak mendengar alaram itu”ucap aera


“ini”ucap aera melihat alaram yang ia setel tadi


Krukkk krukk


Hisyam tertawa mendengar perut aera yang berbunyi


“kamu lapar”tanya hisyam tersenyum


Muka aera sudah merah tomat menahan malu,harga dirinya terjun bebas didepan hisyam


“kemana ucap aera bigung


“makan kamu laparkan”ucap hisyam


“mm tapi bolehkah makan diluar saja”ucap aera ragu-ragu


“aku kurang nyaman makan dibawah ,tadi mama agak marah padaku”terang aera


“iyah ayok kita makan diluar sekalian malam minggu “ucap hisyam karna memang hari ini adalah malam minggu


“bisakah kita naik motor saja”ucap aera ketika hisyam membukakkan pintu mobilnya


Hisyam mengerutkan keningnya dengan permintaan aera


“aku tak punya motor “ucap hisyam


“sebentar “ucap aera meniggalkan hisyam di dekat mobil


Tak berapa lama aera kembali dengan menyerahkan sebuah kunci motor metik pada hisyam


“kamu dapat dari mana “tanya hisyam


“minjam ama pak satpam”ucap aera


“bang yang disana saja “ucap aera menunjuk sebuah warung bakso pinggir jalan


“apa kamu yakin makan disana”ucap hisyam


“rara”bisik hisyam


“bisakah kamu melepas ikatan rambutmu”ucap hisyam


Aera mengerutkan keningnya dengan permintaan aneh hisyam


“nanti rambutnya kena kuah bakso bang”ucap aera


Dan dipikir-pikir benar juga rambut aera yang panjang kalau dilepas ikatnya bisa terbang ke kuah bakso


Hisyam risih beberapa pasang mata adam menatap kearah istrinya tapi iya harus bagaimana


“bg habis ini kita beli sosis yang disana ya”bisik aera ke arah hisyam


“apapun bidadarinya hisyam”ucap hisyam tersenyum


Ia senang jika aera banyak meminta kepadanya


Aera salah tingkah sendiri mendengar ucapan hisyam ,bukan nya grogi ia sudah sering mendengar itu dari hisyam tapi ia risih dengan tatapan bu ibu yang disana


batin hisyam