
Ia juga tak ingin memberi jam pasti siapa tau nanti ada pasian darurat
“mama tunggu kamu jam 8 paling lambat aera”ucap mama bela dan diangguki oleh aera tanda mengerti
Kini aera maupun hisyam hanya sibuk dengan aktifitas meraka masing-masing tapi hisyam masih sempat mengirim pesan pada aera untuk tak telat makan siang namun pesan itu hanya dibaca tak dibalas
“ra mau pulang”ucap dela menanyakan aera yang sudah membereskan barangnya
“iyah del ada acara keluarga kata mama tadi”ucap aera terburu-buru karna jam sudah pukul 7 malam
“oowh hati-hati”ucap dela melambaikan tanganya
Diruang keluarga kini hisyam berdebatan dengan sang mama yang meminta hal diluar nalar menurut hisyam
Diruangan itu tidak hanya ada mereka berdua namun juga ada dua orang lainnya yaitu nisa dan mamanya yang bernama lina teman dari mama bela
“kalian bisa mengenal satu bulan ini melakukan pendekatan dulu”jelas mama bela
“ma”ucap hisyam frustasi
“nisa itu perempuan baik-baik hisyam,liat dia lebih baik dari aera”ucap mama bela
“jelas siapa orang tuanya ,sedangkan aera?”
“nisa ini sholeh ,dia menutup auratnya ,pasti bisa jadi istri yang penurut bagi kamu”
“pernikahan poligami ini tak akan pernah terjadi ma,hanya dengan alasan aera tak bisa memberi keturunan”ucap hisyam
“bagaimana prasaaan aera,bagaimana janji yang telah hisyam buat pada alm papa ma”ucap hisyam
“hisyam hanya akan menjadikan aera sebagai khadijah hisyam ma,satu-satunya istri nabi yang tidak dipoligami”ucap hisyam
Dua orang itu hanya menatap perdebatan antara ibu dan anak itu
Melihat bagaimana aera pada hisyam ia yakin jika aera tak memiliki perasaan apa-apa pada putranya dan ia juga yakin aera tak akan mempermaslahkan hisyam menikah lagi
Hisyam terdiam dengan perkataan mamanya semua pikiran itu menghampiri dirinya dan berputar-putar dikepalanya melihat
Ditenggah perdebatan itu suara seseorang yang mengucapkan salam mengalihkan perhatian menuju kearahnya
“maaf ma aera telat,baru selesai kerja”ucap aera menyalami mama mertuanya dan hisyam
Lalu ia melempar senyum pada orang yang duduk diruangan itu
“aera duduk dulu ada yang mau mama bicarakan sama kamu”ucap mama bela
“mama”ucap hisyamm tak ingin aera tau soal ini
Namun seorang mama bela tak akan bisa dicegah oleh seorang hisyam
Hisyam memilih duduk disamping aera dan mencoba mengenggam tangan aera namun aera melepaskannya karna itu tak nyaman baginya
mama bela,nisa dan lina tersenyum melihat itu ,membuat mereka mempunyai peluang besar untuk meminta izin pada aera
“begini ra,mama meminta hisyam untuk menikah lagi ,bukan kah diagama kita poligami dalam rumah tangga itu di izinkan atas persetujuan istri pertama”jelas mama bela
“dan ini adalah nisa wanita yang mama pilih untuk menikah dengan hisyam,dia baik,sholeh dan juga pintar memasak”ucap mama bela tersenyum kearah nisa
aera kaget atas apa yang dikatakan oleh mama bela,namun dengan pembawaanya yang tenang ia tak terlihat seerti orang kaget
“poligami?”ucap aera
Hisyam memeajamkan matanya ia menyakiti hati istrinya karna prmintaan aneh mamanya
“iyah mama yakin kamu setuju ,nisa bisa mengandung anak bagi hisyam dan mama bisa memiliki cucu”ucap mama bela tampa memikirkan perasaan aera