AERA SENA

AERA SENA
51



Aera mendudukkan dirinya di sofa ruang tamu


Ia sudah memutari rumah ini tapi ia masih tak menemukan Hisyam kalau keluar kata satpam Hisyam tidak keluar juga


“Oh iya lantai atas,”ucap aera karna ia belum memeriksa kamarnya dan Hisyam


Sejak aera terluka Hisyam lebih memilih tidur dikamar bawah agar aera tak kesusahan naik turun tangga


Tujuan pertamanya ke ruang kerja Hisyam dan ruang olah raga Hisyam karna ia tak ingin bolak balik karna kamarnya ada diruangan ujung


“Ih kemana sih,”ucap aera yang tak menemukan Hisyam


“Ini lagi kok bisa bangun rumah gede gini,kan jadi susah nyari nya “gumam aera yang mulai kesal


“Kalau Gak ada ni dikamar ,gue nyerah Gak tau mau nyari dimana lagi”omel aera


Saat ia membuka pintu dan benar saja Hisyam ada disana lebih tepatnya tertidur


Aera mendekati Hisyam yang tertidur


“Enak bangat tidur?orang murah-mitra nyari”ucap aera pada Hisyam yang tertidur


Aera tersenyum dan otaknya kembali berniat mengerjai Hisyam


“Bang bang aera jatuh ditangga”teriak aera pada Hisyam


Hisyam yang keget langsung bangun dan menabrak aera yang jelas ada didepanya dan berlari kearah pintu ,walau ia tidur ia masih mendengar apa yang aera katakan


“Aww” ucap aera yang benaran jatuh,entah ia kualat karna ngerjain suami tidur atau senjata makan tuan


Hisyam yang baru sadar saat ia sampai dipintu langsung menatap kebelakang lagi dan baru menyadari orang yang berteriak padanya adalah aera


Ia mendekati aera dan membantu aera berdiri dan mendudukkannya diatas tempat tidur


“Kalau bercanda kayak gini Gak lucu Ra”ucap Hisyam yang tak habis pikir dengan pola pikir aera


“Ya siapa suruh bikin orang capek nyari Abang sampe mutarin rumah beberapa kali,malah rumah gede bangat lagi”ucap aera yang juga kesal


“Ya kan salah kamu ,saya hanya ingin nenangin diri baik Gak maksa kamu”ucap Hisyam


“Ya aku Gak terpaksa kok”ucap aera dengan santai


Hisyam menatap aera bingung


Hisyam yang baru bangun bingung dengan apa yang dibahas aera


“Lihat aku,apa aku Gak cantik ,apa aku Gak menarik “ucap aera


“Atau semua yang ada padaku Gak menarik bagi kamu”ucap aera lagi


Aera spontan melepas kancing bajunya Hisyam yang melihatnya juga ikutan kaget


“Kamu ngapain,”ucap Hisyam menghentikan apa yang dilakukan aera dan memasangnya lagi


“Kenapa “tanya aera yang kembali melepasnya


“Kamu kenapa sih”ucap Hisyam bingung yang baru bangun melihat aera tambah aneh


“Kenapa ,tadi kan Abang yang minta trus sekarang Abang nanya kenapa,trus tadi tiba-tiba ninggalin aku”


Hisyam memutar otaknya apa yang ia lakukan beberapa jam yang lalu dan ia juga baru sadar apa yang ia katakan


Ia menatap aera bingung


“Mending mandi gih udah jam 4 “ucap Hisyam memasang kancing baju aera yang lepas baru tiga


“Abang nolak aku dua kali”tanya aera


Hisyam yang mendapat pertanyaan sepeti itu kebingungan harus bagaimana


Ia juga laki-laki normal tindakan aera sekarang membuatnya tak nyaman apa lagi ia baru bagun tidur


“Nggak ,aku Ngak mau ngelakuin karna kamu terpaksa Ra,dan nanti trauma kamu kambuh lagi,Abang Gak pengen”ucap Hisyam


Aera hanya diam menatap Hisyam


“Emang kamu yakin ,atau Cuman karna Gak pengen aku tu privasinya”tanya Hisyam lagi


“Nggak ,emang pengen jalanin kewajibannya aja,dan jadi istri seutuhnya”ucap aera tiba-tiba


“Emang selama ini belom utuh”tanya Hisyam


“Kata mbok mayang belom”ucap aera dengan polosnya


“Trus kalau udah seutuhnya emang kamu mah apa”tanya Hisyam menatap aera