AERA SENA

AERA SENA
27.kekesalan aera



“jelasin apa sih,orang cuman mau minta tanda tangan abang doang”ucap aera bodo amat yang terjadi diruangan tersebut


Deiji melonggo melihat karakter istri bosnya benar-benar karakter yang tak dimiliki wanita lain


“aera aku tadi masakin makanan buat kak hisyam,kamu juga boleh ikut makan kok”tawar nisa mengajak aera


“kak?”ucap aera dengan mode wajah datarnya


“sejak kapan sih bang hisyam jadi kakak anda”ucap aera menatap nisa datar


“iyah kan kak hisyam lebih tua dari aku jadi aku menggilnya kakak”ucap nisa dengan pdnya


“nisa silahkan keluar karna saya ingin makan siang bersama istri saya”ucap hisyam


“aku udah masak loh kak,?”ucap nisa


“aku ini lebih baik dari aera,”ucap nisa yang mulai kesal,dan merendahkan aera


“aku bisa memasak makanan yang enak buat kakak tiap hari sedangkan aera memasak saja ia tak bisa”ucap nisa kesal


Dan ucapan itu berhasil memancing mulut pedas aera


“trus apa gunanya go food”ucap aera menatap nisa datar


Deiji yang sedang minum langsung batuk mendengar jawaban aera


“suami tu butuh masakan istri bukan go food “ucap nisa


Aera melihat kearah hisyam sedangkan orang yang ditatap bingung karna yang dikatakan nisa ada benarnya tapi ia tak mungkin mengiyakan ucapan nisa bagaimana perasaan aera


Namun nisa tak mendengarkan ucapan hisyam dan ia terus menerus mencari kesalahan aera dan memojokkan aera


“lihatlah kak,sikap aera yang seperti ini pasti tak dapat didikan dari orang tuanya”ucap nisa tampa berfikir panjang terlebih dahulu


Saat mendenggar itu aera tersenyum sinis dan duduk diatas meja kerja hisyam dengan menyilangkan kedua kakinya memperlihatkan apa yang diucupkan nisa barusan


“lihat kak,tak ada sopan santun nya ,bagaimana seorang perempuan bisa seperti itu”tunjuk nisa


Hisyam hanya diam menatap aera dan menyuruhnya turun


Hisyam membiarkan saja karna ia tahu istrinya menghadapi sesuatu pasti dengan cara elegant


Saat sudah berdekatan dengan aera nisa merasakan gugup yang luar biasa dari tatapan seorang aera dan senyum sinisnya


“apakah anda sudah selesai berbicara”tanya aera


“jika sudah sekarang giliran saya”ucap aera


“jangan mendekati barang milikku apa lagi menyentuhnya ,dan jangan pernah mengusikku apa lagi membawa nama orang tuaku,kalau kau tak ingin berurusan dengan saya”bisik aera ditelingga nisa


“memang yang saya ucapkan benar jika kamu didik orang tuamu,pasti kau memberikan nafkah batin pada suamimu”ucap nisa dan ucapan itu berhasil membuat langkah aera terhenti dan berbalik menghadap nisa


Hisyam yang mendengar itu kaget dari mana nisa tau semuanya


“aera “teriak hisyam dan deiji bersamaan melihat aera yang menjabak hijab nisa dan 1 cm lagi garpu itu berhasil menusuk mata nisa


Nisa terdiam dengan wajah pucat dan ketakutan terlihat dari kakinya yang gemetar


“selangkah saja ,aku akan mengeluarkan bola matanya”ucap aera dingin melirik hisyam yang mendekat


“ra sadar ra,istigfar “ucap hisyam berusaha menenangkan aera


Ini pertama kalinya melihat sisi aera yang lain bagi hisyam


“saya sudah memperingatkan anda untuk tidak menyebut oang tua saya,tapi sepertinya telingga anda mengalami beberapa masalah,”menatap nisa begitu tajam


Aera melempar garpu tersebut hingga terjatuh dilantai dan melepaskan jambakannya dan berjalan keluar meninggalkan semua orang diruangan tersebut


“oh iya jika anda butuh dokter bedah terbaik untuk memperbaiki pendengaran anda saya merekomendasikan diri saya”ucap aera


berhenti didepan pintu setelah menyelesaikan kalimatnya ia melanjutkan langkahnya


Nisa terduduk lemah di sofa akibat tindakan aera sedangkan hisyam mengejar aera yang berjalan keluar


“ikut saya” ucap hisyam memegang pergelangan tangan aera ia tak peduli beberapa karyawan yang berbisik tentang coenya