
Aera menbuka matanya perolehan setelah ia tak sadarkan diri selama beberapa jam
Ia melihat ke ruangan yang identik degan putih,yang pertama ia lihat adalah Hisyam yang menundukkan kepalanya
Aera berusaha meraih air yang ada Disampingnya ,tapi karna tangan yang tak sampai gelas itu jatuh dan membuat Satria kaget
“Ra”ucapnya menatap aera yang menjatuhkan gelas
“Maaf”
Dengan segara Hisyam mengambil gelas lain dan mengisi nya dengan air
Hisyam segera memanggil dokter
“Dok saya kenapa “tanya aera tiba-tiba
Dokter tersebut menatap Hisyam
“Kenapa perut saya sangat sakit dan ada darah dikaki saya”
“Mmm anda mengalami keguguran bu”
“Maaf dokter saya kurang jelas mendengarnya”
“Anda keguguran “
“Keguguran?”
“Iyah bu”ucap dokter tersebut
Ia tak tega melihat bagaimana eksperesi
“Berapa bulan kandungan saya dok”
“2 bulan bu”
Setelah menjawab pertanyaan aera dokter tersebut undur diri mungkin Hisyam dan aera butuh waktu untuk berbicara
“Ra”ucap hisyam memegang tangan aera
Aera hanya diam tak menjawab panggilan hisyam
Aera mentap hisyam yang juga menatapnya
“Kenapa,apakah kau mengharapkan aku manangis seperti wanita lain karna kehilangan anaknya”ucap aera menatap hisyam
Hisyam benar-benar kaget dengan apa yang keluar dari mulut aera
“Apakah kau sudah puas sekarang telah membunuh anakku”
Air mata hisyam jatuh saat ucapan itu keluar dari mulut aera
Aera memalingkan wajahnya ia tak tau bagaimana perasaan nya ,ia juga wanita biasa ,wanita mana yang tak hancur ketika kehilangan buah hati yang belum sempat ia lihat
Ia menjadi penyebab kehilangan calon bayi mereka
Hisyam memberanikan mengenggam tangan aera
Tangan itu terasa dingin
“Maafkan aku menghancurkan segala,aku tak bermaksud membunuh anak kita,aku “Hisyam tak melanjutkan kalimatnya
Aera bisa merasakan air mata Hisyam yang menetes pada tangannya
…
Beberapa hari telah berlalu
Dan aera sudah keluar dari rumah sakit
Hisyam berusaha sangat keras agar aera kembali hangat seperti dulu padanya tapi ini sangat sulit
Ia seperti mengenal aera yang pertama kali ia temui
“Sayang Ayok makan diluar”ajak Hisyam melihat aera yang berdiri di depan kaca dan menatap kearah luar
“Aku tak berminat keluar”ucap aera dan meninggalkan Hisyam
“Ayok lah ,sekali saja,”
Namun aera hanya diam
Sejak pulang dari rumah sakit aera tak pernah keluar dari aparteman walau diajak Hisyam ia selalu menolak
“Sekali saja”ucap Hisyam
“Sayang”ucap Hisyam mengikuti aera menuju kamar
“Ayok ,”ucap Hisyam menarik aera
Aera melepaskan tangan Hisyam darinya
“Kenapa kau tak pernah memberi jeda padaku,”
“Kenapa kau melakukan ini”
“Apa kau merasa bersalah telah membunuh anakmu sendiri”
“Kumohon aku butuh waktu untuk baik-baik saja,aku juga terluka kehilangan nyawa yang sempat hidup di rahimku ,setiap malam aku mengalami mimpi buruk karna tak menjaganya dengan baik,”air mata yang selama ini aera tahan tumpah juga
“Aku juga kehilangan anakku,anak yang aku tak tau telah hidup dirahimku,aku ibu yang payah ,sampai aku kehilangan bayiku”ucap aera tangis nya pecah ,kerapuhan seorang aera akhirnya terlihat juga
Hisyam terpaku melihat wanita yang menjadi peranan penting dalam hidupnya itu menagis histeris
“Maafkan aku menjadi penyebab luka itu”ucap hisyam yang merangkul aera kedalam pelukannya