AERA SENA

AERA SENA
81.



Young rae makan dengan muka datarnya namun sara berinteraksi dengan baik bersama Hisyam


“Bunda rengek “young rae menatap bundanya


Yuna yang bingung ,karna biasanya young rae tak pernah merengek padanya


“Ya sayang”ucap bundanya menatap young rae


Mata young rae memerah mentap bundanya,dan tampa permisi ia menangis tak tahu apa sebabnya


“Young rae”ucap Yuna mendekati anaknya


Hisyam ,sara dan deiji menatap ke arah young rae


“Ada apa sayang “ucap Yuna memeluk putranya


“Aku tak ingin disini,aku ingin kembali ke Korea saja”rengek young rae


“Why ,bukannya kamu yang Kemaren ingin lebih lama di Indonesia”ucap Yuna


“Tidak,tidak ,aku mau ke Korea bunda”ucap young rae


Sara mendekati kembarannya


“Apa kamu tak nyaman disini “ucap sara


Young rae mengeleng menandakan tidak


“Bagaimana kalau seminggu saja,demi nuna”ucap sara membujuk adiknya


Young rae menatap nunanya


“Janji satu minggu “ucap young rae memberikan jari kelingkingnya


Hisyam dan deiji hanya jadi penonton saja disana,karna Hisyam juga bingung harus bagaimana


“Kenapa jagoan tak ingin di Indonesia,bukankah di Indonesia bagus”ucap Hisyam berbicara mengunakan bahasa Inggris


“Karna ada anda”ucap young rae menatap Hisyam tajam


Mendapat jawaban pedas dari young rae membuat Hisyam hanya diam tak berkutik


Setelah selesai makan Hisyam langsung pulang diajak oleh deiji


“Bunda kenapa bunda menyuruhnya makan ,aku tak menyukainya bunda”ucap young rae


“Kenapa kamu tak menyukainya sayang”ucap Yuna


“Melihatnya membuatku marah,aku tak menyukainya bunda”ucap young rae


Yuna hanya diam tak berkutik karna jika young rae begini pasti ada kesan tak baik yang ia lihat dari orang itu



Pagi hari bel apartemen Yuna berbunyi


“Siapa yang datang bertamu sepagi ini”gumam Yuna mendekati pintu


“Assalamualaikum “ucao seseorang dengan senyum di wajah tampannya


Orang itu tak lain Hisyam


“Tidak aku hanya ingin bermain”ucap Hisyam


Yuna menatap datar Hisyam,


“Maaf bukan berarti saya menolong anda Kemaren ,kita bisa menjadi seakrab itu,kita tak saling mengenal,jadi pergilah,anakku tak nyaman bila melihatmu”ucap Yuna langsung menutup pintu apartnya


Hisyam membunyikan bel lagi dan lagi yang membuat sara kesal karna itu bisa membangunkan kedua anaknya karna masih tidur


“Tak bisakah anda jangan menganggu kami,anda bisa membagunkan anak saya”ucap Yuna marah pada Hisyam


“Aera”ucap Hisyam menarik tangan Yuna dan memeluknya


Yuna yang kaget dengan tarikan dari Hisyam tak dapat menghindari pelukan Hisyam


Yuna yang marah memberontak pada Hisyam


“Lepaskan saya”teriak Yuna


Namun Hisyam tak menggubris teriakan Yuna


“Jangan tinggalkan alah lagi Ra”ucap Hisyam yang mulai melonggarkan pelukan nya


Plakkk


Sebuah tamparan keras mendarat dipipi Hisyam


“Jaga sopan santun anda”tunjuk Yuna dengan mata memerah


“Saya bukan aera yang anda bilang,”


“Pantas anak saya tak menyukai anda,karna anda tak tahu sopan santun”


“Anda pergi dari aprtemen saya atau saya panggil sekuriti “ucap Yuna


Hisyam menatap manik mata dengan nafas yang tersengal-sengal itu


“Pergi “teriak yuna


“Jangan pernah anda memunculkan wajah anda didepan saya “ucap sara dan menutup pintunya


“Bunda”ucap young rae melihat bundanya yang baru menutup pintu


“Apa ada tamu bunda”tanya young rae


Yuna mengeleng dan melewati anaknya


“Bunda”ucap young rae yang melihat hy dan ya menangis


“Bunda kenapa ,apa ada yang menyakiti bunda”ucap young rae khawatir


Lalu sara datang dan menanyakan hal yang sama


Yuna memeluk kedua anaknya ,ia benar-benar merasa dilecehkan oleh Hisyam


Bagi sebagian orang mungkin biasa saja tapi bagi yuna itu seperti pelecehan


“Sayang apa boleh kita hari ini saja kembali ke Korea,disini banyak orang jahat,bunda tak menyukai nya”ucap yuna menatap sara