
Arya ,Angga dan deiji bergegas lari masuk mendengar teriakan Hisyam yang sampai keluar rumah
“Kenapa ma”teriak Hisyam
“Jika mama menginginkan nyawa istri Hisyam ambil juga nyawa Hisyam ma,karna Hisyam tak pernah sanggup tampa aera Hisyam ma”ucap Hisyam
Cairan bening itu akhirnya lolos dari mata Hisyam
“Mama Gak perlu mengeluarkan kata-kata apapun,mama hanya perlu jawab ya atau Gak”
“Kalau Gak mama akan kehilangan anak mama sendiri”ucap Hisyam mengarahkan pisau di pergelangan tangannya
“Hisyam “teriak mama bela tak percaya yang dilakukan oleh anaknya
Syam lu tenang dulu kita bisa bicarakan baik-Baim syam
“Apa mama dibalik ini semua”tanya Hisyam
“Mama”ucap bela bingung
“Ya atau Gak ma”ucap Hisyam
“Hisyam “teriak mama bela
“Jangan lakuin itu nak,mama Cuman punya kamu,mama mohon buang pisaunya “ucap mama bela yang sudah menagis
“Ya atau Gak ma”teriak Hisyam
“Hisyam hanya butuh jawaban mama”
“Hisyam ingin mendengar dari mulut mama”
“Ya atau Gak ma”ucap Hisyam yang sudah mengores sedikit tangannya
“Ya “teriak mama bela yang melihat tangan Hisyam yang tergores
Pisau itu jatuh begitu saja dari tangan Hisyam dan Hisyam langsung terduduk disofa ,tubuhnya seakan tak kuat menopang tubuhnya
“Yang ia katakan benar,dia Gak bohong “
“Mama minta maaf syam,mama khilaf syam”ucap mama bela mengenggam tangan Hisyam
“Khilaf ma,mama bunuh istri Hisyam mama bilang khilaf”ucap Hisyam menarik tanganya dari gengaman sang mama
“Apa yang aera lakukan pada mama,sehingga mama ingin nyawanya”
“Karna dia menikah dengan kamu,dan mama Gak bisa menikahkan kamu dengan anak sahabat mama”ucap mama bela
“Alasan sampah apa yang mama katakan pada Hisyam
“Hanya karna itu mama tega melakukan itu pada aera”
“Hisyam Gak nyangka ma,dibalik jiwa seorang ibu yang memperlakukan anaknya sangat baik,taryata adalah sosok yang seperti ini”
“Asal mama tahu bukan aera yang ingin menikah dengan Hisyam ,tapi papa yang memilih dia”
“Dan Hisyam yang juga jatuh hati padanya ,anak mama yang mencintainya ma,bukan dia,kenapa Gak Hisyam saja yang mama bunuh”ucap Hisyam
“Bunuh Hisyam saja ma,ucap menyerahkan pisau yang ia gengam tadi”
“Bunuh Hisyam ma”ucap Hisyam mengarahkan pisau itu padanya
“Hisyam”ucap mama bela menampar Hisyam
Hisyam tersenyum
“Mama tahu ,kalau ada orang yang paling menyedihkan di dunia ini,itu adalah Hisyam ma,Hisyam ,anak mama”ucap Hisyam frustasi
Ketiga orang itu memilih keluar karna ini Adalah urusan pribadi
“Bagaimana Hisyam kedepanya ma”ucap Hisyam dengan tatapan kosong
Mama bela hanya menangis ia tak tahu rasa bencinya pada aera membuatnya berbuat sejauh ini
“Syam kamu mau kemana”ucap mama bela melangkahkan kaki keluar rumah
“Hisyam butuh menerima semuanya ma,Hisyam Gak mau diganggu “ucap Hisyam pergi tampa ketiga temanya
“Tante ,tante tenang dulu ya”ucap deiji yang menengkan bela
“Mungkin Hisyam belum bisa menerima untuk saat ini karna ia sangat menyanggi sosok aera
“Deiji tapi tante Gak bermaksud membunuh aera”ucap mama bela yang masih menangis
“Biarin Hisyam tenang dulu tante ,mungkin semuanya butuh waktu,tante Gak bisa memaksa Hisyam untuk disini “ucap deiji