
“hisyam”ucap mama bela mengetok pintu diluar memecah keheningan dua manusia yang sama-sama diam
Hisyam membuka pintu dan memunculkan mama bela dibalik pintu
“kamu gak jadi makan”ucap mama bela yang melihat hisyam masih mengenakan baju yang tadi pulang kerja
“kamu gak jadi mandi”tanya mama bela
Hisyam hanya tersenyum menanggapi pertanyaan mama bela
“mama makan duluan aja ,hisyam nanti makan”ucap hisyam
Saat mama bela hendak masuk hisyam mencegahnya karna hisyam tak ingin mama bela tau masalahnya dengan aera walaupun iya ibunya tapi ini urusan rumah tangganya
“ma jangan sekarang ya ma”ucap hisyam tersenyum
“kenapa”tanya mama bela bingung saat hisyam melarangnya masuk kekamar putranya
Hisyam membisikkan sesuatu kepada mama bela sehingga mama bela tersenyum dan langsung meninggalkan kamar hisyam
Ada yang tau gak apa yang dibisikkan hisyam sama mimin juga kepo
Hisyam meninggalkan aera sendiri yang masih duduk dengan tatapan kosong mungkin aera butuh waktu sendiri dan iya memutuskan mandi
“mau ikut gak “ucap hisyam yang baru keluar dari ruang ganti
Aera menatap hisyam bingung
“ayo”ucap hisyam menarik tangan aera keluar kamar
Dengan keadaan masih mengunakan baju tidur dengan lengan pendek dan celana panajang aera tak tau dirinya akan dibawa kemana ia hanya mengikuti saja entah kemana mobil ini hisyam bawa
“ayok “ucap hisyam mengajak aera turun
“kita ngapain kepasar malam”ucap aera bingung
“malam mingguan”ucap hisyam
“nggak mau”tolak aera
Hisyam pun bingung apa aera tak menyukai pasar malam
“why”tanya hisyam
“aku nggak suka ke tempat beginian bg”ucap aera tak ingin turun
Dan akhirnya meraka hanya makan dan langsung pulang
“kamu kerja hari ini”ucap hisyam yang baru membuka matanya
“iya”jawab singkat aera
“pulang jam berapa “tanya hisyam lagi yang masih menatap aera yang sedang merapikan jas putih yang iya pakai
“malam kayaknya bg”ucap aera membalikkan badan dan bergegas menuju pintu keluar namun langkahnya terhenti karna panggilan hisyam
Aera menatap bingung hisyam yang menyodorkan tangannya
“salim dulu sama suami ra sebelum berangkat itu napa”ucap hisyam yang bangkit dari tidurnya
Aera langsung mencium tangan hisyam dan meninggalkan hisyam karna jika ia protes akan banyak hal lain yang terjadi
Sebelum ka rs aera mampir dulu rumahnya dan mengambil sesuatu dan langung pergi dari tempat itu
…..
Sebuah ruangan yang didominasi dengan ruangan hitam dan hanya terdapat satu kursi tempat berada ditenggah-tengahnya
“apa kau masih mengenalku”ucap orang tersebut berdiri dihadapan laki-laki yang terikat tersebut
“apa salahku,mengapa kau mengikatku seperti ini”ucap laki-laki tersebut berteriak
“ah suaramu brisik sekali”ucap radit memukul wajah pria yang berisik tersbut
“radit kau jangan keterlaluan memukulnya”ucap orang yang memakai topeng setengah wajah itu
“harusnya begini”ucap orang tersebut mengeluarkan pisau silet dan mengiriskan ke pergelangan tangan laki-laki tersebut
sehingga laki-laki tersebut menjerit merasakan irisan demi irisan di tangan bagian kananya
apakah sesakit itu”ucapnya bertanya
“bahkan aku belum melukai mulutmu yang berisik itu”ucapnya tersenyum devil
“radit bisakah kau bantu aku menginjak tangan orang yang berisik itu,aku kasihan jika harus menginjaknya”ucapnya berdiri
Saat radit menginjak bekas irisan tersebut laki-laki tersebut menangis memohon untuk dihentikan karna tangan kananya sangat sakit