
Aera tersenyum
“Aku hanya ingin mereka merasakan apa yang meraka lakukan pada orang lain”ucap aera
“Siapa kamu,”teriak Hisyam
“apa hak kamu menghilangkan nyawa orang lain”ucap Hisyam
“Kamu bukan Tuhan,”teriak Hisyam
“Saya anak dari orang tuanya yang dibunuh 12 tahun lalu”ucap aera
“Lalu apa hak kamu membunuh mereka”ucap Hisyam
“Lalu bagaimana dengan hukum yang dibilang ditegakkan tapi kenapa kematian orang tua saya di tutup begitu saja dengan alasan kecelakaan,kemana semua hukum itu,kemana para polisi yang bekerja menegakkan kebenaran itu,kemana semua orang ketika kasusnya ditutup begitu saja ,saya menyaksikan sendiri bagaimana orang tua saya dibunuh dengan sengaja”
“Cukup aera “ucap Hisyam
“Lalu apa mereka hidup bahagia tampa rasa bersalah sedikitpun”
“Semua orang diam seolah lupa dengan kasus yang saya ajukan”
“Kemana semua orang”teriak aera histeris dan bertubi-tubi
“Lalu apa yang kamu paham ,apa kamu paham bagaimana kondisi saya,tidak?”teria aera
“Kamu hanya akan paham ketika orang tua kamu dibunuh juga dihadapan kamu”teriak aera
Dan Hisyam yang dari tadi diam dan menyuruh aera berhenti tak kuasa lagi menahan gejolak emosi yang ia bendung dan satu tamparan mendarat di pipi aera
Dan itu berhasil membuat aera diam
Ia menatap Hisyam dan air matanya jatuh begitu saja
“Setidaknya dari awal saya sudah berusaha menjadi istri yang baik bagi kamu”ucap aera menghapus air matanya
Hisyam menatap aera dengan mata yang memerah dan tangan yang ia gempal dengan kaut hingga tangannya bergetar
Hisyam memilih meninggalkan aera
Ia mentik korek apinya dan menyalakan sebatang rokok yang ia pegang
Ia berdiri di balkon cukup lama hingga ia menghabiskan beberapa batang rokok
Hisyam merokok ketika ia merasa buntu dengan pikirannya sendiri
Ia tak tau harus melakukan apa,tapi apapun alasan aera ia tetap salah dari segi apapun
Jam 11 malam ia masuk dengan tampang yang berantakan dan aera masih diposisi awal tak menghindar sedikitpun
Keduanya sama-sama diam tak mengeluarkan suara sedikitpun
Kecewa sangat kecewa itulah yang dirasakan hisyam
Ia benar-benar gagal dalam hal apapun menjadi seorang suami
Aera masih diam menahan perih di wajahnya dan rasa sakit dihatinya ,luka yang 12 tahun ia kubur terbuka lagi
Flasback
Aera yang masih berusia belasan tahun disuruh bersembunyi dibawah tempat tidur oleh ibunya karna ada beberapa orang berbaju hitam. Yang memasuki rumahnya
Dan dengan sekali tikaman ibu dan ayahnya jatuh kelantai dengan darah yang menagalir di bagian perut sang ayah
Namu tak hanya itu,orang itu mengorok leher sang ayah yang masih bernafas tampa ada rasa kasian sedikitpun dan itu aera saksikan dengan mata kepalanya sendiri
Ia menutup mulutnya sambil menangis menyaksikan semua hal sakit itu dan yang membuatnya sakit adalah hal itu dilakukan oleh pamannya sendiri
Keluarga kecil yang awalnya bahagia berubah jadi tragis akibat pembantaian yang dilakukan oleh pamannya sendiri dan aera ia juga diusir dari rumahnya sendiri dan aera yang saat itu mengatakan apa yang menimpa orang tuanya tapi tak ada satupun yang mempercayainya dan kasus orang tuanya ditutup begitu saja tampa ada penyelidikan terlebih dahulu dan itu benar-benar membuat luka bagi aera