
“Bang lihat deh”ucap aera menunjukkan vidio yang ia putar di hpnya
“Ini di kompleks kontrakan aku loh kejadiannya”ucap aera
“Yaallah tega bangat loh”ucap aera
“Siapa ya yang tega ngebunuh dimasukin karung gini”ucap aera
Hisyam hanya melihat fokus berita tersebut tanpa mengeluarkan sepatah katapun
“Bang ,ini kayak karung yang aku lihat semalam loh”ucap aera
Hisyam menatap kearah aera
“Iyah Bang,kayak yang aku lihat semalam”ucap aera
“Nggak usah mikir macam-macam”ucap aera merebut hp aera dan mematikan nya juga
“Lah kok dimatiin Bang”ucap aera
“Biar kamu Gak mikir macam-macam “ucap aera
“Tapi mirip loh Bang”ucap aera
“Kan Cuman mirip sayang”ucap Hisyam
Mendengar Hisyam yang mengatakan sayang padanya membuat pipi aera memerah
“Kamu pipinya suka merah gitu ya”ucap Hisyam yang melihat pipi aera
“Mana ada”ucap aera memegang kedua pipinya
Hisyam tertawa melihat tingkah aera
“Baru dipanggil sayang aja udah merah gitu,gimana kalau yang lain”ucap Hisyam
“Ya,up too you”ucap aera merebahkan dirinya karna ini waktu yang cocok untuk tidur siang
“Bang kalau membuat hati istri senang pahala Gak buat Abang”tanya aera
“Oowh yaudah Abang bacain dongeng dong”ucap aera
“Dongeng “ucap Hisyam mengangkat sebelah alisnya
“Iyah”ucap aera
“Kamu bukan anak kecil lo aera”ucap Hisyam yang merasa aneh dengan permintaan aera
Sebenarnya Gak aneh sih,kan dongeng itu pengantar tidur
“Nggak,kamu bukan anak kecil aera,kalau mau tidur dengan cara lain saja saya tidur in kamu “ucap Hisyam
Namun aera dengan segala cara membujuk Hisyam agar hisyam mau membacakan dongeng untuknya
Dan pada akhirnya hisyam juga tak bisa menolak apapun keinginan aera yang masih wajar menurut hisyam
...Kisah Kancil dan Buaya...
Dikisahkan pada suatu hari yang terik kancil merasa haus dan kelaparan, tubuhnya terasa lemah setelah seharian tak menemukan makanan, hingga ia tiba di suatu sungai yang airnya cukup dalam dan cukup deras arusnya. Di seberang sungai tersebut ia melihat ada tanaman mentimun sedang berbuah, makanan kesukaannya. Ia pun sangat gembira dan berniat segera menyeberangi sungai dan makan mentimun segar di seberang sungai.
Namun tiba-tiba datang seekor buaya, yang menghadang dan berniat memakannya. Kancil pun mundur ketakutan, tapi rasa laparnya makin menyiksanya. Sehingga ia pun berpikir keras.
Lalu ia punya ide. Ia berkata kepada buaya yang hendak menyantapnya. Ia bertanya kepada buaya tersebut apakah ia sangat lapar sehingga akan memangsa dirinya. Si buaya menjawab bahwa sebenarnya ia tidak terlalu lapar karena habis memangsa ular yang cukup besar, namun kancil baginya adalah camilan.
Lalu kancil punya ide cemerlang, ia mengatakan kepada buaya bahwa pada saat ini dirinya sedang dalam kondisi lapar. Sehingga tubuhnya kurus kering, jika ia bisa memakan mentimun di seberang sungai maka badannya akan membesar dan makin gemuk sehingga bahkan bisa dimakan beramai-ramai oleh si buaya dan teman-temannya…………
Hisyam membaca cerita tersebut yang ia browsing melalui telpon genggam yang ia hidupkan kembali
Aera juga tak menolak cerita yang dibaca kan oleh Hisyam
Setelah Hisyam selesai membacakan cerita tersebut
Aera juga sudah terlelap dan menuju alam mimpinya
Hisyam tersenyum menatap wajah aera yang tertidur pulas
“Teryata begini ya cara nidurin kamu”ucap Hisyam menarik selimut aera dan mencium kening aera lalu ia beranjak dari ranjang tersebut