AERA SENA

AERA SENA
28.tamparan mama bela



“apa yang barusan kamu lakukan ,kamu hampir melukainya”ucap hisyam setalah mereka berdua berada didalamnya


“apa abang mengkhawatirkannya”ucap aera menatap hisyam dengan tatapan yang tak seperti biasanya


“tidak aera,saya mengkhawatirkan kamu,”ucap hisyam menatap mata aera yang tak seperti biasanya,mata itu tampak tajam dan mengintimidasi lawan bicaranya


“kenapa kamu hampir melukainya”ucap hisyam lagi


“abang begitu mengkhawatirkannya teryata ucap aera tersenyum sinis


Hisyam khawatir bukan karna nisa tapi karna hal lain


Mereka terdiam cukup lama dengan pemikiran masing-masing


“jadi apakah kita akan tidur dimobil ini”ucap aera menatap hisyam


“apa kamu ada pekerjaan lagi dirumah sakit”tanya hisyam


Aera hanya mengeleng


“baiklah kita pulang saja “ucap hisyam menjalankan mobilnya


“apa abang tak ada kerjaan lagi”tanya aera karna sekarang baru pukul setengah 3


“saya ingin pulang bersama kamu”ucap hisyam


“assalamualaikum”ucap hisyam dan aera bersamaan


Plakkk


Satu tamparan kuat berhasil mengenai pipi aera dan bekas jari orang yang manampar itu tercetak jelas bak stempel di pipi aera


“berani ya kamu mau melukai nisa”teriak mama bela


Hisyam kaget dengan tindakan mamanya,yang ditampar hanya diam dan menatap mama bela lalu melirik sesorang yang menghapus air matanya duduk manis disofa


“apa yang kamu katakan pada mama saya”ucap hisyam begitu emosi menatap tajam pada nisa


“aku hanya mengatakan bahwa aera tadi mau menusuk mataku dengan garpu”ucap nisa


“apakahh ini hasil didikan orang tuamu,”teriak mama bela


“apa kau akan jadi seorang psikopat “ucap mama bela begitu marah sampai mukanya memerah


Mama bela menarik rambut aera membuat kepala aera mendongak keatas


“apakah tadi begini kau memeperlakukan nisa”ucap mama bela


“cukup ma”ucap hisyam menahan tangan mama bela yang akan menampar aera lagi dan melepaskan jambakan pada rambut aera dan ini pertama kalinya hisyam meninggikan suaranya pada mamanya


“kamu membentak mama”tanya mama bela tak percaya


“demi wanita itu kamu membentak mama”ucap bela brtanya lagi


“demi allah ma,aera sudah menjadi separuh hidup hisyam ma,hati hisyam begitu hancur ketika mama menampar istri hisyam didepan mata hisyam sendiri,karna suatu hal yang mama gak tau kebenaranya,mama hanya mendengar dari dia tampa bertanya terlebih dahulu kata-kata apa yang wanita ular itu katakan hingga membuat aera begitu marah,”ucap hsiyam berusaha menahan cairan yang ingin keluar menatap mamanya


“hisyam hanya akan memiliki anak dari rahim seorang aera sena,bukan wanita lain,apa lagi dia”tunjuk hisyam


“hisyam hancur ma,hisyam gagal menepati janji pada papa”ucap hisyam dan cairan itu berhasil lolos dari mata hisyam


Mama bela mematung melihat putranya itu pertama kali menangis dihadapanya ia mantap punggung anaknya itu yang manaiki tangga sedangkan Aera sudah beranjak dari tadi meninggalkan semuanya dan pergi menju kamarnya


Saat hisyam membuka pintu kamarnya ia melihat aera yang membaringkan tubuh dengan menyelimuti seluruh badanya


“ra”ucap hisyam menarik selimut yang menutpi tubuh aera


“silau bang”ucap aera menarik kemabali selimutnya


“tapi abang mau ngomong”ucap hisyam


“aera ngantuk dan membuka selimut ini membuat mata aera perih “ucap aera


Hisyam menutup semua gorden kamarnya dan mematikan lampu