AERA SENA

AERA SENA
72…



“Ma tadi ada aera”ucap Hisyam yang kekeh dengan omongannya


Mama bela hanya menagis melihat anak semata wayangnya menjadi seperti ini


dengan segala bujukan mama bela akhirnya Hisyam tidur dikamar ruang tamu dilantai bawah bersebelahan dengan kamar mama bela,karna mama bela takut jika Hisyam tidur dikamarnya ia akan berhalusinasi melihat aera lagi


Hisyam tertidur ditemani oleh mama bela


“Maaf in mama ya nak”ucap mama bela mengusap rambut Hisyam


“Semua ini salah mama” ucap mama bela yang masih menangis menatap Hisyam


Mama bela tidur dibawah sambil mengenggam tangan Hisyam ia takut meninggalkan Hisyam ,ia takut Hisyam melakukan hal yang tak terduga


“Aera,jangan tinggalin abang ,ra jangan pergi “rengek Hisyam yang matanya masih terpejam


“Syam “ucap mama bela yang membangunkan Hisyam dari mimpinya


“Ra jangan pergi,abang Gak mau disini sendiri,ra”ucap Hisyam yang masih menutup matanya


“Syam bagun,syam “ucap mama bela berusaha membagunkan Hisyam


“Aeraaa”ucap Hisyam yang membuka matanya


Hal pertama yang dilakukan mama bela adalah memeluk Hisyam untuk menenangkan nya


“Mama aera benar-benar ninggalin Hisyam ma”ucap Hisyam dengan suara seraknya


“Ma bagaimana Hisyam bisa melewati hari berikutnya tampa aera”


“Ma Hisyam sayang sama aera ma”ucap Hisyam memeluk erat tubuh mamanya


Rasanya dunianya benar-benar hancur bidadarinya pergi meninggalkan dia selamanya


“Mungkin Allah lebih sayang aera nak,kamu harus tabah”


“Jika aera tahu kamu begini pasti ia bakal sedih bangat”


“Yang kuat ya nak,semua akan baik-baik saja “


“Kamu harus tabah”ucap mama bela menghapus air mata Hisyam


Akhirnya Hisyam tertidur dipelukan mamanya


Beberapa hari sudah berlalu tapi kondisi Hisyam tak ada perubahan sama sekali ia masih saja kadang suka berhalusinasi dan kadang ia juga selalu mengigau setiap malam


“Den ini coba dulu minum susu hangat nya”ucap mbok mayang memberikan segelas susu hangat pada Hisyam


Karna beberapa hari Hisyam hampir tak pernah makan


“Aku lagi gak ingin mbok ,bawa balik aja”ucap Hisyam


“Den gak boleh gitu,dulu kan aden selalu dibuatin susu sama si non,nabati kalau aden gak minum susu hangat lagi,non aera sedih disana loh den”ucap mbok mayang membujuk Hisyam


Dengan sekali teguk Hisyam menghabiskan susu di gelas tersebut ia tak merasakan panas susu tersebut


“Sudah bik”ucap Hisyam meninggalkan bik mayang yang masih berdiri di meja taman


Hisyam melangkahkan kakinya kelantai atas ya kekamarnya


Ia meraih bingkai foto kecil di samping meja tidurnya


Difoto tersebut terlihat seorang wanita yang sedang cemberut dengan mata melototnya


Ia mengambil foto tersebut secara diam-diam dan memajang nya walau dulu aera sering protes tapi Hisyam tetap meletakkannya disana


Air matanya membasahi foto tersebut


“Kamu marah ya sama abang,kok perginya jauh bangat “ucap Hisyam mengusap foto tersebut


“Abang salah ya ra,Maafin abang ya”


“Abang janji bakal nurutin apapun yang kamu mau,tapi kenapa kamu ninggalin abang”ucap Hisyam yang tak mengusai dirinya lagi


“Mbok Hisyam gimana “tanya mama bela yang baru palang dari kantor karna ada urusan penting


Hisyam sejak kepergian aera kondisinya benar-benar tidak stabil ,jangankan perusahaan dirinya saja tak mampu ia urusi


“Tadi udah minum susu buk,trus tadi den Hisyam kelantai atas “ucap mbok mayang


“Oowh baiklah,apa dia sudah makan mbok”


Mbok mayang hanya mengeleng dan mama bela melanjutkan langkahnya kedalam rumah