AERA SENA

AERA SENA
69.tes dna



Mama bela sendiri sudah dihubungi oleh deiji saat dalam perjalanan menuju rumah sakit


“Kita lakukan tes dna syam,untuk memastikan ini mayat siapa”ucap deiji berusaha menenangkan Hisyam


“Ya suster lakukanlah tes dna saya yakin ini bukan istri saya”ucap Hisyam menyeka air matanya


“Baik pak “ucap dokter tersebut undur diri


“Saya tadi menelpon tante bela memberitahu masalah ini ,dan sekarang tante bela sedang dalam perjalanan menuju kesini “ucap deiji


Disebuah Bandar Udara Internasional Incheon yakni bandara Korea selatan ,arkhan dan andika menginjakkan kakinya,mereka baru saja menyelesaikan kuliahnya


“Ah akhirnya kesampaian juga kita ke negara ini”ucap andika merenggangkan tangannya karna beberapa jam perjalanan yang lumayan jauh


“Les’t go”ucap andika menarik kopernya mendahului langkah arkhan


“Sudah lama ya kita Gak komunikasi sama kak aera”ucap andika dalam sebuah taksi bersama arkhan


“Gimana ya kabar kak aera”ucap arkhan


“Kabarnya pasti baik,Bang Hisyam pasti menjaga kakak kita dengan baik”ucap arkhan


“Sekarang kita harus fokus dengan pekerjaan kita ,supa kak aera jika tahu suatu hari nanti dia bangga sama kita”ucap arkhan


Andika tersenyum menatap arkhan


Mereka mendapatkan pekerjaan dan ditugaskan ke cabang didaerah Korea selama 2 tahun kedepan


Di sebuah lorong rumah sakit seorang pria gelisah sehingga ia mondar-mandir tak bisa diam


“Syam sabar lah,sebentar lagi hasilnya kelaur”ucap deiji


Namun ia tak menggubris sama sekali omongan yang keluar dari mulut deiji


2 jam telah berlalu tapi karna ada kendala proses keluarnya sampel agak terlambat


“Selamat sore pak,maaf sedikit terlambat ,ini sampel milik korban dan ini smapel milik istri bapak,bapak bisa melihat kecocokan dari sampel keduanya”ucap dokter tersebut dan meninggalkan Hisyam


Hisyam membuka amplop yang berisi selembar Kertas tersebut


Namun tiba-tiba pandangan Hisyam menghitam dan ia jatuh pingsan


Para Bodyguard Hisyam berlari mendekati Hisyam dan mencari dokter


1 jam sudah berlalu namun Hisyam belum juga membuka matanya


Deiji juga tak menyangka akan hasil tes dna yang keluar 99% cocok dengan aera,yang ia tahu pasti Hisyam sangat terpukul karna ia tahu betapa Hisyam sangat mencintai dan menyanggi seorang aera


Dia sangat ingat bagaimana perjuangan seorang Hisyam melindungi aera hingga berakhir di negara ini.


Mayat yang sudah diperkirakan aera juga tak bisa dikuburkan hari ini karna menginggat waktu sudah malam dan berkemungkinan dikuburkan besok pagi


Jam 7 malam Hisyam membuka matanya perlahan


“Syukurlah semuanya Hanya mimpi”gumam Hisyam saat membuka matanya


Deiji dan para Bodyguard yang mendengar ucapan yang keluar dari mulut Hisyam Hanya bisa menunduk dan Ta berani menjawab


“Deiji”ucap Hisyam memalingkan wajahnya pada deiji


Namun ia masih melihat selembar kertas yang tak asing baginya


Ia kemabali mengambil kertas tersebut dan melihatnya


Airmatanya jatuh tampa diminta


Tangan Hisyam yang memegang kertas tersebut bergetar tak kausa menahan kesedihan yang dirinya alami


“Deiji pukul saya,ini Cuman mimpi kan”ucap Hisyam menampar dirinya beberapa kali


Deiji menahan tangan Hisyam yang dari tadi menampar dirinya untuk memastikan ini mimpi


“Sabar lah syam ,mungkin Allah lebih sayang aera”ucap deiji


“Jangan begini,aera pasti tidak ingin melihat lu menyakiti diri sendiri”ucap deiji