AERA SENA

AERA SENA
91.



“Coba berjuang sekali lagi syam,masak lu udah berjuang selama ini tapi masak untuk kali ini lu nyerah”


“Bukankah selama ini saat semua orang mengatakan aera sudah meninggal hanya lu satu-satunya orang yang tetap yakin bahwa dia masih hidup”


“Sekali lagi syam”ucap deiji yang meyakini Hisyam


“Gue udah siapin keperluan lu dan ini tiket sama paspor lu”ucap deiji


“Ayo siap-siap gue antar lu ke bandara “


“Perusahaan biar gue yang handle “ucap deiji


Hisyam yang mengumpulkan tekadnya untuk datang dan menemui aera benar kata deiji dia harus berjuang lagi,demi anaknya nya



“Lu harus bawa keponakan gue ke Indo oke”ucap deiji saat Hisyam memasuki pintu keberangkatan


Hisyam hanya mengangkat tangannya dan melambaikan tangan pada deiji


Dengan kemeja hitam yang digulung se siku dan celana pendek ditambah kaca mata hitam membuat Hisyam terlihat sangat-sangat tampan


Rasa gugup langsung menghampiri Hisyam saat ia menginjakkan kaki di bandara internasional incheon Korea selatan


Semua pikiran buruk menghampirinya saat ia keluar bandara ia sudah dijemput oleh seseorang yang entah siapa


Hisyam langsung pergi ke rumah aera karna ini weekend pasti aera dirumah dan anak-anak pun begitu


Hisyam memencet bel beberapa kali


“Ya sebentar “terdengar teriakan seorang perempuan yang suaranya sangat familier bagi Hisyam


Yuna terpaku melihat siapa yang ada dihadapannya begitupun Hisyam hingga keduanya disadarkan dengan suara cempreng sara


“Bunda siapa yang datang”teriak sara menghampiri bundanya


“Om “ucap sara tersenyum bahagia


“Om yang datang”ucap sara menarik tangan Hisyam untuk masuk


Yuna tak melarang Hisyam masuk karna ia tak ingin ada perdebatan didepan anaknya


“Sara kamu masuk kamar dulu ya nak,mama mau ngomong sama Om ini”ucap Yuna


“Ooh Okeh bunda”ucap sara langsung pergi ke kamarnya


“Kita bicara didalam saja”ucap Yuna mengajak sara kekamarnya


Yuna menatap Hisyam yang juga menatapnya


Hisyam memeluk Yuna tampa ada penolakan sedikitpun dari Yuna


“Aku tak tau harus berbicara apa”ucap Hisyam memulai percakapan


“Apa anda sudah membuktikan sendiri”ucap Yuna berbicara membelakangi Hisyam


“Lalu apa lagi yang anda cari ke sini”


“Bukankah dalam Islam kita bukan suami istri lagi”


“Kita hanya orang asing sekarang”


“Dan mari jalan ni hidup masing-masing,”ucap Yuna tampa menetap Hisyam


Hisyam mengempalkan tangannya kuat mendengar wanita yang sangat ia cintai


“Aku tak mau jalani hidup masing-masing,aku ingin jalani hidup bersamamu dan anak kita”ucap Hisyam


“Anak?”ucap Yuna tersenyum miris


“Dulu anda hampir membunuhnya”ucap Yuna penuh penekanan


“Aku tak pernah ingin membunuhnya Ra”ucap Hisyam mendekati Yuna


“Ah berhenti menyebut nama itu,dia sudah mati”ucap Yuna menatap tajam Hisyam


“Lalu apa ha,bukankah anda yang membuat saya pendarahan”ucap Yuna tersenyum miris menatap Hisyam


“Aku Gak tau kamu hamil Ra,aku hanya takut”ucap Hisyam terjeda


“Takut apa ha”teriak Yuna yang emosi


“Bukankah semuanya anda ambil”


“Semuanya ,impianku juga anda renggut”teriak aera dengan mata yang memerah


“Aku Gak bermaksud gitu Ra,jika kamu mau ayo kamu mau masuk rumah sakit mana,aku akan menjadikan kamu dokter bedah hebat disana “ucap Hisyam memegang tangan Yuna


“Ayo kita ke Indonesia ,aku janji bakal wujud tin mimpi kamu lagi”ucap Hisyam memegang pergelangan tangan Hisyam


“Mimpi?”ucap Yuna menepis tangan Hisyam


“Mimpi apa yang anda ingin wujudkan ?”