
Seorang pria dengan mata tajam berdiri di dekat meja kasir, tampaknya ia sedang mengamati pergerakan wanita yang menjadi salah satu pelayan di restoran Goggi Jjang.
Dengan kacamata hitam yang ia pakai, tak sedetikpun ia melewatkan gerak gerik wanita itu, mengawasi wanitanya dari jarak jauh. Sedangkan, wanita itu bekerja seperti biasannya seolah ia tak menghiraukan tatapan dari pria itu, meski ia sadar keberadaannya dan tahu bahwa pria itu sedang menunggunya selesai bekerja.
"Jess, bentar lagi waktunya pulang.. udah gua aja yang beresin meja.. lu ke loker aja siap-siap pulang.." Ucap seorang pria yang datang menghampiri Jessica yang sedang sibuk membereskan kembali meja bekas pelanggan dan mengambil kain lap yang sedang Jessica pegang.
"Oke.. Makasih ya Sem.." Ucap Jessica dengan senyum lebar sambil menepuk pundak pria bernama Sem itu, yang otomatis membuat pria berkacamata hitam itu mengertakan giginya, ia berasa kepalanya mendidih dengan hanya melihat mereka berdua sedekat itu.
Beberapa menit kemudian,
(Restoran Tutup)
"Ayokk Pulang.." Jessica menghampiri pria berkacamata hitam yang sedari tadi menunggunya
Dengan tatapan Sinis Pria itu membuka kacamatanya.
"Ayokk.." Ucap Daniel Sambil menggenggam tangan Jessica membawanya keluar Restoran.
Tiba-tiba sebuah tangan menahan Jessica yang hendak keluar Restoran,
"Jess, tunggu.......!!" Sem menarik tangan Jessica, Padahal saat itu Jessica sedang berjalan di belakang Daniel dengan tangan terhubung satu sama lain.
"Eh, Iya.. Ada apa Sem..??" tanya Jessica sontak membuatnya melepaskan pegangannya dengan Daniel dan menoleh ke belakang, saat sem yang menarik tangannya.
"Ini aku punya plester, tadi tangan kamu luka kan..?!" tanya Sem yang langsung menarik pergelangan tangan Jessica,
"E...eh.. Sem..." Jessica sedikit kaget saat Sem terlihat begitu antusias.
Dengan cepat dan cekatan Sem menempelkan plester itu di tangan Jessica.
Melihat kejadian itu Daniel menghembuskan nafas berat, ia tak percaya bisa melihat kejadian itu bak tontonan romantis namun terasa sesak baginya karena wanita itu adalah kekasihnya.
Tanpa banyak basa-basi Daniel langsung menarik tangan Jessica kembali setelah plester itu menempel di tangan Jessica.
"E..hh..." Jessica Kaget Daniel memaksanya berjalan dengan menarik tangannya.
"Sem makasih ya.." Ucap Jessica terburu-buru karena Daniel menariknya menjauh dari Pria bernama Sem itu.
Dengan langkah kaki yang cepat Daniel menarik tangan Jessica, membuat Jessica kesulitan untuk mengikuti langkahnya.
"Daniel jalannya biasa aja.." Ucap Jessica
Namun, ucapan Jessica tak di gubris sekalipun.
Ia terus berjalan cepat menarik tangan kekasihnya bagaikan menyeret sebuah karung.
Hingga Jessica lelah mengikuti langkahnya dan Jatuh tersandung.
BLLLUUKKK......!!!!
"Aw.. Daniel..!!!" Teriaknya Dengan tatapan Sinis pada Daniel.
Spontan Daniel menoleh ke belakang, terlihat Lutut gadis itu tergores bebatuan dan berdarah.
Daniel yang awalnya kesal dan marah karena terbakar api cemburu kini merasa iba dengan keadaan Jessica.
"Jalannya biasa aja kenapa sii? gak bisa jalannya kaya orang biasanya?" tanya Jessica dengan menunjukkan sisi manisnya.
Tanpa menjawab pertanyaan Jessica, Daniel berjalan ke sebuah mini market.
"Daniel mau kemana..?" tanya Jessica yang merasa di tinggalkan begitu saja.
Sambil berjalan pelan Jessica mengikuti langkah Daniel yang masuk ke dalam Mini market.
Rasa perih di kakinya membuat ia memutuskan untuk tidak ikut masuk ke dalam Mini market dan lebih memilih duduk di tempat duduk depan mini market.
Dengan badan yang condong ke bawah mengusap kakinya yang kotor oleh debu, Rasa perih terasa ketika tangannya mengenai luka di kakinya. walaupun ia mencoba berhati-hati tetap saja terasa perih.
Tiba-tiba seseorang berlutut di depannya, tanpa aba-aba dia mengeluarkan kapas dari kantong plastik yang di bawanya.
Dengan cekatan ia membersihkan luka gadis itu.
"Ssss... Aaa.. Aahh.." Dengan menyeritkan Kedua alisnya terlihat begitu perihnya rasa perih yang di rasakan Jessica.
"Jangan manja.. dikit doang" Ucap Pria tersebut yang mendongka kan kepalanya dengan senyum di bibirnya.
"Daniel..!! Orang sakit malah senyum.. kamu bahagia aku cidera kaya gini..??" tanya Jessica
"Orang senyum doang salah..?!!" tanya Daniel tertawa.
"Gak ada yang lucu yah.." Ucap Jessica
"Lu yang Lucu.. manis.. Cakep lagi.." Kata Daniel terkesan merayu.
"Iyalah, pacar siapa coba..??" Tanya Jessica dengan kedua telapak tangan memegang pipi, bertingkah imut dengan mengedipkan kedua matanya.
Senyum di bibir Daniel yang awalnya tersirat perlahan berubah saat Jessica bertingkah imut, baginya tingkah Jessica bagai godaan yang sangat menggoda, Apalagi Jarak wajah mereka kini sangat dengan kurang dari 5cm.
Bagi Daniel Jessica adalah Segalanya bagi dia sekarang, Hanya begini saja sudah membuat detak jantung Daniel berdetak begitu keras, Suaranya debarannya terasa terdengar oleh telinganya sendiri.
Dari menatap mata, kini Daniel terasa tersihir oleh bibir Jessica dan tak bisa berkedip barang sedetikpun.
"Lu lagi goda gua buat nyium Lo..??" Ucap Daniel.
Ucapan Daniel langsung membuat Jessica menegakan badannya.
Bukannya hal romantis yang membuatnya terharu, Daniel justru mengatakan sesuatu yang malah membuatnya malu.
"Uu..udah belom..?" Tanya Jessica terbata-bata, rasa malunya membuat ia tak berani menatap langsung ke kedua mata kekasihnya itu.
Seperti habis terhipnotis, Daniel baru menyadarkan dirinya lalu mengambil plester luka dan menempelkannya di lutut Jessica yang luka.
"Lu kalau mau ciuman sama gua jangan disini.. di hotel aja sekalian, gua udah kepincut banget sama Lu..!!??" Ucap Daniel.
Mendengar kata-kata itu Jessica kaget, dengan spontan ia langsung menendang Daniel yang dari tadi sedang mengobati kakinya dengan posisi jongkok.
BBBUUUKKKK....!!
Jessica menendang Daniel yang kebetulan tepat terkena bagian alat vitalnya.
"AAAAAHHHHHH....!!!!" Teriak Daniel yang tersungkur di tanah
"Brengsek Lu..!!" Jessica langsung berdiri dari kursi yang ia duduki.
"JESSS... AAA...SSSS..." Daniel ingin berkata panjang namun rasa sakit di bagian bawahnya membuat ia tak bisa berkata lebih banyak lagi.
"Jangan coba telepon gua lagi.. Dasar Mesum..!!" Jessica melempar bungkusan plastik yang di bawa oleh Daniel dan melemparkan sembarang ke badan Daniel.
Jessica yang awalnya meringis karena lututnya terluka, hanya karena ucapan Daniel dalam hitungan detik ia bagai seseorang yang sehat tanpa cidera, dengan gagahnya ia meninggalkan Daniel yang menderita sendirian.
"JESS, TUNG... GU...." Kata Daniel masih merasakan begitu sakitnya, hingga ujung matanya mengeluarkan air mata.
Rasanya seperti sebuah telur yang di pecahkan dari cangkangnya, rasa sakit membuat kedua tangannya terus memeggang celananya tempat aset berharganya terletak dan sedang kesakitan.
Niat hanya ingin bercanda dan mencairkan suasana malah membuatnya kesakitan dan menderita, bagaimanapun Jessica telah melukai sesuatu yang sangat penting untuk masa depannya kelak.
Namun, dengan kejadian ini ia berpikir ulang untuk menyaring kata-kata yang keluar dari mulutnya di depan Jessica, kalau tidak hal seperti ini bukan tidak mungkin Takan terjadi lagi.
CATATAN PENULIS
Hai aku kayra im, kembali menulis lagi untuk kalian yang merindukan Karya ku berjudul Yena ini.
Mohon dukungannya dengan Vote, Like dan Coment karena saya menulis sukarela tanpa bayaran saya akan senang jika kalian mendukung saya dengan cara itu.
Terimakasih.