YENA

YENA
Tangis kerinduan



Sepanjang hari Yena hanya duduk di sofa sambil memandangi kaca, Daniel dan Jessica kebingungan melihat tingkahnya yang seperti itu.


Yena tidak mau makan, tidak mau minum, ia terlihat termenung, kadang ia tertidur lalu kembali duduk di sofa.


Jika di pikir banyak orang yang menginginkan posisi Yena saat ini, mungkin mereka akan belanja sepuasnya ketika di tinggal suami dan hanya di tinggalkan 2 kartu kredit yang biasa di miliki orang-orang kaya, apalagi kartu itu adalah kartu tanpa limit yang bisa di gunakan sesukanya.


Tapi, tidak dengan wanita bernama Yena, ia terlihat sedih dan tak bertenaga.


Ia mencoba berpikir keras kenapa suaminya tidak berpamitan padanya, padahal mereka tak ada masalah apapun, semalam pun mereka masih akur bahkan ia sempat melakukan kewajibannya sebagai seorang istri.


Jika di pikir mereka ada di fase sedang hangat-hangatnya memadu kasih Namun, yang Yena bingung kan kenapa Bobby tidak memikirkan perasaannya, kenapa ia pergi begitu saja, meski ia pasti kembali setidaknya Yena juga ingin melihat wajahnya untuk yang terakhir kali dan mengantar keberangkatannya ke bandara.


Antara marah, sedih, rindu bercampur menjadi satu hingga ia bingung harus menyikapi bagaimana. Namun, sampai detik ini Bobby tak juga memberikan kabar.


apa dia tak merindukan istrinya?? apa ia tak merasa bersalah meninggalkan aku seperti ini?? Batin Yena


meski banyak orang di rumah, hatinya merasa sepi sendiri, ia mencoba bersikap dewasa bagaimana pun Bobby keluar negri bukan untuk liburan melainkan untuk mengurus permasalahan perusahaannya di luar negeri.


Ia mencoba membusungkan dada berharap akan ada kekuatan, ia percaya bahwa dia adalah Yena.. wanita yang kuat.


Ya, jangan terlalu banyak pikiran, aku hanya Perlu tersenyum dan semua akan baik-baik saja. Gumamnya dalam hati.


Namun bukannya tersenyum ia malah kembali menangis, bagaimana pun ia merasa kecewa dan sedih.


Daniel dan Jessica kembali terdiam, mereka tidak tahu harus berbuat apa.


Sedangkan Bobby ke Negeri Ginseng Korea Selatan, setidaknya memakan waktu 7 jam untuk sampai ke tempat tujuan.


"Gimana..??" tanya Jessica


"Coba kamu bujuk.. dia belum makan dari pagi.." Jawab Daniel


"Bobby belum menelpon juga??" tanya Jessica


"Mungkin masih dalam perjalanan.." Jawab Daniel


"Lah, terus gua yang salah??" tanya Daniel dengan salah satu alis naik ke atas


"Ya, iya.. Lu kan adeknya.." Jawab Jessica meninggalkan Bobby lalu menghampiri Yena berharap ia bisa membujuknya makan dan berhenti menangis.


***



Di sisi lain Bobby telah sampai di kota Seoul Korea Selatan bersama beberapa asistennya.


mereka sudah masuk ke kamarnya masing-masing, mereka menginap di satu Hotel mewah di kawasan kota Seoul milik perusahaannya Waybe.


perjalanannya yang panjang membuat ia cukup kelelahan, sehingga saat sampai ke kamarnya, ia langsung melepar tubuhnya ke atas ranjang.


Jarum jam menunjukkan pukul 11 malam.


baru berpisah sehari saja rasa rindu begitu menggebu di hatinya, ia ingin mendengar suara wanita yang di cintainya kini, wanita yang akan menjadi ibu dari anak-anaknya.


Namun, ia berpikir kembali.


Jika disini jam sebelas maka..... di sana jam sembilan, apa dia sudah tidur..??. apa aku menelponnya besok saja..??, Ya besok saja sekarang mataku sudah terasa berat sekali ingin beristirahat, di tambah besok aku harus siap-siap menyelesaikan masalah ini. Gumam Bobby di dalam hati.


Pesan Penulis:


Aku selalu berharap kalian menyukai apa yang ku tulis, meski aku masih pemula. aku harap kalian tetap mendukungku lewat Like dan Comentar bukannya aku menuntut setidaknya aku masih merasa ada orang yang masih menginginkan karyaku hadir, aku harap dengan karya ku kalian yang sedang kesulitan akan terhibur. aku selalu melihat jumlah terbaca selalu banyak tapi, orang yang mendukungku sangatlah sedikit.


Tolong tetap memberiku semangat, karena aku juga ingin kalian memberiku energi lewat dukungan kalian, dengan begitu kita bisa berbagi kebahagiaan.


Aku ingin berkomunikasi dengan kalian maka itu jagalah kesehatan kalian, jangan lupa pakai masker jika bepergian.


Salam dariku


임 가이라