YENA

YENA
Liburan ke Jepang



Pagi itu Yena bersama bibi dan pamannya, menyantap sarapan, dengan roti panggang dan beberapa selai tersaji di meja.


"Aku gak sempat masak mas, makan saja yang ada ya." Ucap gina dengan wajah merasa bersalah.


"tidak apa-apa, mas juga yang salah gak bangunin kamu" Ujar Rudi


"Yena yang salah paman.. harusnya bibi tidak menemani Yena tidur semalam jadi dia takan bangun kesiangan seperti ini" Ujar Yena


"Tidak apa-apa Yena.. bibi gak terbeban kan kok..!!" Ucap Gina


"Iyaa, paman juga gak apa-apa kok, gak usah di permasalahin..!!" Rudi tersenyum pada Yena


Gina dan Rudi adalah Wanita 35 tahun dan Pria 37 tahun yang belum memiliki keturunan selama masa pernikahan mereka.


bukan tidak ingin, hanya saja belum di percaya Tuhan tuk di titipkan anak di rahim wanita itu.


Yena pun mengambil sepotong roti panggang, di olesinya selai strawberry di permukaan roti tersebut, lalu di lahapnya.


"Semalam Yena mimpi buruk lagi?" tanya Rudi


"Iya mas, badannya sampai berkeringat deras tapi, tubuhnya semalam dingin sekali." Ucap Gina


"Dia gak demam?" tanya Rudi


"Enggak kok paman, jangan khawatir Yena gak bakal sakit" Jawab yena sambil mengunyah roti di dalam mulutnya.


"Yena gak demam kok mas, dia memang seperti itu jika mimpi buruk itu datang lagi ke mimpinya." Ujar gina


Yena hanya terdiam, mendengar penjelasan yang keluar dari mulut gina.


Yena menyadari betul jika ada yang tidak beres dalam dirinya.


Yena selama ini hidup dari uang Asuransi kecelakaan Ayah dan Ibunya.


Terkadang ia juga mendapatkan uang dari seseorang yang tak ia kenal setiap bulannya.


Orang itu hanya membunyikan bel rumahnya, lalu meninggalkan amplop bertuliskan 'Yena' yang berisikan uang di depan rumahnya.


tak pernah di ketahui orang itu siapa, yang di ketahui Yena orang itu adalah pria yang menggunakan pakaian serba hitam.


pria itu memakai sepatu Vans hitam, celana jeans hitam, jaket hitam, kaca mata hitam dan topi hitam.


Namun, ketika Yena mengejarnya pria itu berlari kencang dan cepat sekali menghilang.


hingga sampai sekarang ia tak pernah mengetahui identitas pria tersebut.


Yena juga memimpikan memiliki sebuah cafe untuk menyambung hidupnya, sebelum uang yang di milikinya sekarang habis.


Namun, karena Gina dan Rudi terbelit hutang kembali, Yena menggunakan sebagian uang pribadinya untuk membayar hutang bibi dan pamannya tersebut.


Dan sisa uang itu kini hanya dia pakai untuk biaya hidup sehari-hari.


"Yena bagaimana kalau kamu liburan keluar negeri saja?, mungkin itu bisa menjadi cara yang ampuh untuk mengobati trauma mu?" Usul Rudi


"Benarkah? bisakah aku sembuh total dengan berlibur keluar negeri Paman?" tanya Yena


"Tentu saja bisa.. setidaknya kamu harus mencoba. Orang yang sehat yang stres karena beban fikiran saja bis sembuh dengan berlibur." Ujar Rudi


"Benar Yena, Menjernihkan pikiran itu perlu. biar kami yang urus paspor dan keberangkatan kamu, kamu hanya tinggal merapihkan barang-barangmu dan pergi naik pesawat.." Ucap gina dengan Mata berbinar-binar


"Tapi.. Bi.. paman.." Yena berfikir hal lain


"Apalagi yang kamu pikirkan? bersenang-senanglah disana. kami ingin yang terbaik untuk kesembuhan kamu Sayang.." Ujar gina


"Benar kata bibimu, bersenang-senang lah di sana lupakan masa lalu mu.. dan kembalilah dengan kebahagiaan dan cita-cita yang ingin kamu gapai. kamu masih muda Yena, umurmu masih 18 tahun.. lupakan kejadian kecelakaan itu, semua bukan salahmu. kamu berhak bahagia Yena.." Rudi mengatakan dengan penuh keyakinan.


"Tapi Bagaimana dengan Kuma.." Ucap Yena.


Kuma adalah Kucing Kesayangan Yena, peliharaan satu-satunya yang Yena miliki.


"Jangan khawatir kan tentang apapun, bibi akan slalu membersihkan rumah ini setiap hari. bibi juga akan slalu memberikan makan pada kuma, jadi jangan khawatir." Ucap gina


"Kamu hanya perlu pergi bersenang-senang membebaskan pikiranmu dan kembali sedia kala menjadi Yena yang sehat dan periang.." Rudi tersenyum


"Miiiaaww..."


Kucing itu sangat dekat dengan Yena.


Sepeninggal orang tuanya hanya Kuma yang slalu menemani dan menghibur Yena.


"Baiklah.. jaga dirimu baik-baik ya, Kuma.."


Yena menggendong kucing betina tersebut, menggendong nya seperti menggendong bayi manusia.


"Oke.. biar paman dan bibi yang yang mengurus tanggal keberangkatannya." Ucap Rudi


Entah apa yang di rencanakan sepasang suami-istri tersebut, hingga begitu kukuh dan meyakinkan Yena untuk pergi liburan ke luar negeri.


Mungkinkah mereka tulus ingin memulihkan kondisi Yena, atau ada maksud dan tujuan lain hingga mereka bersikap demikian.


"Lalu kemana Yena akan pergi paman?" tanya Yena


"Bagaimana kalo ke Jepang?" Usul Rudi


"Bagus itu, kamu bisa ke Tokyo melihat pemandangan yang sangat indah di sana. Bibi jadi ngiri pengen liburan juga.." Ucap gina mengkhayal seolah merasakan bisa liburan disana.


"Ya sudah, Yena ikut saja.. gimana bibi sama paman" Ucap Yena


"Ia biar kami yang urus semuanya, kebetulan teman paman menawarkan paket liburan ke Jepang dengan diskon besar-besaran. Jadi biar kami yang membiayai traveling kamu, sebagai tanda balas Budi karena selama ini kamu mengijinkan kami tinggal di sini." Ucap Rudi


"Ahh.. paman, tak perlu bersikap seperti itu. kalian sekarang menemani ku setiap hari, kalian sudah aku anggap sebagai orang tua ku sendiri.." Ujar Yena tersenyum.


"Tidak, Yena kami selalu merepotkan mu maka terimalah hadiah dari kami" Ucap Rudi


"Tapi paman.."


"sudah.. terima saja kami tidak enak jika kamu tidak mau menerimanya," Ujar Gina


Yena pun hanya bisa pasrah, menerima hadiah pertama dari paman dan bibinya.


Di hatinya, Yena tak pernah menaruh kecerugian sedikitpun.


gadis polos itu memiliki hati yang putih bersih dan suci, ia tak pernah beranggapan negatif.


meski selama ini paman dan bibi yang tinggal bersamanya slalu merugikannya.


Yena tak pernah menaruh kebencian dan mempercayai paman dan bibinya, meski ia yang membayarkan hutang paman dan bibinya itu.


Tanggal keberangkatan pun telah di tentukan. dengan sebuah koper berwarna merah di tangannya dan paspor yang di pegang di tangan kirinya, berangkatlah Yena menuju negeri Sakura Jepang.


Setibanya di Tokyo, Yena diantar menuju tempat istirahat di Park Hotel Tokyo Western.


Tim travel melakukan penjemputan di bandara dan menemani Yena selama tour. Selain itu, ada pemandu pribadi yang mengantar Yena sampai ke hotel yang lokasinya berada di jantung kota Tokyo.


Setelah menjalani prosedur check-in, Yena beristirahat dengan santai dan menikmati sisa waktu yang ada.


Ia melihat ke jendela hotel pemandangan indah kota Tokyo dari ketinggian hotel.


Yena menikmati liburan ke beberapa tempat menarik di Jepang.


8 malam 7 hari cukup bagi Yena untuk menyenangkan dirinya dan hatinya di Jepang.


Ia berjalan-jalan ke beberapa kota yang ada di Jepang. seperti : Tokyo, Kyoto dan Osaka.


Yena juga menikmati ke indahan dari Gunung Fuji lewat area Danau Fuji Five dan menyaksikan secara langsung pemandangan panorama alam dari gunung itu.


Lokasi Danau Fuji Five ditempuh kurang lebih dengan waktu 2 jam dari Tokyo menggunakan mobil.


Selain pemandangan Yena juga menikmati makanan-makanan Jepang, yang sebelumnya hanya ia lihat di majalah dan tayangan televisi.


Ia berharap setelah pulang ke Indonesia mimpi buruk itu akan hilang untuk selamanya, sehingga ia bisa menjalani hidup normal seperti orang biasanya, tanpa harus khawatir dan ketakutan setiap malam.


**Bersambung


Silakan like dan coment.


salam


KAYRA IM 😘