
Meski mereka selalu tidur berdua namun, pakaian mereka masih di simpan di kamar yang berbeda.
Yena keluar dari kamarnya dengan memakai pakaian rapih, lalu masuk ke dalam kamar Bobby.
"Bobby... ini udah jam berapa kok belum siap juga?" tanya Yena
Ia terkejut melihat Bobby yang masih menggunakan jubah mandi.
"Bantuin dong.." Ucap Bobby dengan senyuman seolah ia sengaja agar Yena turun tangan membantunya, padahal sebelumnya ia bisa melakukannya sendiri.
"Kamu itu alasan doang.." Ucap Yena
Yena sudah seperti seorang istri sungguhan, ia menyiapkan pakaian untuk Bobby sebelum berangkat kerja,
"Ini.. udah aku siapin.. kamu tinggal pake aja.." Ujar Yena
"Sendiri...??" tanya Bobby
"Ya sendiri dong Bob...." Ucap Yena
"Sssshhuutttt... jangan kebiasaan deh kamu ini, manggil aku terus-terusan pake nama.. aku ini lebih tua 10 tahun dari kamu lho... trus kamu mau nyebut kaya gitu sampe anak kita lahir gitu??, Nanti anak orang lain belajar bilang 'mamah papah...' anak kita malah bilang 'mamah dan Bobby' begitu...??!!" Ucap Bobby memperingati Yena
"Ya, maaf... Terus aku harus panggil apa?" tanya Yena
"Abang kekk... atau sayang yang lebih romantis.." Ucap Bobby
"Ya udah sayang... kamu pakai pakaiannya sendiri ya.." Ujar Yena dengan senyuman manis di bibirnya.
"Bantuinlah..." Ujar Bobby
"Bantuin apaan..? biasanya juga sendiri.." ujar Yena
"Bantuin pakein.." Jawab Bobby
"Ya udah atasan doang ya..." Ujar Yena
"Lah kalo semuanya emang kenapa..??" tanya Bobby
"Udah deh.. jangan bertingkah terus.. atasan doang atau aku gak mau bantuin.." Ujar Yena
"Ya udah iya.. iya.." Jawab Bobby segera memakai celananya bersamaan dengan Yena membalikan badannya.
"Kenapa harus balik badan sih..?? bukannya kita udah sama-sama tau ya..." Gumam Bobby melihat tingkah Yena
"Aku malu..." Ujar Yena
"Itu kan beda... udah akh Cepetan, udah belum?" tanya Yena
"Iya... udah.. udah..." Jawab Bobby
Yena membalikan badannya, ia mengambil kemeja yang masih tersimpan di atas tempat tidur.
Tiba-tiba Bobby memeluknya dari belakang mengagetkan gadis itu.
"Ada apa lagi?" tanya Yena memegang tangan Bobby yang melingkar di perutnya.
"Gak papa... kita gak usah bikin acara meriah-meriah ya..?? bukannya aku gak mau rayain pesta mewah.. tapi akhir-akhir ini aku gak punya waktu buat ngurusin itu semua.. sedangkan perut kamu udah keliatan.." Ujar Bobby
"Ya gak papa sayang... kita kan udah sepakat untuk menjadi orang dewasa dan calon orang tua yang baik..." Ujar Yena membalikan badannya sambil memakaikan kemeja ke tubuh pria kekar di hadapannya.
"Malam ini juga aku mungkin pulang telat lagi.. aku mau beresin kerjaan.. agar aku bisa cuti dulu seenggaknya 2 hari buat urusin pernikahan kita" Ujar Bobby
"Ya udah gak papa.. asal kamu pulang jangan sering bawa muka kecut aja... sebel aku..." Ujar Yena mengancingkan kemejanya satu persatu lalu memakaikan dasi dan jas.
"Yena sekarang udah dewasa ya..." Ujar Bobby tersenyum
"Udah cakep sekarang..." Ucap Yena berdinjit mengelus rambut Bobby
**
Mereka duduk di meja makan sambil menyantap sarapan.
"Gara-gara kamu aku gak sempet masak kan.." Ujar Yena
"Ya udah sih.. kan ada roti bakar juga udah cukup.. kamu kan semalem kurang tidur, banyakin istirahat aja hari ini.." Ucap Bobby
"Iya kamu pelakunya.. yang bikin aku gak bisa tidur.." Ujar Yena
"Kali ini doang..." Ujar Bobby terkekeh
"Doang.. doang.." Ucap Yena dengan tatapan tajam.
Bobby yang telah menghabiskan makanannya, hanya tertawa melihat tingkah Yena.
"Ya udah.. aku berangkat dulu ya.." Ucap Bobby pamitan mencium kening Yena
"Iya... hati-hati...." Jawab Yena