
Yena sengaja bangun pagi, ia ingin membuatkan sarapan untuk pria yang tinggal seatap bersamanya, sebelum pria itu pergi bekerja dan meninggalkannya di rumah sendiri.
"Tumben bangun pagi...?!" Ucap Bobby berpakaian rapih yang langsung duduk di meja makan.
"Ya.. aku kan cuma mau jadi orang berguna aja buat kamu" Ucap Yena tersenyum
Pagi itu Yena terlihat sangat lucu dengan rambut panjang di kepang ke belakang.
Yena menyajikan nasi goreng yang masih hangat dan telur mata sapi, di suguhkannya makanan tersebut ke hadapan Bobby.
"Oke terimakasih.." Ucap Bobby yang langsung melahap makanan di depannya.
Apapun yang di sajikan Yena, Bobby terlihat sangat menikmatinya, seolah makanan itu enak sekali meski tampak seperti sarapan biasa.
Bobby orang yang sangat menghargai orang lain.
"Apakah enak?" tanya Yena yang duduk di depan pria yang tengah mengunyah makanannya itu
"Mmm.. enak kok.. kamu gak makan juga?, makanlah.. bukannya kamu benci makan sendiri?" tanya Bobby
"Iya, aku akan makan sekarang." Jawab Yena mengambil piring dan mengisinya dengan nasi goreng yang ia buat, membuat mereka makan bersama.
"Kamu pulang jam berapa hari ini?" tanya Yena sambil sibuk memasukan makanan ke dalam mulutnya.
"Mm.. sekarang.. gak tau, kayanya jam 7 malem juga udah pulang deh kayaknya." Jawab Bobby mengira-ngira.
"Oh begitu.." Gumam Yena
Bobby yang menyelesaikan makannya lalu menaruh beberapa uang tunai di atas meja,
"Masak yang enak ya.. gua pergi dulu bocah..!!" Ucap Bobby mengacak-acak rambut Yena sambil tersenyum meledek.
"Ih... Iyya.." Ucap Yena kesal rambutnya di sentuh.
Bobby pun pergi dari rumah menggunakan mobilnya, untuk pergi bekerja.
Seperti hari kemarin, Yena menghabiskan waktunya untuk bersih-bersih rumah lalu memasak untuk menyambut kepulangan Bobby.
Jam 15.00
Suara klakson mobil terdengar di samping rumah, ia heran siapa yang sore-sore ke rumah.
Ia mengintip jendela karena, takut orang yang datang adalah orang yang tak ia kenal, ia juga bingung jika yang datang ada ikatan saudara dengan Bobby, ia takut harus menjawab apa dan berbuat apa.
Ia pun mengintip dari kaca jendela, perasaan yang awalnya terkejut dan takut namun, perasaan itu berubah menjadi tenang, ketika yang dia lihat ada pria yang tinggal seatap dengannya.
"Orang tua itu sungguh membuat ku terbirit-birit.." Gumam Yena
Bobby pun masuk ke rumahnya, di lihatnya Yena tengah duduk di ruang tamu.
"Ada apa dengan muka mu?" tanya Bobby
"Memangnya kenapa dengan muka ku?" Yena balik bertanya
"Seperti orang yang ingin bersembunyi di suatu tempat.." Bobby tersenyum menahan tawanya.
"Aku kira yang datang saudaramu atau Siapamu.. aku takut mereka banyak bertanya padaku, yang tak aku ketahui.. kemarin kamu kan pulang larut, aku kira hari ini juga akan pulang larut lagi." cemberut Yena dengan bibir namun.
membuat Bobby tidak tahan menahan tawanya hingga, bergelak tawa.
"pikiran mu itu.. takan ada yang kemari..!!" Ucap Bobby masih tertawa.
"Sudahlah, tidak lucu..!!" Ucap Yena kesal
"baik.. baik.. maafin gua. abis lu lucu banget..!!" Ucap Bobby menghentikan tawanya
"Tumben pulang cepet.." kata Yena
"Iya, gua udah selesaiin kerjaan ya tinggal pulang dong..!!" ucap Bobby menorehkan senyuman
"Kamu membawa apa?" tanya Yena Melihat ke sebuah kantung plastik yang di bawa Bobby
"Ini.. jajanan. ayok makan bersama..!!" Bobby duduk di sebelah Yena membuka bungkusan yang di bawanya.
"Sungguh sesederhana penampilanmu.." Ucap Yena saat melihat bungkus yang di buka Bobby ternyata hanya beberapa susu keseharian dan yogurt.
"Orang lain hanya tau membelinya tapi, aku yang membuatnya.." ucap Bobby
"Maksudnya?" tanya Yena tak mengerti
"Kamu tidak bisa lihat, disini tertulis Hwangfood dan Bobby Hwang.." Ucap Bobby memberikan kisi-kisi bahwa dia dan merk minuman itu ada kaitannya.
"Lalu?, hanya karena sama-sama menggunakan nama 'Hwang' kamu sebangga itukah?, bagaimana dengan Lee dairy prodact berarti orang dengan marga 'Lee' harus sebangga dirimu juga..??" Yena menyungging kan bibirnya sebelah.
Bobby menepuk jidatnya, ia tak habis fikir dengan apa yang ada di otak gadis di sampingnya.
"Kamu tau Mie Zet dan Sosis Mark, itu juga termasuk ke dalam Hwangfood" Ucap Bobby
"Lalu kamu akan mengklaim bahwa kamu adalah CEO dari Hwangfood begitu?" kata Yena
"Lalu kamu tak percaya?" tanya Bobby tertawa kecil
"Menurut mu aku sebodoh itu untuk percaya padamu?" Ucap Yena
Bobby menarik nafas panjang.
wanita di sampingnya masih mengira dirinya adalah seorang karyawan berpenampilan biasa saja, yang bekerja untuk menyambung hidupnya.
"Ya sudahlah terserah kamu saja.." Ucap Bobby mencoblos yogurt dengan sedotannya, lalu ia minum.
"Apa kamu sudah makan?" tanya Yena mengambil sebotol yogurt lalu meminumnya
"Belum, bagaimana setelah kita makan. kita pergi ke luar..?!" Ajak Bobby
"Keluar? untuk apa?" tanya Yena
"Aku ingin membelikan sesuatu.." Ucap Bobby
"Membelikan sesuatu..? untuk ku..?" tanya Yena menunjuk dirinya sendiri dengan jari telunjuknya.
"Bukan untuk Kitty.. " Ucap Bobby bermuka masam dan langsung mengalihkan pandangannya dari muka Yena.
"Dasar bocah kecil, gantian di kode kaya gini baru ngerti.." Sindir Bobby
Setelah menghabiskan minuman yang di bawa Bobby, mereka pun ke meja makan untuk menyantap makan bersama.
Setelah mereka selesai makan, lalu mandi dan bersiap-siap untuk pergi ke suatu tempat. seperti yang di janjikan Bobby, bahwa ia akan membelikan Yena sesuatu.
Dengan mobil hitam yang di kemudikan Bobby, sampailah mereka ke sebuah pusat perbelanjaan.
Dengan penampilan sederhana Bobby, ia menggenakan celana pendek cargo berwarna hitam, jaket hitam yang bagian tangannya di tarik agak ke atas lengannya, dengan kupluk di belakang kepalanya, jam tangan di pergelangan tangan dan kaca mata hitam yang membuatnya terlihat keren, dengan penampilan sesimpel itu.
Namun, karena penampilannya juga membuat Yena tak pernah percaya dengan apa yang di katakan Bobby.
Mereka berhenti di sebuah toko yang menjual berbagai merk dan tipe hp.
"Bagaimana kalo ini?" Bobby menunjukan handphone keluaran terbaru dengan harga fantastis.
spontan mata Yena membulat terkejut,
"Aku tak suka modelnya.." Ucap Yena tertawa kecil
"Oke. bagaimana kalo yang ini.." Bobby menunjukan merk hp yang berbeda Namun, dengan harga cukup mahal.
"Aku ingin seperti handphone ku yang hilang.." Ucap Yena tersenyum terpaksa, lalu menunjuk handphone yang sama dengan handphonenya yang pernah hilang di bandara, yang harganya di bawah 2 juta.
"bukankah itu model lama?, aku lebih suka yang ini.." Ucap Bobby melepas kaca matanya, lagi-lagi menunjuk harga yang sangat mahal bagi Yena.
Yena menarik tangan Bobby menjauh dari toko handphone tersebut.
"Kamu gila ya?, mau ngabisin uang gaji demi sebuah handphone?!!" gerutu Yena
"Aku hanya ingin memilih yang terbaik, untuk orang yang membuat perut ku kenyang setiap hari.." Ucap Bobby
"Iya tapi, setelah kita membeli handphone itu, kita tidak bisa makan lagi..!!" Ucap Yena
"Hei.. kamu tidak usah meremehkanku, aku bekerja. kamu tidak percaya uang yang ku miliki banyak?!!" Bobby agak menyombongkan diri
"Oke.. oke.. aku percaya. aku bersyukur ketemu orang baik seperti kamu tapi, aku juga tidak ingin menyusahkan mu dengan membelikan barang mahal untukku.." Ucap Yena
"Gua gak merasa di susahin kok.. ini pertama kalinya ada orang yang perhatian sama gua, mau buatin makan buat gua, mau nungguin gua pulang, rela kelaperan demi bisa makan bareng sama gua, gua cuma mau ngerasain rasanya beliin sesuatu buat orang sebaik lu. lu ngerti kan?" ucap Bobby
Mereka terlihat saling membujuk satu sama lain dengan pujian, namun keduanya kukuh.
Yena yang tidak ingin terlalu di bebankan dengan pemberian yang terlalu mahal dan Bobby yang tidak mau membelikan sesuatu yang biasa saja. karena menurutnya, Yena membuatnya merasakan kembali nuansa keluarga yang Pernah hilang di hidupnya dan itu harga yang tak bisa terbayarkan oleh uang berapa pun bagi Bobby, ia ingin memberikan yang terbaik dan ini pertama kali bagi Bobby membelikan sesuatu untuk seorang perempuan.
"Tapi aku yang tak bisa menerima pemberian yang terlalu mahal seperti itu. bagiku handphone ku yang lama, cukup berharga!!. Aku tidak suka kamu membuang-buang uang mu..!!" Ucap Yena
Bobby terlihat jengkel dengan sikap Yena yang keras kepala. sambil melipat tangannya di depan dada, ia membuang muka, sama sekali tak menatap ke arah Yena.
"Gak bisa nghargain orang banget sih lu?, dari tadi gua ngomong lu jawab Mulu.. apa salahnya sih, lu tinggal terima doang.. duit-duit gua, kenapa lu yang repot?, terserah gua dong, orang gua yang mau beliin bukan lu..!!" Ucap Bobby
"Iya.. aku minta maaf. aku salah, kan bisa ngomongin baik-baik." Ucap Yena
"eh, gua dari tadi ngomongin baik-baik ya. Lu nya aja yang keras kepala..!!" Jawab Bobby meninggikan suaranya.
"Udah akh, jangan teriak-teriak gitu, malu di liat orang.." Ucap Yena
"Lah, biarin.. mulut-mulut gua, kenapa jadi masalah buat lu?!!" Bobby menatap wajah Yena dengan amarah yang meledak-ledak
"Ya udah.. beli ya, beli.. tapi, pesis sama Hp lama ku ya." Yena tersenyum sambil menggandeng tangan pria itu
"tuh kan, Lu mah gitu..!!" Ujar Bobby
"Ya ayo beli, katanya mau beliin aku.. ayokk.. ayokk.." Ucap Yena menarik-narik tangan Bobby
Yena merengek-rengek seperti anak kecil, membuat Bobby tak bisa menahan senyum di bibirnya.
Dan akhirnya Bobby kalah dan menuruti kemauan Yena.
"Akhirnya aku punya Handphone lagi.. bagus kan?, bagus?"
Yena terlihat bahagia sambil memamerkan handphone yang di belikan Bobby, handphone yang sama dengan persis dengan handphone lamanya.
Bobby yang berjalan dengannya, terlihat hanya manyun saja.
"Coba kita berfoto di sini.." Ucap Yena menarik tangan Bobby agar lebih mendekat dengannya.
"Senyumlah.. nanti orang mengira aku menganiaya mu.." Ucap Yena melihat bayangan Bobby di kamera.
Perlahan Bobby pun tersenyum, dengan beberapa scene pengambilan gambar di handphone baru Yena.
Bobby tidak tau saja, itu adalah trik Yena untuk membuatnya terlihat membaik dari sebelumnya.
"Apalagi yang mau kita beli?" tanya Bobby
"Sepertinya kita tidak butuh apa-apa lagi.." Ucap Yena sembari menggelengkan kepalanya.
padahal, di hatinya mengkhawatirkan keuangan Bobby.
"tidak.. aku ingin membeli beberapa kaos dan membelikan mu juga.." Ucap Bobby tersenyum
"Aku tak membutuhkan apapun, pakaian ku masih banyak di lemari.." Ucap Yena
"tidak.. kamu berbohong padaku.." Bobby tersenyum
"Tapi.."
"Turuti lah.. kalo tidak aku akan marah...!!" Ucap Bobby
"Baiklah..?!!" Ucap Yena pasrah.
merekapun membeli beberapa baju lalu pulang.
**bersambung
like dan coment ya.
salam
KAYRA IM