YENA

YENA
Mengantarkan Ibu pulang



Hari itu di meja makan, Bobby sudah memakai pakaian rapi begitu juga Yena.


Mereka berencana akan mengantarkan ibu pulang hari ini.


"Kan Bobby udah bilang sama ibu.. ibu tinggal disini aja.." Bujuk Bobby


"Gak bisa.. nanti nenek siapa mau jagain kalo bukan ibu nak.." Ucap Bu Yume


"Ya udah.. disini semua.. Ibu nyampe kapan jualan, ibu tinggal disini bareng kami, aku juga mau pergi Bu.. biar Yena gak ada temennya.." Ujar Bobby


"Ya, nanti ibu kesini lagi ya.. kalo enggak Yena yang tinggal dulu bareng ibu.." Ujar Bu Yume


"Gak bisa Bu.. anginnya gede di sana.. Yena lagi hamil Bu.. takutnya kenapa-napa.." Ujar Bobby


"Emang angin bikin orang hamil kenapa??" tanya Bu Yume


Di benaknya Bobby hanya takut penyakit Yena kambuh dan menenggelamkan diri ke laut.


"Gak papa.. pokoknya jangan.. gak boleh.." Ujar Bobby


"Aku bisa kok.. jaga diri sendiri.." Gumam Yena


Bobby menatap Yena dengan penuh keraguan, ia tahu betul Yena tidak bisa tidur di rumah sendiri, dia akan berteriak di tengah malam dengan suhu badan yang panas secara tiba-tiba, Bobby sudah hapal bagaimana mental istrinya itu.


"Ya sudah.. nanti ibu mampir sering-sering kesini.. sudah habiskan dulu makanannya.." Ujar Bu Yume


***


Selesai makan mereka pun mengantarkan Bu Yume ke Minna Beach.


Bobby sudah bagaikan supir pribadi ia menyetir sendiri sedangkan Ibunya dan Yena duduk di bangku belakang.


Dari balik kaca ia melihat kedekatan keduanya, Yena sangat dekat dengan Ibunya. kedekatan mereka terlihat seperti anak dan ibu sedangkan, Bobby seperti seorang menantu.


"Tidur..??" tanya Bobby berkomunikasi lewat kaca tanpa suara, ia takut ibunya terbangun. hanya alunan musik yang mengiringi perjalanan mereka.


Yena memanggutkan kepalanya..


"Sssuttt..." Yena meletakan telunjuknya di depan bibir.


Bobby memonyongkan bibirnya..


Yena tersenyum kecil melihat tingkah suaminya itu,


Yena menunjuk kedua matanya dengan kedua jarinya, lalu menunjuk ke arah jalan dengan kedua jarinya, Memberikan kode agar Bobby tetap berkonsentrasi saat menyetir.


***


Beberapa Jam kemudian sampailah mereka ke tempat tujuan rumah makan sekaligus tempat makan di dekat pesisir laut.


"Makanlah dulu baru kalian pulang.." Ajak Bu Yume


"Kita masih kenyang kok Bu.." Ujar Bobby


"Kamu mungkin ia tapi, Yena punya dua perut sekarang.." Balas Bu Yume menarik tangan Yena.


Bu Yume membuka tempat makannya.


Dengan segera Yena melepas jaket yang di gunakannya.


"Gak pulang aja..??" Tanya Bobby


"Bantuin ibu dulu lah.." Jawab Yena dengan suara pelan


"Ya udah, jangan capek-capek.." Ujar Bobby merasa khawatir dan berat hati saat Yena harus membantu pekerjaan Ibunya.


"Iya..." Jawab Yena


Bu Yume mempersiapkan beberapa sayuran dan lauk untuk di masak.


"Yena bantuin ya Bu.." Ucap Yena


"Gak usah.. ibu bisa sendiri kamu duduk aja, temenin Bobby di depan sana.." Ucap Bu Yume


"Gak Bu.. Bobby lagi telepon rekan bisnisnya kok.." Jawab Yena


"Ouh.. ya udah tapi, kalo kamu capek jangan maksain ya.. bilang aja kalo pusing atau gak kuat ya.. istirahat.." Kata Bu Yume


"Iya Bu.. Yena bantuin apa ini Bu..??" tanya Yena melilitkan kaos putih polos yang di pakainya


"Baik Bu.." Jawab Yena.


Mereka pun masak bersama.


Di tangan Bu Yume Sayuran dan daging mentah di sulapnya menjadi makanan enak dan lezat.


Beberapa lama mereka bertempur dengan penggorengan dan bumbu masakan, akhirnya masakan matang dan siap di hidangkan.


"Bawalah ke depan makanlah bersama Bobby" Ucap Bu Yume


"Ibu gak ikut makan?" tanya Yena


"Ibu mau kasih makan nenek dulu.. kalian makanlah duluan" Jawab Bu Yume


"Ya sudah.. Yena makan dulu ya Bu.." Ucap Yena


Yena membawa piring yang berisikan lauk dan sepiring nasi di tangannya, lalu di taruh di meja di depan Bobby duduk.


"bantuin.. bawain dong.." Ujar Yena


"Masih ada lagi..??" tanya Bobby


"Emang kamu gak laper..??" Tanya Yena


"Lah, ini bukannya buat aku..??" tanya Bobby


"Bawa sendiri sayang.." Jawab Yena ketus


"Iya.. sayang.." Ucap Bobby dengan dengan senyum lebar


dengan bantuan Bobby, mejapun terisi penuh oleh nasi, lauk dan air minum.


"Aku mau minum es aja.." Bobby meminta Yena untuk membuatkan es.


"Aku juga mau ya.." Pinta Yena dengan mata yang penuh harap


"Gak boleh.." Jawab Bobby


"Nanti anaknya ngiler sayang.." Jawab Yena


"Ini pake masker biar gak ngiler.." Bobby menutup bibir Yena dengan masker hitam


"Jhahaha.. Lucu banget kamu" Tawa Bobby


"Apaan enggak akh.." Ketus Yena


"Pokoknya gak boleh ya.." Jawab Bobby


"Ya udah iya.. iya.. mau bikinin es apa..?" tanya Yena


"Jeruk kalo gak Lemon.." Jawab Bobby


Tanpa menunggu lama, Yena memberikan satu gelas minuman yang di minta Bobby.


"Ngiri banget aku..." Gumam Yena


"Ya udah foto ya, biar kamu gak iri lagi.." Ucap Bobby


"Aku lagi jelek banget Lho.." Ucap Yena


"Ya, gak apa-apa.. emangnya kenapa coba..??!!" tanya Bobby


"Ya udah terserah.. mau pake Hp siapa??" tanya Yena


"Hp Aku aja.." Ujar Bobby


Bobby merogoh Handphone nya, lalu memberikannya pada Yena.


Dengan senyum terpaksa Yena melihat ke kamera,


"Siap ya..1.. 2..."


Ckkreekkk.........


.