YENA

YENA
Siapa sebenarnya?



Hari ini Yena masuk kerja seperti biasanya, saat ia keluar dari kos-kosannya hendak pergi bekerja, terdapat secarik kertas di depan pintunya.


Yena yang tersadar memungut kertas yang sempat terinjak kakinya.


Di bacanya tulisan yang terdapat di kertas itu.


"Kenapa kamu tinggal disini.. Yena..?"


Yena begitu penasaran,


"apakah orang yang dulu sering menaruh uang di depan rumahku adalah orang yang sama dengan orang yang menaruh kertas ini..?, lalu apa maksud orang itu?.


Jika benar ini adalah orang yang sama, untuk apa ia melakukan semua ini?, semenjak orang tuaku meninggal orang itu terus memberiku uang, tanpa menunjukkan identitas dan wajahnya, Sekarang ia memberikan tulisan seperti ini.. Jika orang itu berbeda, untuk apa mereka melakukan ini semua?, aku sangat yakin orang yang tempo hari menaruh kertas di meja makanku juga salah satu dari mereka, atau mereka adalah orang yang sama alias satu orang?, lalu apa ia selalu memantau ku sekarang...?!!!" Batin Yena,


ia langsung menengok ke kiri dan kanan.. mungkin saja ia mendapat petunjuk atau ada orang yang patut di curigai.


karena sampai sekarang ia tak mengerti apa alasan orang itu menaruh uang setiap bulannya dan sekarang menguntitnya.


Yena menanyakan ke tetangga-tetangganya siapa tau salah seorang tetangganya ada yang melihat atau mencurigai seseorang Namun, ia tak mendapatkan petunjuk apapun.


Semua orang yang ia tanyai menjawab mereka tak melihat ada orang asing yang lewat maupun orang mencurigakan.


Jika para tetangganya saja mengatakan tak ada orang asing atau orang yang di curigai, apa mungkin orang itu tinggal Sixteen Juga?. Perasaan Yena bercampur aduk, antara penasaran dan takut.


Ia tak dapat menilai apakah orang itu bermaksud baik atau bermaksud jahat padanya.


Yena tak bisa mempercayai seseorang dan menilai orang itu baik hanya karena, ia terus mengirim uang padanya, padahal Yena sama sekali tidak mengenal orang itu dan bahkan orang itu terus bersembunyi menutup wajah dan identitasnya.


Lain dulu, lain sekarang.. dulu Yena tak memiliki prasangka jelek jika orang berpakaian serba hitam itu meninggalkan uang di depan rumahnya, di hatinya tak pernah bersemayam rasa takut karena dulu ia tinggal dengan bibi dan pamannya. Orang itu juga hanya menaruh uang dan pergi tanpa meninggalkan apapun.


Namun sekarang, entah itu orang yang sama atau berbeda, ia hanya meninggalkan kertas dan bahkan tau nama Yena, membuat Yena juga takut Karena Yena sekarang hanya tinggal sendirian di kos-kosannya.


Yang terlintas pertama kali di pikirannya adalah untuk menghubungi Bobby, karena hanya Bobby yang mengerti dan faham tentang dirinya.


Dan kebetulan Bobby ada bersama Yena, saat orang berjaket hitam itu menaruh kertas di meja makan saat sedang makan di restoran.


"Bob..." Ucap Yena saat Bobby mengangkat teleponnya


"Ada apa hmm?" tanya Bobby


"Kamu masih ingat.. orang yang tempo hari, saat kita sedang makan di tempat makan, dia menaruh kertas di meja makan ku?" tanya Yena


"Ouh, iya aku ingat.. memangnya kenapa?" tanya Bobby


"Dia mengirimkan kertas lagi di depan pintu kos-kosan ku.." Ucap Yena


"Mana aku tau..?!! pulangnya kamu kesini ya.." ujar Yena


"Baiklah..." Jawab Bobby


Seperti yang di janjikan, Bobby datang ke kos-kosan Yena.


ia menunggu Yena pulang di depan pintu kos-kosan.


Yena yang baru pulang, langsung membuka pintu dengan kuncinya.


lalu masuk ke dalam di ikuti oleh Bobby.


Di berikannya kertas itu pada Bobby, tanpa berkata apapun.


"Lu yakin ini tulisan orang itu... bukan tulisan anak kecil yang iseng gitu???" tanya Bobby


"Gak mungkin.. orang tulisannya rapih. lagian di sini itu anak kecil nya masih pada kecil masih di gendongan ibunya.. mana bisa anak sekecil itu udah bisa nulis?!!" kaya Yena


"Berarti dia tau lu tinggal disini?" tanya Bobby sesat setelah membaca kertas itu


"Gak mungkin dia gak tau lah.. jelas-jelas itu ada di depan pintu Bob.." Jawab Yena


"Kan gua udah ngomong beberapa kali ke lu.. pulang ke rumah gua.. pulang.. tapi lu bersih keras tetep mau tinggal di sini kan??!!!" ucap Bobby


"Kok malah ngomel tempat tinggal sih..." Ujar Yena


"Ya lu pengen gua ngomong apa lagi?!!! Lu sekarang tinggal di sini sendirian.. Lu pikir aja, lu disini sendirian, kalo itu orang niat jahat sama lu gimana?, Lu mau telpon gua malem-malem?!!!, di kiranya gua polisi kali ya.. Coba kalau Lu tinggal bareng gua lagi, Lu gak perlu takut apapun kan? karena ada gua.." Ucap Bobby


"Iya.. iya.. iya.." jawab Yena


"Iya apa Lu...?" tanya Bobby


"Ya udah kamu nyinep lagi disini.." Ucap Yena


"Di suruh pulang.. malah nyuruh jadi satpam. udah lu pulang aja..." ajak Bobby


"Gak mau..." Ucap Yena


"Dasar keras kepala.. susah di bilangin..." Ucap Bobby


"Gimana? kamu mau kan?" tanya Yena


"Ya terserah lu.. pusing gua.." ucap Bobby pasrah ketika Yena memintanya untuk kembali menginap di kos-kosan.