YENA

YENA
Pernikahan



30 menit lebih mereka banyak berbicang-bincang tak jarang suara tawa keluar di percakapan mereka, kehadiran Yena mencairkan suasan dan hati seorang ayah dan anak kandungnya yang sering bersitegang, Yena dan anak yang di kandungnya pulalah alasan yang bisa membuat Bobby dan Tuan Hasan bisa kembali bersenda gurau, padahal sebelumnya mereka tak pernah tertawa bersama lagi.


Tuan Hasan terus bicara tentang harapan-harapannya ketika nanti cucunya lahir, padahal kandungan Yena masih dini dan masih lama untuk mendekati bulan-bulan lahiran. Ia terlihat sangat gembira, padahal


Sebelum bertemu dengan Tuan Hasan, Yena sangat takut Tuan Hasan akan membencinya akan memaki ataupun mengutuknya karena kehamilan di luar pernikahan.


Namun, kenyataannya malah sebaliknya.


Ia terlihat sangat senang dan gembira, mungkin karena anaknya sudah tubuh menjadi orang dewasa, hingga ia merindukan anak-anak kecil.


Selesai bercakap-cakap mereka pun memutuskan untuk pulang karena hari sudah semakin larut tidak baik untuk seorang ibu yang sedang mengandung itulah kata Tuan Hasan.


Bobby dan Yena pulang ke rumah dengan melajukan mobil hitamnya.


**


Bobby merencanakan semuanya dengan sempurna dan rapih, semalaman ia tidak tidur dan begadang dengan laptop dan beberapa berkas di mejanya.


Keesokan harinya Pernikahan pun di mulai..


Hanya kerabat terdekat dan keluarga saja yang hadir di tempat pernikahan itu.


Pernikahan mereka akan dilangsungkan di salah satu hotel mewah yakni Hotel Shilla.


Untuk pemberkatan dilangsungkan secara outdoor dengan konsep tradisional.



Beberapa bodyguard berjaga-jaga di luar gedung, tak ada satupun wartawan yang di perbolehkan masuk atau hanya sekedar memotret.


Semua di laksanakan dengan suka cita tanpa gangguan dari pihak manapun.


Bu Yume, Tuan Hasan, Rendi, Bu Jia, Daniel, Jessica, Irene dan Dimas pun ikut hadir dalam acara pernikahan dua mempelai itu.


Semua orang terlihat ikut berbahagia dan tersenyum pada mereka, beberapa orang meminta untuk dapat berfoto bersama bak menjadi selebritis dalam sehari.


Janji suci satu untuk selamanya telah di ikrarkan keduanya, Semuanya terasa Indah dan Bahagia.


Tak ada yang percuma bagi Bobby, walaupun akhir-akhir ini ia kurang tidur untuk lembur. Namun semua dapat terbayar dengan menikmati moment sebagai suami istri selama dua hari penuh.


**


Selesai Acara merekapun pulang ke rumah karena lelahnya menjadi sepasang pengantin baru.


"Harusnya barang-barang mu simpan di kamarku.. bukankah kita sudah menjadi satu..?" tanya Bobby


"Kamar kan ada dua.. kenapa aku harus tidur bersempit-sempitan dengan mu??" tanya Yena


"Sempit...?? Lalu kenapa kamu selalu ingin aku tidur bersama mu?" tanya Bobby


"Aku..??? Sejak kapan..??" Tanya Yena


"Dari dulu..." Jawab Bobby


"Lalu kemarin itu juga darurat..??" Tanya Bobby dengan senyuman nakalnya.


"Itukah kamu yang paksa.." Ujar Yena


"Tapi kamu menyambutnya dengan ramah pula kan??" Goda Bobby


"Akh.. tidak tau.." Ujar Yena duduk di tepi tempat tidur


"Setiap kamu bersikap seperti ini entah kenapa aku sangat tergoda.. aku menginginkan sesuatu yang ada pada dirimu yang sulit untukku tahan..." Ujar Bobby mendekati Yena menyondongkan wajahnya lebih dekat.. semakin dekat.. sangat dekat.. hingga ia merasakan aliran darah yang begitu cepat, kepalanya seakan mendidih tak kuasa menahan rasa yang ingin segera di alirkan, detak jantungnya berdegup lebih kencang dari biasanya, telinganya bisa mendengar dengar jelas suara detak jantung yang makin berdegup kencang, tubuhnya menggeliat, jari-jari yang sudah tak bisa terkontrol meraba kesana-kemari.


Di matanya gadis itu semakin hari semakin terlihat cantik, kini bibirnya mengecap manisnya kelentikan bibir wanitanya, bibir yang sangat lembut membuatnya tak bisa berhenti untuk menghisap dan terus bermain di dalamnya.


Perlahan tubuh keduanya bergeser sedikit demi sedikit dan berhenti di tengah ranjang.


Semua yang ada pada Yena seolah candu untuk Bobby ia tak bisa berhenti hanya dengan mengecup kelembutan bibirnya saja.


Satu persatu kain di yang menutupi tubuh gadis itu di lepaskan hingga tak menyisakan sehelai benangpun.


Pria itu menghujani tubuh wanitanya dengan kecupan di seluruh tubuh wanitanya.


"Bob... ssshhh...." Desah Yena


Tangan Bobby mengelus, membelai hingga meremas bagian sensitif wanitanya.


"Ssshhhh... Aaakkkhhh.."


Terdengar suara desahan dan keluhan kecil dari wanitanya.


"Jangan malu.. Keluar kan semuanya.." Ujar Bobby


"Sshhh... Aaakkkhhh... Aku sudah tidak tahan lagi...." Keluh Yena dengan tubuh yang menggeliat


melihat kemolekan tubuh Yena dan Suara desahan membuat Bobby sudah tidak bisa mengontrol dirinya lagi. matanya sudah tertutup Kabuh gairah.


Entah sejak kapan ia sudah bertubuh polos menambah gairah birahinya, Adiknya sudah berat dan sangat tegang ia siap untuk bertempur di lembah dan menghujani dirinya dengan lautan penuh kenikmatan.


Tanpa aba-aba, Bobby memasukan adiknya.


Rasa hangat terasa di bawah sana, Membuat Yena mengeluarkan suara dengan bibir yang terbuka lebar.


Mereka menikmati permainan hingga tengah malam, Tarikan ulur yang di buat membuat tubuh keduanya memanas, gesekan tubuh keduanya, membuat suhu kamar terasa hangat, suara rintihan manja seolah alunan melodi nan romantis malam itu, tak terhitung lagi berapa bulir keringat yang bercucuran di tubuh keduanya, meski bukan yang pertama mereka sangat menikmati dan menyukai setiap sentuhan yang di berikan.


Seolah balas dendam karena dua hari ini Bobby tak bisa merasakan kenikmatan dunia dari wanita yang kini menjadi istrinya itu, ia meminta jatah yang lebih.


Untuk seseorang yang kurang tidur, banyak lembur dan lelah setelah menjadi pengantin seharusnya ia tak memiliki tenaga. Namun, entah kenapa meski ia sangat lelah dan menghabiskan permainan untuk pelepasan pertamanya, Tubuhnya seolah tak bertulang dan selalu ada tenaga yang kuat untuk mengajak pasangannya terjun dan bermandikan keringat bersama.


Hingga Ia sampai di titik di mana ia merasa benar-benar puas dan benar-benar menghentikan permainannya.


Dan terbaring sambil mengatur nafas yang masih tersengal-sengal.


Kedua pasangan pengantin baru itu tersenyum dengan rasa bahagia di hatinya, meski malam semakin dingin mereka tertidur dengan badan yang polos di bawah selimut dan saling menghangatkan dengan pelukan.