YENA

YENA
Kita bersama



Sehabis mengantar Bu Yume mereka putuskan untuk pulang.


Setelah pamitan mereka pergi dengan


melajukan mobil hitam milik Bobby


"Mau kemana kita..??" tanya Bobby


"Gak tau kemana ya..??" Yena balik tanya


"Terserah kamu.." Jawab Bobby


"Ya udah ke mall aja dulu kali ya.." Usul Yena


"Ngapain ke mall, kamu gak liat baju aku kotor..?? sedangkan kamu?? masih serapih ini" Jawab Yena


"Rapih.. apa sih sayang.. aku sama kamu sama kok, cuma pake kaos polos cuma beda warna.." Ujar Bobby


"Tapi kamu gak keringetan, aku keringetan abis di dapur.." Jawab Yena


"Siapa yang nyuruh..??!!" Ucap Bobby


"Tau akh..." Ucap Yena dengan wajah cemberut melipatkan kedua tangannya.


"Gitu doang ngambek.." Ucap Bobby menarik dagu Yena dengan tangannya


"Siapa juga yang ngambek.. udah akh, jangan pegang-pegang.. fokus ke jalan, lagi nyetir juga..." Gubris Yena menyingkirkan tangan Bobby


"Ya udah.. kita ke mall. beli kaos samaan ya.. biar gak iri lagi.." Ucap Bobby


Namun, Yena masih dalam mode marah dan tak menghiraukan apa yang di katakan Bobby.


"Gak boleh gitu.. dengerin dong, kalo suami lagi ngomong itu.." Ujar Bobby


"Aku juga dengerin kok.." Jawab Yena


"Ya jawab dong.. jangan diem aja.." Kata Bobby dengan senyum menggoda Yena yang sedang merajuk.


"Ya kan udah aku jawab tadi.." Ucap Yena


"Yang manis dong jawabnya.. jangan cemberut kaya gitu.." Goda Bobby


Yena pun tersenyum ke arah Bobby.


"Nah, gini kan cantik.." Ujar Bobby mengusap rambut Yena dengan sebelah tangan.


"Udah deh.. sayang kamu ini lagi nyetir jangan aneh-aneh akh.." Ujar Yena


"Dih.. aneh-aneh apa cuma ngelus rambut doang.." Ujar Bobby


"Iya.. udah nyetir aja yang bener ya sayang,.." Ucap Yena tersenyum manis ke arah Bobby


***


Bobby berhenti di sebuah Mall, seperti yang di katakan Bobby sebelumnya.


Setelah memilah memilih Bobby dan Yena memakai sepakat untuk membeli dan memakai langsung kaos berwarna kuning.


"Sekarang kan udah sama nih.. kita mau kemana lagi..??" tanya Bobby


"Kok masih ngerasa kamu rapih banget ya.." Ucap Yena


Bobby menghela nafas..


"Rapih apanya sih sayang.. kaos kita udah sama lho.. sama-sama warna kuning.. Rapih banget dimananya sih..??" tanya Bobby mulai jengkel


"Ini pake masker kamu.. aku juga pake" Yena mengasongkan masker berwarna putih.


"Harus pake masker juga..?? kenapa sih..?? udah kaya seleb aja.." Ujar Bobby kesal


"Kamu ke gantengan... hehehehe...." Senyum Yena


Tanggapan Yena tentu saja membuat Bobby tersanjung dan malu, ia yang sebelumnya sempat kesal dan jengkel, sekarang malah tersenyum tersipu malu.


"Ya udah mumpung aku cakep.. kamu cakep.. kita foto yuk.."


"1.......... 2.........



"Ya udah.. Mau kemana kita sekarang..??" tanya Bobby.


"Karaoke.. maen game di lantai atas.. terus makan malam.." Ujar Yena


"Emang kamu gak capek..?? aku takut kamu kecapekan aja.." Ujar Bobby


"Enggak.. ayokk.." Yena menarik tangan Bobby.


"Eh, iya.. pelan-pelan aja jalanya sayang..." kata Bobby


Sambil bergandengan tangan, mereka menjajali semua yang di inginkan Yena.


Tidak ada ke 'jaim' an di antara mereka, mereka terlihat bahagia.


Hari itu Yena seperti putri satu hari, apapun yang di inginkannya di kabulkan hari itu juga.


Haripun mulai gelap, perut Yena kembali meminta untuk di isi.


Ia tak pernah berpikir bahwa Bobby akan membawanya ke Restoran dengan nuansa Makan malam Romantis.


Makan malam romantis memang diidamkan oleh wanita manapun termasuk Yena.


Cahaya lilin yang ada di atas meja pun dapat mencairkan hati Yena saat menatap Suaminya.


Mengisi perut sambil berbincang hangat, tertawa bersama dan saling memperhatikan satu sama lain adalah kebahagiaan yang tak bisa di beli tempat mana pun.


Mungkin karena dengan orang yang dicintainya, membuat makanan yang lezat itu terasa sangat lezat.